
assalamualaikum....,
happy reading guys, 🤗
...****************...
tangisan ibu Nanda & Fani pecah tak mampu di tahan ataupun di redam. bian terduduk lemas dengan tatapan kosong . bingung dengan situasi & mengelak darifakta yang ada di depan mata. dengan kekuatan yang tak seberapa..., bian bangkit lalu berjalan gontai menuju kamar rawat Nanda.
bian mematung di tengah2 pintu masuk tanpa ekspresi.
ibu Nanda di bawa ke ruangan lain karena tak sadarkan diri, sedangkan Fani tak henti2nya menangis di samping jasad sang sahabat. Bian perlahan mendekat ia meraih telapak tangan Nanda yang sudah mulai terasa dingin, semua alat medis sudah di lepas tak terkecuali infus.
Bian menggenggam erat tangan Nanda lalu menciumnya berkali2 dengan pandangan tertuju ke wajah pucat sang kekasih hati.
"nan...., barusan gw mkn siomay kesuka'an lo & rasanya juga enak..., sayang bgt lo gk ikut nyobain tdi, besok gw bawain ke sini biar kita bisa mkn bareng yh...??? bareng ibu sma fani jga,
bisa bangun dulu gk nan...??? gw minta ma'af wlwpun lo dh nglarang & bilang gk mau di bangunin..., gw mohon bangun x ini aja nan..., please...., sayang..., ???? nanda ferli....???",
bian mulai terisak sa'at sadar tak ada respon dri tubuh nanda,
dunianya terasa runtuh menerima fakta kepergian gadis yang amat di sayanginya. ia kehilangan sosok ceria & penuh perhatian dari dalam hidupnya..., sumber kekuatannya & sumber kebahagiaannya telah pergi meninggalkannya sendiri.
Bian memeluk tubuh nanda dengan tangisan yang tak mampu ia bendung, ia mencium kening nanda yang sudah terasa dingin. bian menolak saat perawat akan mengurus jenazah Nanda.
"bian istighfar nak..., lepasin nanda...,", ayah Nanda mencoba membujuk bian yang masih memeluk erat jenazah sang putri
"nanda hrs ttp di sini om..., gimna klo nanti dia tiba2 sakit...?? dia hrs ttp di sini biar bisa di tangani dengan cepat, please jangan bawa nanda pergi om..., bian mohon.."
bian mulai menangis sesenggukan
"relain nanda..., Alloh lebih sayang dia...,", ucap ayah Nanda kembali untuk membujuk bian
"gimna bian hidup tanpa nanda om..???? gimana bisa hidup kalo sumber kekuatan & kebahagiaan bian pergi om..???",
bian mulai menangis histeris
"bian istighfar nak...!!! klo km trs kya gini kasian nanda.
dia harus segera di makamkan..., kuatkan hati km nak.
lepasin nanda..., biarin suster yang ngurusin,.., lepasin nanda..!", ucapan tegas ayah Nanda mulai menyadarkan bian dri rasa kalutnya
"ma'af om...,", akhirnya bian melepaskan dekapannya & membiarkan suster membawa jenazah nanda
"jodoh-rezeki-maut..., semua Alloh yg pegang.
jgn tangisi tapi do'akan, nanda butuh do'a dari kita yg msh hidup",. ucapan ayah Nanda perlahan bisa memberi sedikit ketenangan di hati bian.
hari trs berlalu..., sudah 1 Minggu setelah pemakaman Nanda d laksanakan. ayah Nanda menitipkan sebuah surat untuk bian. Fani menghampiri bian sa'at jam istirahat.
"udh mkn siang..?", tanya Fani
__ADS_1
"blm", jawab bian acuh
"gw bawain lo siomay.., makan dulu gih", ucap Fani dengan memberikan sebungkus siomay pada bian
"thanks, tpi gw gk laper", timpal bian Tampa menoleh
"trserah lo aja dah, btw ada surat buat lo...,
titipan dri orng yg sayang sma lo.", Fani meletakkan sebuah amplop putih di atas meja bian
Fani pergi meninggalkan bian setelah memberikan surat titipan dari ayah Nanda. awalnya bian tak perduli karena dia fikir itu surat dari salah 1 siswi yang menyukainya.
akhirnya sekalipun tanpa minat.., bian membuka surat tersebut, ia kaget sa'at tau isi surat itu sama dengan tulisan tangan Nanda. perlahan bian membaca kata demi kata yang tertulis. air matanya tak lagi bisa di bendung..., isakan mulai keluar dari bibir bian. bian berusaha luar biasa keras untuk keluar dari keterpurukannya.., ia berfikir untuk hidup hanya dengan kenangan Nanda di hatinya.
