
assalamualaikum...,
happy reading guys 🤗
...****************...
waktu terus berjalan..., kebahagiaan yang selalu di impikan bian kini menjadi kenyataan.
keluarga yang kembali utuh & harmonis..., istri yang sangat luar biasa bahkan kini calon buah hatinya pun hadir menambah kebahagiaan yang ada.
ibu bian kini lebih sering datang untuk menemani Dias sa'at bian tengah bekerja. seperti sa'at ini..., ibu bian tengah sibuk membuat bolu pandan + brownies. + cheese cake + kue lumpur di bantu Dias & 3 art yang ia bawa dari kediamannya.
Krn art Dias tengah pulang kampung menengok anaknya yang baru lahiran.
peralatan membuat kue lebih lengkap di rumah sang putra..., membuatnya semakin betah berada di sana.
Dias suka membuat kue sebelum ia hamil,
tapi kini bian sangat posesif melarangnya melakukan apapun karena tak ingin istrinya kelelahan.
"mommy knp bikin kue sebanyak ini...??? mo alih profesi jadi juragan kue...???", tanya bian dengan penuh keheranan
"ini buat acara 4bln an Dias nanti malam..., ", jawab sang ibu dengan tetap fokus pada kue2 buatannya
"kan udah pesen ketering..., biar gk cape & ribet", bian kembali bersuara
"buat bagi2 ke tetangga rumah biar makin banyak yang ndo'ain..., kalo mo beramal tu jangan pelit2.", ucap sang ibu tanpa mengalihkan pandangannya dari aneka kue buatannya
"buat anak2 butik juga nanti klo masih lumayan banyak", sanggah sang ibu dengan tersenyum bahagia
"Dias d kasih juga kn mom...??", tanya Dias pada sang ibu mertua
"ouh y Alloh..., anak mommy mo makan kue yang mana...???",
sahut sang ibu dengan mendekap Dias penuh kasih sayang
"kue lumpur..., cheese cake..., brownies..., bolu pandan...,",
Dias tersenyum dengan menatap aneka kue di atas meja penuh minat
"nggemesin bgt sih nih calon mamah cucuku...,", ucap ibu bian dengan mengunyel2 pipi chubby Dias
"abis dah tu pipi di unyel2 gitu mom...,", tawa bian menyaksikan sang ibu yang nampak gemas dengan istri tercintanya
Dias adalah tipe orang yang sangat mudah di cintai,
bahkan ayah bian yang notabennya manusia paling kaku pun selalu tersenyum sa'at melihat tingkah sang menantu.
bian menemani Dias tidur siang di kamar mereka.
Dias mengeluh lelah padahal hanya duduk & makan.
entahlah memang Semua bumil demikian atau hanya Dias seorang.
bian mendekap tubuh dias yang tak serampil sebelumnya.
mengusap kepala sang istri yang tak berhijab.
"makasih dh milih aq sbg suami km sayang", ucap bian dengan mengecup kenis Dias dengan sangat lembut
"sama2..., ias bersyukur bisa jdi istri kk", Dias tersenyum dalam dekapan nyaman bian
__ADS_1
"ingetin aq kalo salah.., omelin aq kalo susah di nasehatin..,
aq harap km ttp bsa sayang & setia sma suami km yg banyak kekurangan ini", bian menatap mata cantik Dias dengan senyum penuh kasih sayang
"ntar ias omelin lebih sering..., sbg tanda sayang", Dias tersenyum jahil masih dalam dekapan bian yang sudah agak merenggang
"knp dari sekian banyak hal yang nyantolnya cpt malah itu..?",
bian meringis menghadapi istri tercintanya
"maka'a kalo di bilangin tu yang nurut jangan ngeyel", ucap Dias tanpa dosa
"siap mama cantik...,", bian melabuhkan puluhan ciuman di wajah Dias membuat sang istri kesal
"stop....! kk udh...,! nyium'a kebanyakan",
Dias menjauhkan wajahnya dari bian yang masih memanyunkan bibirnya.
Dias menutupi tubuhnya dengan selimut sebatas perut lalu berbaring dengan memunggungi sang suami.
bian pun akhirnya menyerah lalu memeluk tubuh dias dari belakang, mereka tertidur sampai tiba waktu sholat asar.
setelah mandi & sholat ashar mereka keluar dari kamar untuk menemui keluarga yang sudah datang mempersiapkan acara 4bln an.
nampak aneka makanan di meja besar yang ada di ruang keluarga. karpet2 pun sudah di gelar di ruang tamu setelah sebelumnya di kosongkan dari prabotan ruang tamu.
semua sesi acara di lakukan di mulai dari lepas isya sampai akhirnya selesai pukul 9 malam.
semua orang berkumpul di ruang keluarga, namun bian sudah lebih dulu masuk kamar karena Dias sudah sangat kelelahan.
di kamar..., bian tengah mendekap sang istri yang sudah lebih dulu tidur. bian terus menatap sang istri dengan perasaan bahagia & sangat bersyukur telah berada di rumah pribadi bersama istri serta calon anaknya.
