
assalamualaikum...,
happy reading guys 🤗
...****************...
waktu terus berjalan & hari2 pun berlalu dengan kisah yang ikut berganti. hampir setiap libur sekolah bian mendatangi makam Nanda, sprti sa'at ini...., bian tengah bersimpuh di depan makam Nanda dengan menggenggam setangkai bunga mawar. perlahan meletakkan bunga yang ia bawa menggantikan bunga yang Minggu lalu. mengelap batu nisan Nanda degan tisu basah lalu berdo'a membaca beberapa surat Al-Qur'an. bian duduk di samping makam Nanda dengan beralaskan kursi kecil yang di sediakan pihak pemakaman.
"hri ini gw dteng agak siangan.., jalanan ke arah sini macet bgt nan..., jgn marah yah.., beberapa hri lalu gw makan mlm bareng daddy & ka aldo..., endingnya gw ribut sma daddy & pergi lbh dulu. nan...., gw bakal pindah ke Inggris ikut sma mommy..., gw bakal tinggal & kuliah bahkan mungkin krja jga d sana. 😞 lo gk akan kesepian sekalipun tanpa gw kn....??? lo bsa dtng lewat mimpi kapan pun, gw akan mulai hidup baru di sana..., bkn Krn gw bosen sma lo..., tpi gw harus pergi 😢
mommy sendiri di sana..., gw brangkat stlh lulus sekolah,
msh ada waktu ½thn an lg buat kita bsa terus bareng"
usap bian pada batu nisan Nanda lalu beranjak pergi dari sana
Di sekolah banyak sisiwi yang secara terang2an mendekati bian setelah kepergian Nanda & perubahan penampilannya yang kiri nampak lebih rapi. tak seperti bian yang dulu...,
kini bian merespon dengan senyuman ramah & kata ma'af.
semua orang tau alasan bian menolak mereka..., tak lain adalah karena belum move-on nya bian dari sosok Nanda.
kesetiaan bian pada sosok Nanda di ketahui hampir semua orang, namul hal itu lah yang membuat mereka ingin merebut hati bian. ganteng-pinter-tajir-keren-setia pula..., siapa yang bisa menolak pesonanya.
sa'at jam makan siang..., bian & Fani makan bersama di kantin.
"lo bnrn mo lanjut ke Inggris...???", tanya Fani serius
"ya", jawab bian singkat tanpa menoleh
"bahasa Inggris lo aja pas2an..., mau so'2an kuliah di Inggris",
Fani tertawa meledek
"gw dah kursus bahasa Inggris dri bulan lalu, lo akan kaget dengan kefasihan gw ngomong bahasa Inggris", timpal bian dengan wajah sombong
"terserah lo aja lh", Fani menanggapi dengan sedikit meledek
Banyak yang mengira bian pacaran dengan Fani, namun duga'an itu salah. mereka masih sama2 kehilangan sosok nanda..., sosok penyemangat hidup mereka. mrka dekat hanya soal Nanda..., bahka no kontak satu SMA lain pun mrka tak punya.
waktu terus berjalan & tak terasa berlalu begitu saja.
akhirnya kelulusan pun tiba..., hari ini..., bian membawa sebuket bunga yang terdiri dari mawar & anggrek, ia pergi ke makam Nanda bersama Fani. mereka duduk di samping makam Nanda dengan tangan yang sama2 membersihkan rumput2 liar jga dedaunan kering yang berserakan.
mereka berdo'a dengan membaca ayat2 Al-Qur'an lalu duduk di samping makam dengan tatapan sendu terarah pada nisan dengan ukiran nama Nanda Ferli.
"kita dah bkn bocil lg nan..., calon mahasiswa nih", ucap Fani jumawa dengan menatap nisan sahabatnya
"tpi kelakuan masih kya bocah", ucap bian masih dengan menatap nisan sang kekasih
"pacar lo skrng jdi nyebelin anjir..., gw saranin mending lo nyari pacar baru aja dah, yang klo ngomong enak di dengar oleh kuping & hati sanubari yg selembut sutra", Fani tersenyum namun dengan mata yang berlinang
"gw cuma akan baik ba' Malaika buat Nanda, takut dia cemburu",. kini bian yang tersenyum dengan air mata yang mulai menetes di ke-2 pipinya
mereka terus bicara seolah2 tengah berbincang dengan Nanda yang masih hidup, tak terasa sudah hampir 2 jam mereka di sana & hari sudah mulai sore.
