Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#2 (mulai menerima kehadirannya)


__ADS_3

assalamualaikum....,


happy reading guys 🤗


...****************...


Riko memukul wajah bain dengan cukup keras, bian yang awalnya diam kini mulai emosi lalu membalas pukulan riko dengan tak kalah keras. beberapa siswa mencoba untuk memisahkan mereka dengan susah payah karena baik Riko maupun bian sudah sama2 emosi. Nanda duduk bersama Fani lalu meminum obatnya. semua orang menatap Nanda dengan penuh keheranan. mereka berfikir nanada sangan acuh setelah membuat Riko & bian saling pukul. bian menghampiri Nanda & menggebrak meja yg ada depan Nanda.


" jgn prnah ganggu gw lg. urus mslh lo sma cwo dungu itu tnpa nglibatin gw. ngerti...!!!?!", bentak bian Karena kesal dengan situasi sa'at ini


"gw dh telanjur suka sma lo, gw gk bsa njauhin lo. tolong buat diri lo nyama dg kehadiaran nanda ferli...",, sendu Nanda menatap mata bian


"cw muka tembok, gw benci lo", geram bian menatap tajam manik mata nanda


"gw suka sma lo", Nanda tersenyum tanpa beban ke arah bian


"cw aneh. lo hrs ke RS buat priksa, otak lo pasti bermasalah, cw gila.", gerutu bian lalu bangkit dari duduknya


Bian pergi dari kantin dengan bibir berdarah akibat pukulan Riko. sa'at jam istirahat ke-2 bian nampak berlari ke area parkir. karena penasaran..., Nanda membuntuti bian .


nampak seorang pria dewasa dengan setelan jas formal tengah menunggu, bian berdiri di hadapan orang tersebut dengan wajah tegang.


"bikin onar lagi...?? ! berhenti membuat q malu..!


contohlah KK mu wlw hanya sedikit..!


daddy lelah menghadapi polah nakal mu bian.", ucap ayah bian dengan nada tenang namun nampak jelas bahwa beliau sedang sangat marah


" ma'af dad", bian menunduk d hadapan sang ayah


"ttp diam & jgn memberi daddy kesulitan lg,


atau km akan daddy kirim ke Inggris bersma mommy mu itu", ucapan ancaman yang sudah bian dengar selama bertahun-tahun


"baik dad.", bian menunduk sampai ia tak melihat lagi mobil sang daddy


Daddy bian masuk ke dalam mobil lalu pergi.


Bian mematung untuk beberapa sa'at lalu berjalan menuju ke arah Nanda dengan tatapan dinginnya yang seolah bisa membekukan. sangat jelas raut wajah tak suka bian.


"lo...!??!", bian nampak kaget dengan kemunculan Nanda


" lo d sini...?? ngapain..?? ngikutin gw...??", Nanda bicara seolah tak pernah mendengar juga melihat apapun


"omong kosong", jawab bian acuh.


"ikut gw skrng", Nanda menarik pergelangan tangan bian, menaiki beberapa tangga


"mo ke mana..!?!", tanya bian bingung namun tetap mengikuti langkah Nanda & membiarkan tangannya di tarik oleh gadis aneh di depannya


"ikut aja", Nanda tersenyum & terus melangkah menaiki tangga sekolah


Nanda menarik tangan bian & berlari menuju atap sekolah.


cukup tinggi karena gedung sekolah terdiri dari 2 lantai.


Nanda melepas genggaman tangannya dari bian. ia tersenyum lalu menunjuk ke arah depan dari arah mereka berdiri.


tiba2 bian melompat ke pembatas bangunan & diam berdiri di sana. Nanda ikut naik membuat bian sontak kaget karena tidak melihat rasa takut pada mata Nanda.


"dri mana lo tau...?", tanya bian heran


" gw cuma ngarang, hehe", Nanda tersenyum menatap wajah bian yang ada di sampingnya


"cw aneh", ucah bian acuh


" gw cantik kn...??. tapi apa gunanya klo gk bsa idup lama y...,?? hehe..", Nanda kembali menatap lurus ke arah atap2 pemukiman warga


"cara ngomong lo..., seolah lo mo mati dg loncat dri sini", bian pun menatap lurus dengan cara yang sama


"gw gk akan mati dg bunuh diri, gK tau klo lo..., mo ttp d sini....???", Nanda menatap bian dengan tersenyum


" kls trakhir bentar lagi mulai. kita hrs blik ke kls", bian berbalik hendak berjalan pergi


" kita....???!?? Km & aq....??? sosweet....,", Nanda menatap bian dengan senyum manisnya


"trserah Lo aja lh. gila", jawab bian dengan pasrah karena sikap nanda

__ADS_1


Bian mulai berjalan meninggalkan Nanda yang masih diam di posisi awalnya, nanda tersenyum menatap punggung bian yang mulai menjauh lalu bergegas mengikuti langkah besar itu. namun tiba2 ia merasakan kepalanya sangat pusing & perlahan kesadaran Nanda mulai hilang. bian berbalik badan lalu bergegas lari menghampiri Nanda yang sudah tergeletak tak sadarkan diri. tanpa berfikir panjang bian langsung menggendong tubuh lemas Nanda menuju UKS.


