Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#21 ( menjadi istri seutuhnya)


__ADS_3

assalamualaikum...,


happy reading guys 🤗


...****************...


setelah rayuan panjang akhirnya dias luluh & menerima setiap penjelasan sang suami.


kini Dias tengah berada dalam dekapan hangat bian yang masih mengenakan setelan kerja yang sama dengan pagi tadi.


bian mengajak dias kulineran pinggir jalan msh di daerah yang sama dengan rumah mereka.


bian tersenyum melihat dias yang nampak sangat bahagia,


membahagiakan dias tak harus dengan memberi tas mahal ataupun kapal pesiar...., hanya jalan ber-2 menikmati suasana malam ibu kota sudah mampu membuatnya bahagia.


selepas sholat isya.., mereka keliling mencari jajanan yang di jual di pinggir2 jalan. mereka menikmati waktu ber-2 hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


dengan berat hati mereka pun akhirnya pulang mengingat bian yang harus kerja besok pagi.


kini mereka duduk bersandar di atas kasur.


Dias masih betah bersandar di dada bidang bian..,


menikmati hangatnya dekapan sang suami juga usapan lembut di kepalanya.


"kk.....", ucap Dias dengan menengadah menatap wajah bian


"knp sayang...??", bian membalas tatapan Dias dengan senyum penuh kelembutan


"ias ..., mau..., emmmm...., itu..., ias pengen..., ", ucap Dias tak jelas karena perasaan malu+grogi+takut+bingung


"itu apa sayang...??? ias pengen apa...???


klo kk bsa pasti akan d usahain", ucap bian berusaha menenangkan Dias dengan senyum yang tak pernah surut


"ias pengen hamil", ucapan dias dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang bian


ucapan Dias mampu membuat bian terdiam,


tak mampu berucap sepatah katapun untuk beberapa detik.


bian perlahan melepas dekapannya lalu menatap mata sang istri tercinta dengan intens.

__ADS_1


"ias pengen pu'a anak dari kk...,


hamilin aq biar bisa jadi ibu dari anak2 kk..,"


ucap dias dengan wajah polos tanpa beban, ntah kemana rasa malu yang tadi menguasainya


"km beneran udh siap...??", tanya bian memastikan


"tapi bisa di bikin gk sakit...?? aq takut..,", Dias menatap wajah bian dengan penuh kekhawatiran


"km tau sakit dari mana...???", tanya bian dengan tatapan tajam


"mommy", jawab dias dengan singkat


"sakit'a cuma pas pertama....,


setelah itu gk akan sakit lagi. jangan takut....,


setiap cw yang mau hamil ya pasti nglewatin itu", bian menjelaskan dengan perasa'an yang mulai tak tenang


"kk tau dari mna....???", tanya dias dengan penuh curiga


"krn kk dokter", ucap bian singkat


"oh y udh ayo....,


"kk akan pelan2..., kk dokter km tenang aja.


gk akan pingsan sayang..., kk jamin.


klo km gk kuat nanti kk berhenti..., ok...??", ucap bian lembut dengan menangkup ke-2 pipi putih Dias


bian bangkit dri duduknya tersenyum memeluk Dias dengan lembut, dias pun pasrah dengan apa yang akan ia alami beberapa menit lagi. bian belum praktek s** namun ia tau teori semua hal yg berhubungan dengan hal tsb.


Dias berbaring dengan degub jantung yang beraturan...,


ia takut namun juga bertekad untuk percaya pada sang suami.


malam itu menjadi malam penuh kenangan untuk mereka...,


langkah awal untuk mewujudkan keinginan mereka agar bisa memiliki anak.


malam di mana akhirnya dias menyerahkan dirinya secara utuh pada bian sang suami tercinta.

__ADS_1


...----------------...


pagi yang barupun di mulai...,


bian membangunkan Dias yang nampak masih betah bergumul dengan selimut hangatnya dengan mata yang nampak terpejam tak terusik dengan suara lembut bian.


mereka bangun pukul 4pagi namun Dias kembali tidur setelah selesai menjalankan sholat subuh berjama'ah.


sedangkan bian tengah bersiap untuk berangkat ke RS karena waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi.


ia mencium kening dias yang nampak seperti kepompong.


"kk...," ucap Dias dengan suara serak khas bangun tidur & perlahan mengerjapkn mata yang masih sangat berat


"ma'af kk mbangunin km yh...", ucab bian dengan tersenyum lalu kembali melabuhkan 1 kecupan romantis pada pipinya


"kk udah rapi...?? masih jam 8 udh mau berangkat...??", tanya dias dengan mata yang sudah membuka seutuhnya.


"aq dah sarapan..., aq juga bikinin sarapan buat km tuh di atas meja. km sarapan sendiri dlu yah.


ntar pas jam makan siang aq pulang mo makan bareng km di rumah", ucap bian dengan mengusap pipi dias


"makasih..., ati2 di jalan jangan ngebut2", dias tersenyum bahagia masih dengan terbungkus selimut tebal untuk menyembunyikan rasa malunya


"assalamualaikum sayang", ucap bian dengan mengusap kepala dias penuh kelembutan


"waalaikumsalam...,", jawab dias dengan senyum tak kalah lembut


Bian bergegas keluar rumah & melajukan mobilnya dengan buru2 menuju RS. ia bergegas ke ruang praktek setelah selesai memarkirkan mobilnya.


tanpa menunggu lama bian langsung memeriksa pasien2nya yang sudah antri.


sedangkan Dias kini mulai beranjak dari kasur dengan selimut yang di lilitkan ke tubuhnya yang polos macam bayi baru lahir,


ia melangkah dengan sangat pelan & meringis sa'at merasakan perih di area sensitifnya.


setelah sampai di dalam kamar mandi...,


Dias memilih untuk berendam dengan air hangat untuk merilekskan otot tubuhnya yang terasa sangat lelah.


sa'at tengah berendam..., Dias mengingat kembali kegiatan intim semalam yang membuatnya merasa malu sekaligus lega karena telah memberikan hak bian. ia tersenyum & berharap segera di anugerahi momongan yang akan menambah kebahagiaan dalam keluarga kecilnya .


...****************...

__ADS_1


#tbc


#thanks yang udh baca 🥰


__ADS_2