"udh sore, balik yu", ajak Fani
"*l*o dluan aja, gw msh mo ngobrol sma nanda"
jawab bian yang nampak masih betah berada di dekat makam Nanda
"y udh gw blik dluan, jgn kesorean...., d culik nenek gayung baru rasa", Fani bangkit dri duduknya dengan mengusap celana yang agak kotor oleh tanah
"gw jitak pala tu nenek pake sepatu",jawab bian dengan terkekeh
"anak muda kurang makan bangku sekolahan, sekalipun setan..., ttp aja hrs di hormati Krn nenek2", Fani tertawa renyah
"y udh balik gih sana, ganggu orng pcran aja lo", sewot bian dengan mengibaskan tangan dengan pelan sbg tanda usiran
"hassem..., y udh bye", Fani pergi meninggalkan area pemakaman
bian memilih tetap stay d samping makam Nanda bahkan setelah Fani pergi. ia nampak masih berfikir sebelum akhirnya mulai berbicara dengan tangan yang masih mengusap nisan dengan ukiran nama kekasihnya sampai hampir senja.
"bsok gw brangkat ke Inggris, semua surat2 dah d urus sma ka aldo, klo gw ada waktu pasti bakal nemuin lo lg, nan....,???",
bian menghentikan ucapannya Krn mulai terisak, mengatur nafas berusaha kembali tenang
__ADS_1
"lo tau sebesar apa cinta gw kn nan...??? lo hrs tau gw bkn cwo yg suka selingkuh..., gw gk akan nglupain lo...,
nan...??? sprti yg lo tulis d dlm surat.., gw pasti jaga kesehatan,
akan lbh banyak senyum, nglakuin apapun yg gw suka..., lo penyemangat & kekuatan gw.., dan-"
suara bian kembali tercekat menahan tangis yang mati2an ia tahan.
"gw akan berusaha mbuka hati buat cw lain kya yg loo mau,
gw minta maaf..., gw takut akan nyakitin lo dgn keputusan ini,
gw gk akan nglupain lo..., lo selalu ada d hati gw...,
gw akan mencoba selalu bahagia kya yg lo minta ",
tangis bian pecah.., ia tertunduk dengan air mata yang tak kunjung berhenti. bian mengusap pipinya yang basah
"udah hampir maghrib..., gw pamit yah nan.
gw gk tau kpn bsa balik ke sini.
makasih udh ngasih banyak kenangan bahagia buat gw..,
ma'af Krn gw gk bsa nemenin lo lg...,
bian akan selalu sayang sma nanda..., " bian bangkit dari duduknya lalu tersenyum ke arah batu nisan Nanda lalu berjalan pergi meninggalkan area pemakaman
...----------------...
keesokan paginya bian terbang menuju Inggris seorang diri.
ia memutuskan untuk membuka lembaran baru di Inggris.
meninggalkan segala kenangan & cintanya pada Nanda di Indonesia. tempat baru..., suasana baru..., harapan baru..., kehidupan baru dengan orng2 baru pula mulai di jalani bian.
awalnya terasa sulit untuk bian, namun seiring berjalannya waktu perlahan mulai membaik.
sulit untuk menyesuaikan diri dengan suasana.., tmpt..., bahasa..., cara hidup jga orng2 baru membuat bian kewalahan namun semakin baik karena sudah mulai bisa.
sejak sekolah..., bian pintar dlm segala mata pelajaran kecuali b.inggris..., namun dengan kerja keras & tekat y konsisten..., kini ia mahir dalam berbahasa Inggris.
lagi2 karena seorang Nanda Ferli.
Bian bertemu & berteman dengan seorang mahasiswa asal Indonesia (KENZO) yang cukup akrab dengannya sekalipun beda vakultas. mereka bertemu d kantin kampus, bian menghampiri temannya yang sedang duduk menunggunya.
"hai..., dah lama...???", tanya bian pada Kenzo yang tengah duduk dengan memainkan laptopnya
"hai..., lumayan..., ± 3,5 abad", jawab Kenzo masih dengan menatap laptop di hadapannya
"sorry...,
btw lo mo mkn ap??? x ini biar gw traktir", bian tersenyum ke arah Kenzo krn mrsa tdk enak dg keterlambatan nya
"nah..., gitu donk..., coba klo begini dari tadi, pasti bahagia lahir batin lah gw", Kenzo tersenyum puas lalu memanggil pelayan Kantin & segera memesan dengan wajah bahagia
mereka menyantap makanan masing2 dengan lahap & perasaan bahagia, makan dengan cuaca yang sejuk adalah hal sederhana namun terasa luar biasa.