...----------------...
pagi ini Dias pergi ke toko kue langganan sang mertua untuk mengambil kue ultah yang sebelumnya telah di pesan dari seminggu yang lalu.
ia ingin membelikan kue untuk sisi yang ulang tahun besok,
dengan di antar oleh sopir yang di tugaskan oleh bian untuk mengantarkan Dias ke manapun.
"mo beli kado apa yah...???", tanya Dias bermonolog dengan dirinya sendiri
"ke RS aja dulu x yah...,???", Dias lagi2 bicara sndiri mbuat sang sopir tersenyum
"pak..., anterin ke tmpt krja kk yh.", ucap Dias duduk di kursi belakang dengan memasang sabuk pengaman
" baik bu", ucap sang sopir dengan mulai melajukan mobil menuju RS
± 30menit perjalanan hingga akhirnya mereka sampai di depan RS. Dias turun menuju meja resepsionis karena takut mengganggu sang suami jika menelfon secara langsung.
"permisi mba..., dokter bian masih praktek...??", tanya Dias ramah pada salah 1 resepsionis
"masih di ruang operasi mba..., mungkin sekitar 20menit lagi baru selesai.", jawab sang resepsionis dengan sangat ramah
"woah..., lama yh..., ya udh makasih mba", Dias mengerucutkan bibirnya sedih
"sama2 ", senyum ramah kembali tersungging dari bibir sang resepsionis tersebut
Dias memutuskan mengirim pesan pada bian untuk pergi ke mall, tujuannya adalah membeli kado untuk sisi yang ulang tahun. Dias yakin bian akan khawatir & mungkin marah karena ia pergi ke mall seorang diri dalam kondisi hamil.
sifat posesif bian kian menjadi sa'at ia mengetahui kehamilan sang istri, hal itu yang sering kali membuat Dias tertekan & merasa terkurung.
__ADS_1
Dias takut bian akan marah..., sehingga kini Dias menghubungi sang mertua untu ikut bersamanya ke mall.
Dias menjemput sang ibu mertua yang tengah berada di salah 1 cafe seusai bertemu dengan teman lamanya.
mereka langsung melaju menuju ke salah 1 mall ternama.
Dias & ibu bian langsung berkeliling mall mencari hadiah yang tepat untuk si kecil nan cantik sisi.
"ias..., kalo boneka ini gimana....???", tanya ibu bian dengan menunjukan boneka berbentuk 💩
"mommy akan d paksa ndenger ceramahan sisi kalo bnr2 ngasih itu", Dias tersenyum lebar melihat kelakuan konyol ibu mertuanya
"lucu tau..., nah..., kalo ini...?", kembali ibu bian menunjukan boneka chucky
"mom...., please..., yang ada sisi nangis kejer kalo ngliat boneka ini", Dias tertawa frustasi dengan sikap kekanakan sang ibu mertuany
"lah y udh lah km aja yg milih.., mommy mah seleranya spesial... makanya jarang ada yang sefaham", ucap ibu bian membela diri dengan cara yang tak mampu di sanggah
mereka Keling mall dengan bahagia.
dari kejauhan nampak sosok bian tengah berjalan cepat ke arah Dias yang nampak bingung dengan ekspresi bian.
"kk udh bilang jgn keluar rumah tanpa izin ...!
segitu pengennya jalan...??! sampe GK perduli sama amanah suami...??!!! pengen banget bebas...??! ",,tatapannya nyalang ke arah mata sang lstri yang nampak shock dengan suara keras bian
"km apa2an sih bi...!", bentakan sang ibu menyadarkan bian
"km gpp sayang...?? kaget..?? takut...?? gpp cantik..,
kita kan udah beli kado buat sisi, jdi skrng lbh baik pulang.
km blm mkn siang takut ntar sakit", ucap ibu bian dengan merangkul Dias dengan penuh kelembutan
emosi bian yang tadinya menggebu2 kini menguap tak tersisa sa'at mendengar Dias terisak dalam dekapan sang ibu.
ini kali pertama bian melihat Dias menangis terisak..,
dan dialah penyebab tangisan sang istri.
bian mendekat hendak meraih tangan sang istri namun Dias justru mempererat pelukannya pada sang ibu mertua.
bian kembali tertegun..., ini x pertama sang istri menolaknya.
Dias melangkah keluar dari mall masih dalam dekapan sang ibu serta tangisan yang mulai melemah.
mereka duduk di kursi belakang mobil..., Dias masih enggan melepaskan dekapannya pada tubuh ibu bian.
"y Alloh sayang..., udh donk jgn nangis..., udh yah cup cup cup..,. ", ucap lembut ibu bian dengan mengelap wajah basah Dias dengan tissue
bian hendak masuk namun tertahan dengan gelengan sang ibu.
"biar Dias ikut mommy dulu...,", ucap sang ibu dengan suara tegas & tatapan dingin
untuk pertama kalinya bian melihat sang ibu bersikap demikian, tak pernah sekalipun ia melihat tatapan dingin juga suara tegas penuh kekecewaan dari sang ibu.
...****************...
#tbc
#thanks yang sudah baca🤗
__ADS_1