Cinta Dunia Lain

Cinta Dunia Lain
17 - Teman Hantu


__ADS_3

Alin di bangunkan oleh Ibu nya dan ia melihat hari sudah malam. "Bangun nak, Ayo makan."Ajak Ibu Alin.


Alin pun mengangguk dan beranjak dari tempat tidur. berjalan ia mengikuti ibu nya dan tampak ada Om Alin yang kebetulan main kesana. Alin pun menghampiri dan menyapa nya.


"Om Rey." Salim Alin.


"Alin, Kamu ada disini, gak kuliah?." Tanya Om Rey, karena ia tahu nya Alin tinggal di kota lain dan ngekost disana.


"Ada Om, Cuman lagi pingin pulang saja Om."Balas Alin.


"Ah, begitu baru anak yang bagus, Papa dan Mama mu pasti sangat senang kamu pulang."Ucap Om Rey.


Bu Suri dan Pak Yanto pun tertawa dan mengangguk. karena Alin adalah Bungsu yang mereka sayang, setelah kakak nya. Namun kakak Alin juga sama merantau jauh karena di utus Oleh Kantor tempat ia bekerja.


"Kamu masih bisa melihat mereka Alin?." Tanya Om Rey.


Alin mengangguk dengan wajah yang agak sedih, namun masih menyembunyikan nya dengan senyuman nya.


Setelah obrolan mereka, Semua pun makan bersama di meja makan dan lanjut mengobrol ringan di meja makan.

__ADS_1


Karena hari sudah malam, Alin pun menginap di rumah ibu nya, Ia di kamar pun bertelefonan dengan Karin yang mengkhawatirkan diri nya yang tidak masuk kampus da mengabari nya.


"Kamu pulang, Kok mendadak Lin?." Tanya Karin terkejut karena mendengar Alin pulang.


"Rin, Kamu ingat gak aku pernah melihat sosok hantu laki laki di parkiran di kedai makan waktu itu." Ucap Alin.


"Iya, Terus.."


"Sosok itu tuh ngikuti aku terus Rin, Aku tu risih banget pura pura ga bis lihat dia, Hingga akhir nya dia tahu aku bisa lihat dia, dan karena ulah dia, Hantu hantu di kost juga tahu kalau aku bisa melihat mereka. Aku kesal banget tahu ga."Ucap Alin menceritakan sesuatu yang selama ini pendam, karena Jason terus mengikuti nya dan membuat ia tidak leluasa untuk berkata kata.


"Ah Masak sih separah itu Lin, Terus dia ada di samping kamu sekarang?." Tanya Karin lagi.


"Tapi ganteng gak?."


"Kalau ganteng memang nya kenapa?."


"Ga apa apa, Nanya aja, Tapi... Buat apa dia ngikuti kamu Lin, kamu ga tanya dia?." Ucap Karin lagi.


"Gak, Aku malas ngomong sama dia."Balas Alin.

__ADS_1


Obrolan Alin dengan Karin di telefon pun di dengar pak Yanto dan Bu Suri yang berdiri di luar pintu kamar Alin. Tentu hal itu membuat kedua orang tua nya khawatir.


•••


Keesokan hari nya.


Alin pun pamit kepada Pak Yanto dan Bu Suri untuk kembali ke kostan nya.


"Jaga diri Alin, Kalau ada apa apa, hubungin Papa dan Mama."Ucap Pak Yanto.


"Iya Nak, Ingat, kamu harus mengabari Papa dan Mama kalau Kamu merasakan sesuatu yang tidak nyaman."Ucap Bu Suri.


Alin mendengar hal itu pun menganggukan kepala nya, Kata kata itu sudah biasa di dengar dari orang tua nya yang khawatir pada nya. namun hari ini ia melihat kekhawatiran di wajah sang ibu nya yang tidak biasa.


"Mama tu sebenarnya lebih suka kau kuliah disini, dari pada di kota orang, Mama lebih tenang kalau kamu kuliah disini, Mama dan Papa kan juga bisa jaga kamu."Tutur Bu Suri.


"Alin akan baik baik aja Ma, Jangan khawatir."Balas Alin menenangkan ibu nya.


Setelah berpamitan, Alin pun kembali dengan kereta nya, Namun ia tidak melihat ada Jason di sekitar nya, Apa Jason suda pergi dan tidak menganggu nya lagi?

__ADS_1


__ADS_2