Bian pergi dari kantin dengan bibir berdarah akibat pukulan Riko. sa'at jam istirahat ke-2 bian nampak berlari ke area parkir. karena penasaran..., Nanda membuntuti bian .


nampak seorang pria dewasa dengan setelan jas formal tengah menunggu, bian berdiri di hadapan orang tersebut dengan wajah tegang.


"bikin onar lagi...?? ! berhenti membuat q malu..!


contohlah kk mu wlw hanya sedikit..!


daddy lelah menghadapi polah nakal mu bian.", ucap ayah bian dengan nada tenang namun nampak jelas bahwa beliau sedang sangat marah


" ma'af dad", bian menunduk d hadapan sang ayah


"ttp diam & jgn memberi daddy kesulitan lg,


atau km akan daddy kirim ke Inggris bersma mommy mu itu", ucapan ancaman yang sudah bian dengar selama bertahun-tahun


"baik dad.", bian menunduk sampai ia tak melihat lagi mobil sang daddy


Daddy bian masuk ke dalam mobil lalu pergi.


Bian mematung untuk beberapa sa'at lalu berjalan menuju ke arah Nanda dengan tatapan dinginnya yang seolah bisa membekukan. sangat jelas raut wajah tak suka bian.


"lo...!??!", bian nampak kaget dengan kemunculan Nanda


" lo d sini...?? ngapain..?? ngikutin gw...??", Nanda bicara seolah tak pernah mendengar juga melihat apapun


"omong kosong", jawab bian acuh.


"ikut gw skrng", Nanda menarik pergelangan tangan bian, menaiki beberapa tangga


"mo ke mana..!?!", tanya bian bingung namun tetap mengikuti langkah Nanda & membiarkan tangannya di tarik oleh gadis aneh di depannya


"ikut aja", Nanda tersenyum & terus melangkah menaiki tangga sekolah


Nanda menarik tangan bian & berlari menuju atap sekolah.


cukup tinggi karena gedung sekolah terdiri dari 2 lantai.


Nanda melepas genggaman tangannya dari bian. ia tersenyum lalu menunjuk ke arah depan dari arah mereka berdiri.


tiba2 bian melompat ke pembatas bangunan & diam berdiri di sana. Nanda ikut naik membuat bian sontak kaget karena tidak melihat rasa takut pada mata Nanda.


"dri mana lo tau...?", tanya bian heran


" gw cuma ngarang, hehe", Nanda tersenyum menatap wajah bian yang ada di sampingnya


"cw aneh", ucah bian acuh


" gw cantik kn...??. tapi apa gunanya klo gk bsa idup lama y...,?? hehe..", Nanda kembali menatap lurus ke arah atap2 pemukiman warga


"cara ngomong lo..., seolah lo mo mati dg loncat dri sini", bian pun menatap lurus dengan cara yang sama


"gw gk akan mati dg bunuh diri, gK tau klo lo..., mo ttp d sini....???", Nanda menatap bian dengan tersenyum


" kls trakhir bentar lagi mulai. kita hrs blik ke kls", bian berbalik hendak berjalan pergi


" kita....???!?? Km & aq....??? sosweet....,", Nanda menatap bian dengan senyum manisnya


"trserah Lo aja lh. gila", jawab bian dengan pasrah karena sikap nanda


Bian mulai berjalan meninggalkan Nanda yang masih diam di posisi awalnya, nanda tersenyum menatap punggung bian yang mulai menjauh lalu bergegas mengikuti langkah besar itu. namun tiba2 ia merasakan kepalanya sangat pusing & perlahan kesadaran Nanda mulai hilang. bian berbalik badan lalu bergegas lari menghampiri Nanda yang sudah tergeletak tak sadarkan diri. tanpa berfikir panjang bian langsung menggendong tubuh lemas Nanda menuju UKS.


kabar pingsannya nanda pun menyebar ke seluruh penjuru sekolah, Fani berlari menghampiri Nanda di UKS dengan tangis yang menunjukkan begitu besar kehawatirannya.


