Cinta Dunia Lain

Cinta Dunia Lain
23 - Setangkai Mawar


__ADS_3

"Terima kasih Aina, kamu sudah mengantar ku pulang."Ucap Rey. Aina pun mengangguk mengiyakan.


"Mobil Mas Rey mana?." Tanya Aina yang kelupaan menanyakan hal itu.


"Aku tidak membawa mobil, tadi aku bersama Pacar ku dan dia menurunkan ku di jembatan."Balas Rey.


"Oh Gitu, baiklah Mas, Saya pulang dulu."Balss Aina.


Qal


Rey Menatap ke pergian Aina. dengan perasaan yang masih sedih, ia pun masuk ke dalam rumah.


Saat sampai di rumah, Aina merasa sangat lelah, ia pun membaringkan tubuh nya di tempat tidur, tersenyum membayangkan sosok Rey yang sangat tampan.


"Tega banget sih cewek nya, padahal Mas Rey tampak sangat mencintai nya, tapi kenapa dia Setega itu."Batin Aina.


•••


Keesokan hari nya.


Aina pun bekerja seperti biasa, Seperti biasa pula ia melayani para pembeli.


Di tengah kesibukan nya. Rey muncul di hadapan Aina. melihat Rey, Aina pun tersenyum.


"Mas Rey."


"Aina, Aku ingin mengajak mu makan siang, Apa kamu bisa?." Tanya Rey.


"Maaf Mas, saya lagi kerja gak bisa, Tapi kalau Mau, Nanti malam saja mas, setelah saya pulang kerja."Balas Aina.

__ADS_1


"Baik lah, nanti aku jemput ya."Ucap Rey tersenyum menatap Aina.


Aina berdiri menatap Rey yang berjalan pergi setelah pamit pada nya, senyum senyum malu ia membayangkan kesenangan bisa jalan dan makan dengan Rey.


Robi yang melihat Aina begitu terpesona dengan Rey pun menggelengkan kepala nya.


"Udah tahu aja nih nama nya."Ucap Robi.


"Iya dong, buat apa lama lama kalau bisa cepat."Balas Aina lalu berlalu pergi dari sana.


Robi tersenyum menggaruk kepala nya, melihat Aina begitu cepat kenalan dengan laki-laki sementara diri nya begitu susah mendapatkan wanita.


"Aina." Panggil atasan Aina.


"Iya Bos."


"Kita dapat banyak orderan bunga, Kamu dan Robi siapkan, habis itu kamu antar ke alamat ini." Ujar Bos Aina. Aina pun mengangguk dan segera menyiapkan pesanan bunga itu.


Aina sudah biasa masuk ke kantor kantor mengantar pesanan bunga, namun ini kantor baru yang menjadi langganan mereka.


Aina lalu masuk, namun di hentikan langkah nya oleh satpam yang berjaga.


"Nona, ada keperluan apa?." Tanya Satpam


"Saya mau mengantar bunga pak."Balas Aina.


"Oh, Mbak Aina Ya?." Aina segera mengangguk, entah bagaimana Orang ini bisa tahu nama nya.


"Mari, saya antar."

__ADS_1


Dengan menggotong keranjang Aina di tuntun masuk ke sebuah ruangan di lantai 6, Saat pintu di buka satpam, Aina terkejut karena itu adalah Rey.


Keterkejutan Aina berubah menjadi senyuman saat ia melihat Rey yang ternyata memesan bunga di toko nya.


"Ayo Aina masuk."Kata Rey.


Aina pun masuk ke dalam dan Satpam pergi dari sana.


"Mas Rey yang pesan bunga?."Tanya Aina.


"Iya, Agar bisa bertemu dengan kamu."Balas Rey.


Aina dan Rey pun duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.. ruangan nya sangat besar, lebih besar dari rumah Aina.


"Aina, sebenarnya saya ingin mengucapkan terima kasih sama kamu, karena kamu menghampiri ku, aku sedikit lebih sadar untuk tidak bersikap bodo."Ucap Rey.


Aina tersenyum. "Bukan kah kita sebagai sesama manusia harus saling mengingatkan Mas."Balas Aina. Rey mengangguk.


Tiba tiba seseorang mengetuk pintu, lalu beberapa orang masuk membawa makanan ke atas meja.


Aina yang melihat makanan banyak di meja pun menelan Saliva nya.


"Aina, Makan siang dulu ya, sebelum kamu kembali kerja."Ucap Rey.


"Tapi makanan banyak sekali Mas."


"Ga apa apa, Kamu harus mencoba semua nya."Balas Rey.


Aina dan Rey pun makan, meski mulut berkata Makanan ini terlalu banyak, Tapi makanan nya semua habis tak bersisa di makan Aina yang begitu lahap, Rasa nya sangat enak, seperti nya ini adalah makanan restoran bintang lima."Batin Aina.

__ADS_1


Melihat Aina begitu lahap makan, Rey hanya tersenyum dan menatap Aina.


__ADS_2