
Hari itu.
Lia muntah muntah karena morning sickness yang ia rasakan, Karena kurang nya makan dan tubuh yang lemah, Lia jatuh pingsan.
Orang orang yang melihat pun segera membawa Lia ke rumah sakit, namun saat itu lah, Kisah sedih Lia di mulai.
Setelah mahasiswi dan mahasiswa yang mengantar Lia ke rumah sakit, mendapatkan kabar dari dokter kalau Lia hamil, Kabar ini pun langsung menyebar di kampus Lia. Membuat Lia semakin terpukul karena ini.
saat ia sadar dari pingsan nya, Ia mendapatkan kabar kalau Kehamilan nya sudah menyebar di kampus. Namun Lia tahu ini pasti akan terjadi ketika ia mempertahankan bayi ini. Lia pun memilih diam walau hati nya terluka cukup dalam.
namun Lia sangat bersyukur karena Orang tua nya belum tahu, Ia pasti akan memberitahu orang tua nya, tapi saat Ini Lia benar benar belum siap.
Keesokan hari nya.
Saat Lia kembali ke kampus, Ia di tatap aneh oleh orang orang, semua memberikan nya tatapan yang mengintimidasi.
Namun hal itu Tak membuat Lia terus melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam kampus.
Saat baru mencoba untuk menguatkan diri nya kalau ia bisa melewati semua nya. tiba-tiba seseorang memberitahu nya kalau Ia di panggil oleh Pihak kampus.
__ADS_1
Mendengar ia di panggil, Lia pun sudah menebak pasti semua karena kehamilan nya, Namun hal yang tidak di sangka sangka, Ia di Drop Out dari kampus. hal itu membuat Batin Lia semakin terguncang.
Bagaimana ia menjelaskan dengan kedua orang tua nya, Kalau ia di keluarkan dari kampus karena kehamilan nya.
Saat itu, Lia benar benar hancur Sekali, ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga juga.
Lia duduk di taman kampus. Merenung bagaimana cara ia mengatakan hal ini pada orang tua nya.
Di tengah di lema nya, Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Lia.
"Lia." Sapa nya.
"Sil."
"Aku turut sedih ya, mendengar kabar kamu di DO, sabar ya Li."Ucap Sisil.
"Aku ga tahu lagi harus gimana, Aku takut buat ngomong semua ini dengan Ayah dan ibu ku, mereka pasti sangat marah." Ucap Lia. Ia menundukkan kepala ny dan menangis.
"Sabar ya. kamu harus kuat."Sisil memeluk Lia. lia pun merasa sangat terharu karena di saat kondisinya seperti ini, hanya Sisil yang datang untuk merangkul nya.
__ADS_1
"Makasih ya Sil."
"Lia, Kamu gak ikut aku ke Kumpulan aku, Tempat kita bia sharing sharing masalah kita, percaya deh pasti akan ada jalan keluar nya."Ucap Sisil.
"Kumpulan apa?."
"Kumpulan Orang orang yang punya masalah kayak kamu hadapi saat ini, Aku juga dulu ikut ini dan semua masalah aku bisa teratasi."Ucap Sisil.
Lia sejenak diam. memang nya masalah yang ia hadapi saat ini, apa ada solusi nya, Ia rasa solusi nya saat ini adalah memberitahu Kedua orang tua nya.
Namun Karena Sisil sudah baik pada nya dan mau datang merangkul nya, Lia pun menyetujui nya, Lagi pula, tidak ada salah nya ia ikut untuk mencoba. pikir Lia.
"Boleh dech."Balas Lia.
"Ya udah, hari Minggu kita ketemuan ya, nanti kita sama sama kesana."Ucap Sisil.
"Oke."
"Nanti aku chat kamu dech."Ucap Sisil lagi. Lia pun mengangguk.
__ADS_1
Sisil lalu menawarkan Lia untuk mengantarnya pulang, Lia pun dengan senang hati menerima nya dan kedua nya pulang bersama nya