Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#28 (END)


__ADS_3

assalamualaikum...,


happy reading guys 🤗


...****************...


rumah tangga Dias & bian semakin sempurna dengan kehadiran putri mereka SUFI AULIA NARENDRA yang di panggil LILI.


alasan mereka memakai nama NARENDRA sebagai nama belakang sang putri adalah sebagai identitas keluarga Narendra. ayah bian mewajibkan namanya di cantumkan swbagai nama belakang anak & cucu2nya.


Minggu pagi adalah hari libur sekaligus hari sibuk untuk ayah & ibu bian, hari di mana anak-menantu-cucu mereka berkunjung menghabiskan waktu seharian bersama.


entah kenapa baik sisi ataupun lili tak mau jauh dari sang opa,


bahkan sikap dingin ayah bian tak membuat ke-2 cucunya takut. mungkin benar anak2 tau siapa yang tulus pada mereka.


seperti sa'at ini..., mereka tengah bersantai di ruang keluarga.


sisi duduk di pangkuan sang opa dengan terus berceloteh mengenai sekolahnya sekalipun hanya mendapat anggukan sebagai respon dari sang opa.


lili merangkak mendekati sang opa lalu meraih lengan pria paruh baya tersebut dengan celotehan lucunya.


"gk da yang mau sama Oma...??? kenapa sama opa semua...???", tanya ibu bian yang duduk di samping sang suami dengan menatap ke-2 cucu cantiknya


"no..., Oma bawel..., suka cerewet..., cw itu harus cantik Oma..., gk boleh bawel biar punya banyak teman kaya sisi", ucap sisi dengan santai membuat sang Oma mencebik kesal tak terima dengan ucapan cucu pertamanya itu


"sisi juga bawel, knp ngatain Oma bawel..??", ibu bian tampak kesal tak terima namun tak menyangkal apa yang sisi ucapkan


"sisi itu aktif Oma..., bukan bawel.


kata Bu guru..., harus banyak tanya biar cepet pinter.


kalo masih kecil mah gpp cerewet oma",

__ADS_1


balas sisi dengan santai


"dih.., itu bawel nam-", ucapan ibu bian terhenti sa'at lili berceloteh seolah ikut menentang sang Oma


semua orang tertawa dengan interaksi Oma & cucu2nya.


Oma yang kekanakan berhadapan dengan cucu yang mengkritik tanpa mau di salahkan, juga cucu mungil yang ikut berceloteh seolah mengerti apa yang di perdebatkan.


sedangkan sang opa nampak tenang dengan menggendong lili. balita imut itu terus tertawa sa'at tangan mungilnya memegang jenggot yang baru di cukur karena merasa geli.


sontak hal itu kembali mengundang tawa gemas dari orang2 di sana. bahkan kini sisi mencium pipi sepupunya itu dengan gemas.


"mo ka sisi gendong gk...??? lili cantik mo kk gendong...?? sini sayang..., cantik..., gemoy imut2", ucap sisi hendak meraih tubuh gemoy lili


"nanti nunggu ka sisi lebih besar yah sayang...,


sisi belum kuat buat gendong lili yang embul", ucap Dias mengusap sayang kepala sang ponakan cantiknya


"sisi udah besar Tante..., udah sekolah brarti bukan anak kecil", sisi menentang ucapan Dias


"Oma bawel", ucap sisi kesal lalu mendekati sang opa yang sudah tak menggendong lili


"gendong sisi juga opa", kembali sisi berucap lalu menatap penuh harap ke arang opa kesayangannya


"katanya sudah besar..., masa minta gendong sayang...??


nanti opa kecapean gimana...???", ucap Ratna dengan lembut agar sang putri memahami namun tak merasa kesal


"y udah pangku aja boleh...???", tanya sisi pada sang ibu dengan tatapan mata penuh harap


"sini opa pangku", ucap sang opa dengan menepuk pahanya setelah duduk melantai d atas karpet yang tebal & lembut


sisi mendekat lalu duduk di pangkuan sang opa dengan wajah sumringah. melihat hal itu sontak lili minta turun dari gendongan Dias dengan ke-2 tangan terulur hendak menggapai sang opa kesayangannya.

__ADS_1


melihat sisi yang tengah memeluk opanya..., ibu bian pun meraih si kecil lili lalu memangkunya setelah ikut duduk melantai di samping sang suami.


semua tersenyum melihat ke-2 orng tua mereka yang nampak bahagia memangku cucu yang cantik2 juga menggemaskan.


...----------------...


hari terus berjalan..., siang ini Dias memasakkan menu makan siang untuk ia antar ke kantor bian. ia meletakkan semua masakannya ke dalam kotak makan lalu mengemasnya dengan tas yang biasa ia gunakan untuk belanja.


setelah mengenakan setelan syar'i & mendandani lili dengan mengenakan setelan hijab..., mereka menuju RS di mana bian bekerja dengan d antar oleh sopir.


Dias turun setelah mobil terparkir rapi di parkiran RS. Dias menggendong sang anak sekaligus menenteng tas berisi menu makanan siang untuk bian & dirinya sendiri.


Dias duduk di kursi tunggu depan ruang praktek bian dengan memangku lili yang nampak tenang mengunyah cemilannya.


setelah menunggu cukup lama..., akhirnya bian keluar setelah menyelesaikan pemeriksaan pada pasien2nya.


bian langsung menggendong lili dengan tersenyum lalu menggandeng Dias menuju ruang istirahat khusus dokter.


mereka makan siang dengan tenang sesekali tersenyum sa'at melihat lili yang berceloteh sa'at cemilannya habis.


kebahagiaan yang mungkin sederhana namun sangat teramat di syukuri oleh dias & bian.


kebahagiaan yang ingin selalu mereka pertahankan untuk waktu yang lama bahkan sepanjang hidup ke-2nya.


...****************...


..."apa yang kita anggap kecil ternyata adalah hal besar bagi orang lain....


...apa yang kita anggap sepele ternyata merupakan harapan besar bagi banyak orang....


...apa yang kita keluhkan tak jarang merupakan impian bagi orang lain....


...SYUKURI apa yang kita punya tanpa membandingkan dengan orang lain."...

__ADS_1


...----------------...


#thanks 🥰


__ADS_2