
Setelah aku memberitahu hal ini pada Ayah dan Ibu, Aku pun di beritahu sesuatu yang sama sekali tidak aku tahu sebelum nya.
"Indah, apa kamu masih ingat saat kamu di ruqyah waktu itu?, yang mata Batin mu di tutup?." Tanya Ibu ku.
Yah, Aku mengingat saat itu aku masih Smp. Aku pun menganggukkan kepala ku.
"Waktu Itu, Papa dan Mama di beritahukan kalau saat kamu Akhil balig, sosok Jin yang selama ini mengikuti kamu akan kembali. dan Mata Batin kamu juga akan kembali bisa melihat mereka." Ucap Ibu ku.
Aku terdiam. Setelah sekian lama aku tidak lagi bisa melihat mereka, Kini aku akan kembali melihat mereka. saat aku melihat di sekeliling ku, aku tak menemukan apa pun. tidak ada mereka dari dunia lain, Sedikit kekhawatiran ku hilang.
"Besok, kita kembali ke sana untuk meminta Solusi dengan Pak Kiyai, semoga ada jalan."Ucap Ayah yang juga kini tampak khawatir.
Setelah berpamitan, Aku pun kembali ke sekolah, Saat baru akan turun dari mobil ayah ku, Aku kini pun menyadari kalau penglihatan ku telah kembali.
Aku menjadi takut untuk turun dari mobil. Ayah melihat ku dan menggenggam tangan ku. "Tidak apa-apa, hiraukan saja mereka."Kata Papa.
Walau ragu, Karena aku selama ini sudah terbiasa dengan diri ku yang tak bisa melihat sosok sosok dari dunia lain itu. kini kembali. melihat mereka, Aku rasa nya sangat takut.
Namun aku mencoba memberani kan diri untuk turun dari mobil. Aku melambaikan tangan mengiring kepergian mobil ayah ku. Lalu aku membalikkan tubuh ku menatap gedung sekolah. dengan helaan nafas berat, Aku berjalan masuk.
Kaki ku terasa berat, dada ku berdebar karena takut. "Indah." Tepukan di pundakku membuat aku terkejut.
__ADS_1
"Ah..."
"Indah, Kamu kenapa?." Tanya Teman ku Sisil yang seperti nya ia terkejut karena teriakan ku.
"Sil."
"Kamu sakit?."
"Gak apa-apa Sil. masuk yuk."Ajak ku dengan cepat.
Karena ada sosok di samping kami saat itu, pura pura aku tidak bisa melihat nya.
Saat di jam berjalan. sial nya, Aku ingin ke toilet untuk buang air kecil. Membayangkan toilet adalah tempat yang kotor dan di sukai oleh Mereka membuat Aku merasa takut untuk pergi. namun semakin memikirkan nya, Aku semakin ingin buang air kecil.
"Indah, Kenapa?."
"Aku mau kencing Sil."
"Ya udah, Pergi lah." Ucap Sisil. Aku hanya diam saja.
"Mau ditemani?." Tanya Sisil lagi. Aku tersenyum kecil dan mengangguk.
__ADS_1
Sisil pun tersenyum dan Mengiyakan. Dengan di temani Sisil aku menuju ke toilet saat masuk tidak ada yang aneh sama sekali. aku merasa sangat lega dan buru buru masuk ke dalam salah satu bilik toilet yang di ruangan itu memiliki 4 bilik.
Saat aku tengah asik duduk. tiba tiba saja Pintu toilet ku di ketuk.
Tok
Tok
Tok
Ketukan itu. sontak aku menjawab nya. "Ada Orang."
Namun ketukan itu masih terdengar. pintu toilet gantung yang bisa melihat ke luar dari bawah, dengan segera aku menundukkan sedikit kepala ku untuk melihat siapa yang terus mengetuk, padahal aku sudah menjawab nya.
Namun hal yang membuat aku terkejut saat aku melihat sepasang kaki yang tidak menginjak lantai. Aku menelan Saliva ku, Aku bingung harus melakukan apa saat itu. aku berharap sosok itu segera pergi setelah aku selesai buang air. agar aku bisa keluar.
Namun ketukan pintu itu terus terdengar. aku memilih diam dan tak menjawab lagi. karena aku tahu yang di luar itu bukan manusia.
Setelah beberapa saat aku di dalam, Ketukan itu sudah hilang, Saat aku melihat ke bawah, Sosok kaki itu pun sudah tidak ada.
dengan segera aku memperbaiki rok ku dan berdiri dan segera keluar. namun baru melangkahkan kaki ku keluar dari bilik toilet itu. Aku melihat sosok wanita dengan wajah hancur duduk di atas Wastafel, membuat aku sangat terkejut dan ketakutan.
__ADS_1
Blug.
Aku pingsan dan tak sadarkan diri.