
Ujian ku telah usai, Aku pun kini sudah resmi menikah dengan Imam. Imam kini sudah berstatus sebagai suami sah ku.
Setelah aku menikah, Tidak ada Gangguan dari Andrean.
beberapa bulan berlalu, Malam itu.
Aku kembali bermimpi tentang Andrean. dalam mimpi ku, Aku melihat dia sedang dalam keadaan yang menyedihkan. dia menatap ku dengan kedua mata yang lesu dan berkaca kaca.
"Andrean."
"Indah, Aku sudah menunggu kamu begitu lama, Mencintai kamu dan menjaga mu, tapi kali ini kamu benar benar mengecewakan ku. Aku terluka karena mu."Ucap Andrean.
Aku hanya diam mendengar ia mengucapkan kata kata kecewa pada ku.
"Aku akan mengambil anak mu sebagai ganti nya."Ucap Andrean.
"Anak?." batin ku. Apa aku hamil?."
"Jangan, Anak ku tidak bersalah, Aku yang bersalah karena sejak awal, aku tidak mengatakan sejujurnya pada mu, kalau kita tidak bisa bersama. aku minta maaf kalau sudah mengecewakan mu. maafkan aku."Ucap ku dengan tulus.
Aku tak ingin menyakiti hati nya, Aku juga berharap permintaan maaf ku bisa membuat anak dalam kandungan ku bertahan. kalau memang aku sedang hamil.
__ADS_1
Andrean terdiam, dia berjalan mendekati ku, aku pun tidak berjalan mundur. aku menatap nya.
"Boleh aku memeluk mu, mungkin untuk yang terakhir kali."Ucap Andrean. Aku menganggukan kepala ku.
Sosok di depan ku sangat tampan da tidak menakutkan, aku pun mengiyakan nya.
Ia lalu memeluk ku, pelukan itu terasa sangat nyaman dan rasa nya aku tidak ingin melepaskan nya.
"Aku sudah memaafkan mu, Aku juga minta maaf sudah menganggu mu, tapi kamu adalah wanita yang aku cintai, Jika kamu merindukan ku, maka kembali ke rumah orang tua mu, berdiri di teras rumah dan sebut nama ku 3 kali, maka aku akan datang menemui mu."Ucap Andrean.
"Iya."jawab ku.
Setelah berpelukan. Andrean menatap ku dengan senyuman nya yang sama seperti sebelum sebelum nya ia melihat ku.
Namun setelah beberapa saat kami berciuman, Kami mengakhiri nya. Andrean pun pamit pada ku, ia melambaikan tangan nya meninggalkan ku.
entah ada apa dengan ku, Aku merasa sedih saat Andrean pergi, air mata ku menetes. melihat nya pergi.
Saat aku bangun dari mimpi ku, Aku segera mengecekkan diri ku, apa aku benar benar hamil?.
dan aku sangat terkejut saat aku melihat hasil tespek yang aku lakukan, ternyata aku benar-benar sedang hamil.
__ADS_1
seperti yang Andrean Katakan padaku dalam mimpi itu.
aku segera memberitahu Imam dan keluargaku dan mereka sangat senang setelah mengetahui kehamilanku, meski masih terlalu muda untukku menjadi seorang ibu, tapi aku berjanji pada diriku aku akan menjadi Ibu yang baik untuk anak-anakku.
Beberapa sudah berlalu, Aku merasa merindukan sosok Andrean yang selalu hadir dalam mimpi ku, kini sekali pun tidak pernah.
Hingga anak pertama ku lahir, Aku di antar Andrean ke rumah orang tua ku untuk menjalani masa nifas disana. Sementara Andrean baru meneruskan usaha orang tua nya yang baru saja ia mulai.
Aku sangat senang saat aku dengar Andrean akan meminta Ibu ku merawat ku, Karena aku merasa punya kesempatan untuk bertemu Andrean.
Mungkin ini hal bodo, Tapi aku merindukan nya.
Setelah masa Nifas ku selesai, Aku duduk di teras rumah berjemur di pagi hari. Aku mencoba menyebut nama Andrean 3 kali seperti yang dia katakan jika suatu hari aku merindukan nya.
dan benar saja, Andrean muncul dengan senyuman yang ku rindukan itu. "Hallo Indah, Senang bertemu dengan kamu kembali."
"Iya, Aku juga senang." balas ku.
Kami hanya saling menyapa, Dan aku melakukan hal itu (Menyapa) saat Aku datang ke rumah orang tua ku.
Selesai.
__ADS_1
Nantikan kisah horor romantis selanjutnya ya, dengan kisah yang lebih seru dan menyentuh hati. Terima kasih 🙏