di saat ke-2 nya telah selesai makan..., tiba2 ada orang yang menghampiri mereka lalu duduk tanpa beban
...----------------...
cuaca kota London hri ini cukup sejuk, membuat banyak orang memilih beraktivitas di luar ruangan karena cuaca yang menyenangkan tak terkecuali bian.
setelah selesai kuliah..., bian memilih untuk makan di kantin kampus bersama teman barunya yang bernama Kenzo.
mereka bertemu di perpustakaan & menjadi cepat akrab karena sama2 orng Indonesia, sekalipun berbeda vakultas.
bian mulai bisa berbaur dengan teman2 kampus dari vakultas yang sama yaitu kedokteran, mereka berasal dari berbagai negara yang berbeda, namun tak bisa jalan ataupun sebatas makan karena kesibukan mereka.
hanya Kenzo yang bisa di ajak pergi kapanpun karena vakultas yang ia pilih tidak terlalu memakan banyak waktu.
bian makan bersama Kenzo dengan di selingi obrolan2 ringan seputar keseharian mereka sebagai mahasiswa asal Indonesia. namun obrolan terhenti dengan kehadiran wanita yang tiba2 datang di kursi samping mereka.
"hallo.., my name ia Bella", ucap bela memperkenalkan diri dengan seulas senyum terarah pada bian & Kenzo bergantian
"l am Kenzo", jawab Kenzo dengan tersenyum
__ADS_1
"bian", jawab bian acuh tanpa menatap lawan bicaranya
"where are you from..??", kembali Bella bertanya
"Indonesian, bian too", jawab Kenzo yang kembali menyantap makanannya
"really...??!??", tanya Bella dengan wajah kaget bahagia
"yes",acuh bian
"knp gw bru ketemu kalian skrng...??? seharusnya kita bsa kenal lbh cpt biar bsa jalan bareng..., gw sndiri d sini kya orng ilang tau gk...??? berasa jdi Hachiko si lebah yg sebatang kara..., tanpa teman tanpa saudara", ucap Bella dengan wajah sedih yang di buat2
"lo orng indo jga..?!", tanya Kenzo mulai semangat
"ibu indo ayah Inggris,
tpi lahir & besar d indo, ", jawab Bella dengan semangat 45
"muka lo gk da indo2nya", ucap Kenzo dengan menatap wajah Bella yang terlihat seperti penduduk lokal
" mata gw coklat..., produk indo punya nih.., ", Bella membalas ucapan Kenzo dengan menunjuk ke arah bola matanya yang berwarna coklat khas masyarakat Indonesia
"gw kira kontak lens", sanggah bian
"original. ehhh..., btw kalian dri vakultas apa..??", tanya bella penasaran
"kedokteran", jawab bian singkat
"bisnis", jawab Kenzo setelahnya
"anak pinter2 brarti yah..., woahhhh...,
sayang bgt kita gk sevakultas, jdi gk bsa nyontek hahahaaa"
ucap Bella dengan tawa renyah
"kalo lo dri vakultas mana. ??",tanya kenzo
"seni musik", jawab Bella dengan menghentikan tawanya
"wadaw..., gimna mo nyontek...., kita beda belahan bumi",
Kenzo tersenyum
"apa temen lo emang selalu kaku Kya gitu...???", tanya Bella berbisik di samping Kenzo
"cuma sma cw", jawab Kenzo
"what...??! oh my God...! kalian suka jeruk...??!!
apa kaum cw kya gw dah bnr2 kehilangan kharisma..??!", Bella berucap dengan ekspresi kaget yang berlebihan
",extrem bgt pemikiran lo, horror", jawab Kenzo sedikit tertawa
"bukan...???, trs knp jutek ke cw...???", tanya Bella penasaran
"l don't know, but...,
apa lo bnrn suka jeruk bi..??!", tanya Kenzo dengan ekspresi yang sama dengan Bella
"l am not gay, gw suka cw.., gw normal",
ucap bian tegas lalu bangkit dari duduknya hendak pergi
"mo ke mna lo...???", tanya Kenzo
"balik, btw nice to meet you bella...", ucap bian lalu pergi meninggalkan mereka yang masih terdiam di kursi masing2
bian memilih pergi meninggalkan area kampus lebih dulu.
ia berjalan menikmati suasana kota London seorang diri,
menikmati cuaca yang sangat menyenangkan & mampu membuat siapapun rela berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh sekalipun.
...****************...
#tbc
__ADS_1
#thank 🥰