Bian nampak bingung dengan reaksi Fani yang menurutnya terlalu berlebihan & semakin bingung sa'at mobil ambulance tiba. Nanda di bawa ke RS dengan ambulance berdasarkan instruksi ayah Fani. Dalam kondisi panik pun Fani masih sempat mengabari sang ayah tentang pingsannya nanda.


bian yang masih penuh kebingungan pun terpaksa kembali ke kelas setelah melihat Nanda brsma Fani pergi dengan ambulance.


......................


sejak hari itu Nanda tidak masuk sekolah karena harus menerima penanganan intensif di kamar rawatnya.


bian bertanya2 tentang alasan Nanda masih belum masuk sekolah hampir 3hari & mulai khawatir akan hal itu.


sa'at jam istirahat, bian melihat ke arah Fani masih dengan posisi duduk di kursinya.

__ADS_1


"Nanda msh sakit..?? parah...??", tanya bian dengan wajah tenang


" udah baikan, knp...??? khawatir...?? atau malah rindu....????!", jawab Fani dengan senyum meledek


"kalian sama2 aneh", ketus bian


" hehe...., tenang aja, bsok dia dah masuk sekolah", kembali tersenyum ke arah bian


",gk perduli", bian menanggapi dengan ketus


" tolak dia klo lo emang bnr2 gk suka,


tegasin ke dia klo kalian gk akn bsa bareng.


jgn ngasih dia harapan yg bisa bikin dia kecewa", ucap Fani dengan ekspresi serius namun tersenyum kemudian


"hah...????", bian mengernyit


" gw ke kantin dluan, bye.", Fani berlari kecil meninggalkan bian yang masih nampang terdiam


Muncul kebingungan dalam diri bian, banyak pertanya'an yang muncul dlm benaknya & semua pertanyaan itu bersumber pada 1 sosok "NANDA" . gadis yang bian anggap aneh namun mampu menarik perhatiannya. 1 sosok gadis yang membuatnya perduli sekalipun ia tutupi karena gengsi yang membumbung tinggi.


keesokan harinya Nanda berangkat sekolah bersama Fani,


di antar oleh ayah Fani sampai ke depan gerbang sekolah.


"dah papah...,", Fani melambaikan tangan ke arah sang ayah setelah sebelumnya mencium punggung tangan beliau


"dah sayang....,", balas ayah Fani dengan lambaian tangan & seulas senyum


"makasih dah mau nganterin ya om...,", Nanda tersenyum ke arah beliau


"sama2, inget Nanda..., kalo sakit langsung ke RS", ucap ayah Fani mengingatkan


"siap om'dokter..., gk sakitpun ttp hrs ke RS, hehe..", lagi2 senyum nanda yang nampak polos


" Fani pasti jagain Nanda pa.", Fani mulai berjalan menjauh dari posisi sang ayah


" itu tugas km sbg sodara, semanga belajarnya.", ayah menjawab dengan senyum yang tak pernah lekang


mereka masuk ke sekolah sedangkan ayah Fani pergi menuju RS. Fani & Nanda masuk ke dalam kelas & langsung mendapat tatapan dari bian, tanpa ragu Nanda langsung menghampiri bian yang tengah duduk tenang di kursi nya.


"selamat pagi....,", sapa Nanda dengan senyum ramah ke arah bian


" pagi", jawab bian tanpa ekspresi


"gw kangen sma lo, ma'af bikin kaget lo kemaren.


gw pasti dpt hukuman dri Tuhan Krn udh bikin lo ngrasa keganggu", Nanda berucap dengan masih menatap bian


"mungkin bnr", balas bian acuh


"tpi apa gw boleh ttp deket ama lo .?", ucap Nanda masih dengan tatapan yang sama


"ap selama ini lo pernah minta izin...??", jawab bian dengan wajah jengah


"gk, maka'a skrng gw minta izin biar gk dpt hukuman", senyum lebar Nanda berikan pada bian yang sudah mau menatapnya sa'at bicara


"trserah lo mo ngapain", ucap bian kembali acuh


"gk akn sungkan buat nempelin lo mulai skrng hehe..", jawab Nanda dengan wajah bahagia


"cw aneh", jawab bian dengan seulas senyum tipis


"itu panggilan sayang lo buat gw...????


ok..., gk masalah. apapun itu klo dri lo gw suka.", Nanda masih tetap tersenyum dengan menatap sang idaman hati


seiring berjalannya waktu..., nanda mulai dekat dengan bian, dekat yang sesungguhnya.


bukan hanya Nanda yg berharap dekat namun bian pun mulai merespon apa yang Nanda lakukan. kondisi kesehatan Nanda berangsur membaik, ada beberapa obat-obatan yang di kurangi. meskipun demikian Nanda masih harus tetap tinggal di RS.


...****************...


#tbc


#thanks 🥰

__ADS_1


__ADS_2