Hari berlalu..., kini bian kembali bangkit & sedikit banyak berubah. ia mulai sering tersenyum & ramah pada banyak orng, namun sekalipun demikian..., hati bian masih milik orang yang sama. bian mulai bisa berbaur dengan banyak orang. begitu banyak pengaruh positif yang Nanda berikan untuk kehidupan bian.., bahkan setelah Nanda tak lagi ada sekalipun. kini bian merasa perubahannya merubah banyak hal, jauh lebih baik dari dirinya yang dulu..., semuanya berkat sosok gadis tercinta NANDA FERLI .
Hari ini bian menemui ayah & KK nya di hotel milik sang ayah,
mereka makan malam di restoran yang ada di hotel tersebut.
mereka ber-3 makan dengan tenang di dlm ruangan private mewah itu.., hanya mereka tanpa ada sosok ibu. perceraian orang tua bian terjadi sa'at anak2nya masih kecil, sang ibu menggugat cerai karena tidak tahan dengan sifat egois & keras kepala sang ayah.
bian memiliki KK laki2 bernama ALDO yang terpaut usia 8thn darinya. berbeda dengan bian..., Aldo mampu menjadi kebanggaan sang ayah. Aldo mampu menjadi salah 1 pebisnis muda yang sukses, dengan didikan keras sang ayah membuat Aldo menjadi orang yang keras pula terutama dalam berbisnis. namun sedikit lebih lembut sa'at menyangkut bian & sang ibu. setelah hampir 1/2 jam..., mereka menyelesaikan makan malam & mulai berbincang.
"gimana sekolah km bi....???", tanya Aldo lembut pada sang adik
"baik", jawab bian singkat
"ya", lagi2 hanya jawaban singkat yang bian berikan
"gadis itu meninggal, kan...???", ucap sang ayah dengan santai
"aq pergi sekarang", bian beranjak dari duduknya
"ouh..., no-no-no-no..., please.., and dad.....,
kesempatan langka untuk kita bisa kumpul seperti ini,
berhenti menyinggung bian, ok...??? please..??",
ucap Aldo dengan menahan lengan sang adik & menariknya untuk duduk kembali dengan lemah lembut
"ok..,", ucap acuh sang ayah
"ini pasti sulit untuk km...,", Aldo mengusap punggung bian dengan penuh perhatian
"hmmm", bian mengangguk pelan
"dia siapa untuk mu...??? sumber semangat & kekuatan mu...??
atau justru dia membuat mu terpuruk & hancur...???",
__ADS_1
tanya Aldo dengan menatap mata bian dengan serius
"dia kekuatan & penyemangat q bertahan hidup", jawab bian dengan membalas tatapan sang km
"kenang dia dengan cara itu, jgn terpuruk karenanya...,
yakin & pasti..., sa'at km bahagia.., dia akan lbh bahagia",
ucap Aldo dengan tersenyum
" lalu bagaimana dengan kk..?? apa kk bisa melupakanya..??", tanya bian ke arah Aldo
"kita tdk bisa melupakan masa lalu,
sekalipun amnesia.., hati kita akan ttp mengingatnya." jawab Aldo yang kembali tersenyum
"Dia yg menyakiti kk saja susah di lupain...,
gimana sama aq ka...?? dia merangkul q utk bangkit di sa'at dia sendiri sedang menahan rasa takutnya..., dia menahan sakitnya untuk bisa tersenyum di depan q..., dia yang bahkan sesa'at sebelum ajal datang.., meminta q utk kuat & bahagia..,
tidak ada alasan untuk q bisa melepaskannya ka",
bian mulai menangis di hadapan sang kk
"seiring berjalannya waktu.., semua akan membaik, percaya itu..., kenang dia tapi jangan lupa..., dia akan lbh sedih sa'at km terluka karenanya" Aldo mengusap lembut kepala bian dengan seulas senyum
"dia hrs punya keturunan, lupakan gadis itu", tegas sang ayah tanpa beban
"aq mungkin bsa menghamili wanita manapun, tpi bukan untuk mencintai", ketus bian yang mulai kembali emosi
"hidup hanya perlu uang bkn cinta", tegas sang ayah
"awalnya saya berfikir mommy sgt egois Krn memilih pergi meninggalkan keluarganya, tpi skrng saya faham.......,
karena daddy hanya menuhankan uang..!! melepas mommy untuk memuja uang yang benda mati.
tak perlu cinta...?? baiklah..., hiduplah bersama uang yang anda agungkan itu...!! jgn mengganggu hidup saya, jalani saja hidup Daddy dengan benda mati itu..!", bian bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruang private tersebut dengan emosi yang memuncak
Bian pergi meninggalkan ayah & aldo, lalu menuju kos2an barunya. bian memutuskan tinggal di kos2an karena sudah tidak tahan dengan sikap sang ayah yang semakin hari semakin keterlaluan.
...----------------...
..."tak bisa melupakan..., cobalah untuk mengikhlaskan....
...blm dapat tertawa...., mulailah dengan tersenyum"...
...****************...
#tbc
#tahanks 🥰
__ADS_1