Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#12(12thn lbh muda)


__ADS_3

assalamualaikum...,


happy reading guys 🤗


...****************...


Hidup ada untuk di jalani..., suka duka adalah bumbu dalam kehidupan & itu pasti adanya.


London..., adalah kota di mana bian stay bersama sang ibu.


kini ia menjadi dokter spesialis bedah yang profesional & di akui kredibilitasnya dalam dunia kedokteran.


bian kini menginjak usia 35th..., artinya ia sudah menetap di London ±15thn lamanya.


kini ia sudah benar2 membuka diri untuk menjalin hubungan dengan seseorang, mengingat usia yang sudah cukup matang.


pagi ini bian bersama sang ibu tengah menyantap sarapan.


bian sangat menikmati menu khas Indonesia yang di masak langsung oleh sang ibu.


"bian mo nikah mom", ucap bian yang masih mengunyah makanannya


"mo nikah sma siapa..??", tanya sang ibu


"siapa aja yg menurut mommy baik, bian males klo hrs nyari sendiri", ucap bian


"namanya DIAS..., pegawai butik mommy,


slah 1 designer andalan mommy", tawar sang ibu


"Dias...??? Indonesia..??", tanya bian setelah menyelesaikan sarapannya


"yes, anak sahabat mommy asli orang solo.


dia cantik..., rajin sholat..., nurut sama orang tua..., pinter & berbakat..., berhijab pula..., paket plus-plus", ucap sang ibu seolah tengah mereview produk dagangan


"ok, selesai dri RS ntar bian ke butik", ucap bian yang mulai bangkit dari meja makan


"ok, bismillah semoga jodoh", ucap sang ibu dengan mengangkat ke-2 tangannya seperti tengah berdo'a


"aamiin..., bian berangkat dlu, bye mommy sayang", pamit bian dengan mencium pipi sang ibu dengan lembut


"hati2 sayang..,", ucap sang ibu yang ikut bangkit mengantarkan sang putra ke arah mobil


bian berangkat ke RS untuk bekerja seperti hari biasanya.


sang ibu berharap sang anak bungsu bisa mendapatkan jodoh yang baik, bisa menjadi teman hidup yang baik, bisa mengurus sang anak & cucu2nya kelak dengan baik pula.


waktu berjalan bahkan berlalu. sore hari menjadi waktu yang paling membuat bian kesal, karena lalu lintas sangat padat membuatnya mau tidak mau harus membaur dengan kondisi yang membuatnya penat hampir setiap hari.


bian langsung menuju ke butik sang ibu,


ia masuk ke dalam butik sa'at waktu menunjukan pukul 7pm.


"mommy udh mkn..??", tanya bian yang tengah menumpukan dagunya di pindang sang ibu


"Dias....", bukan menjawab justru ibu bian memanggil seseorang


"iya Bu...??", jawab seorang gadis berhijab menghampiri ibu bian


"udh mkn..???", tanya ibu bian dengan senyum ramah


"belum Bu..,",jawab gadis tersebut


"ok.., kenalin dulu...,

__ADS_1


ini Dias & ini bian anak saya,", ucap ibu bian dengan semangat


"Salam kenal ka bian", ucap Dias dengan malu2 & di balas senyum ramah dri bian


"mommy udh makan bi...,


km ajak Dias aja ya,.., dia blm makan kasian ntar kelaperan trs kurang gizi trs jdi kurus kerempeng gimna...??? jangan lah nanti gimana caranya Dias mbrojolin cucu2 mommy kalo dianya mlehoy alias lemes penyakitan...??!", ibu bian mulai heboh & semangat dengan ucapannya sendiri


ucapan panjang itu mampu membuat bian & Dias terbengong tanpa mampu membalas ucapan sang ibu negara.


mereka akhirnya sampai di salah 1 resto tak jauh dari butik ibu bian. mereka masuk ke dalam resto lalu duduk di salah 1 meja.


bian terus memperhatikan Dias dengan senyum penuh rasa penasaran sekaligus kaguman.


"kk jangan ngliatin gitu..., risih", ucap Dias menunduk malu


"sorry..., km mo mkn ap..??", tanya bian mengalihkan perhatiannya dari Dias


"salad sayur.., kentang goreng.., jus alpukat.., air mineral",


jawab Dias tanpa menatap bian karena masih fokus menatap buku menu


"ada lg...??", tanya bian menatap Dias yang masih acuh padanya


"udh itu aja", jawab Dias dengan menutup buku menu & meletakkannya di atas meja


"kenyang makan begituan doank..?? gk mo pesen yg Laen..??",


tanya bian menatap Dias


"kn ada kentangnya", jawab Dias membalas tatapan bian


"y udh, terserah km aja", ucap bian tersenyum menatap mata indah Dias


mereka makan malam dengan tenang & tanpa perbincangan apapun, hanya fokus menikmati makanan yang terhidang di atas meja.


bian mengantar Dias untuk pulang karena sudah hampir larut mlm.


setelah sampai di depan gedung apartemen tempat Dias tinggal..., mereka tak langsung turun dari mobil.


bian menahan Dias untuk menyampaikan niat baiknya.


beberapa menit mereka hanya diam di dalam mobil,


bian berusaha meyakinkan diri untuk menyampaikan niatnya melamar Dias untuk menjadi istri.


"km udh pu'a pacar...??", tanya bian menatap Dias yang masih tetap menunduk


"gk mau pacaran", jawab Dias dengan perasaan gugup


"mo nikah sama aq...??", tanya bian yang masih tetap memperhatikan Dias


"jgn ngusulin Dias Kya gitu..., gk lucu & gk suka", jawab Dias yang mulai salah tingkah


"aq serius dias...,


aq bkn anak abg yang suka maen2..,


km mau jadi istri aq...??? jadi ibu dri anak2 aq...??", tanya bian menatap Dias dengan lebih intens


"tpi kita baru kenal ka...,


kita GK tau sifat masing2..", ucap Dias membalas tatapan bian


"km nolak aq...??", tanya bian dengan tatapan kecewa

__ADS_1


"bkn gitu ..., aq.., aq.. aq cuma..., cuma blm yakin.


bisa kasih aq waktu buat ngeyakinin diri dlu...?", tanya Dias dengan menundukkan pandangannya.


"tpi jangan lama2 yah..., kk tunggu sampe Minggu dpn, bsa...??", tanya bian dengan senyum menenangkan hati Dias yang sempat takut


"insyaallah bsa ka", Dias tersenyum lega dengan ucapan bian yang mau memberinya waktu berfikir


...----------------...


Bian yakin Dias adalah wanita yang pantas untuk ia perjuangkan.., iya yakin Dias mampu menjadi istri jga ibu yang baik.


1 Minggu telah berlalu.., selama itu pula Dias mencari jawaban dari rasa bimbangnya melalui sholat mlm.


akhirnya..., setelah mendapatkan jawaban dari ikhtiarnya,


Dias memutuskan untuk menemui bian di RS .


Dias menunggu di kantin RS setelah mengabari bian sesaat setelah ia sampai di sana.


sekitar 15menit Dias menunggu d kursi kantin sembari menikmati 1 gelas jus alpukat kesukaannya.


"sorry..., lama yh..??", tanya bian sembari mendudukkan diri d kursi yang ada di depan Dias


"lumayan", jawab Dias dengan senyum tipis


"ias udh mkn...??", tanya bian


"blm, nungguin kk biar makan bareng", jawab Dias dengan sesekali meminum jus alpukatnya


"y udh skrng mo mkn ap...??", tanya bian membaca menu makanan yang ada


"kk msh ada praktek...??", tanya Dias menatap bian


"udh selesai, knp...??", tanya bian dengan menatap mata cantik Dias


"pengen makan nasi Padang, tapi tempatnya lumayan jauh", Dias menunduk takut bian menolak


"ayo jalan skrng", bian tersenyum melihat Dias yang menunduk


"jalan...??!, gk mau ah..., jauh.., cape ka...", Dias nampak sedikit panik & menolak dengan menggelengkan kepalanya


"naik mobil donk Dias sayang....,


masa iya kk tega liat km cape2 jalan", bian tersenyum lebar melihat Dias yang nampak menggemaskan.


Dias tersipu malu dengan panggilan sayang yang di ucapkan bian padanya.


usia mereka yang terpaut 12thn membuat Dias merasa di manja walaupun masih sebatas ucapan & intonasi saat bicara.


kelembutan bian memberi rasa nyaman dalam diri Dias.


...****************...


..."cara menyembuhkan luka kehilangan adalah ...


... kembali memiliki seseorang...,...


...kembali berharap walaupun takut kekecewaan...


...takdir itu selalu memberi 2 jalan berbeda...,...


...apa yang akan kita dapat tergantung pada apa yang kita pilih"...


...----------------...

__ADS_1


#tbc


#thanks yg dh baca 🥰


__ADS_2