Cinta Dunia Lain

Cinta Dunia Lain
13 - Teman Hantu


__ADS_3

"Rin, Aku seperti nya ga enak badan, kita pulang yuk."


"Kamu sakit?, ga mau makan dulu?."Tanya Karin.


Alin mengisyaratkan Karin dengan mata nya, Karin yang tahu kalau Sahabat nya yang seorang indigo melihat sesuatu pun mengiyakan ajakan sahabat nya.


Dengan meminta maaf pada pelayan yang berdiri di samping mereka, Kedua nya lalu berjalan keluar dari Tempat itu.


Saat berjalan keluar menuju ke parkiran, Alin melihat seorang laki-laki sedang berjalan begitu dekat dengan motor nya.


Karena Alin tahu kalau motor nya sedang panas, apa lagi Orang itu berdiri dekat knalpot motor nya, Reflek Alin berteriak.


"Mas, knalpot nya panas."Ucap Alin.


Namun saat sosok itu berbalik melihat Alin, saat itu membuat Alin mematung, Karena ia melihat sosok laki laki dengan wajah pucat dan berdarah di pelipis mata nya, membuat Alin sudah bisa tahu kalau sosok itu bukan lah manusia. Karin yang melihat Alin meneriakin seseorang namun tidak tampak ada siapa siapa di tempat parkiran itu, membuat Karin menepuk Alin yang mematung.


"Lin, kamu kenapa?." Tanya Karin.

__ADS_1


Alin lekas mengalihkan perhatian nya, Namun sosok itu berjalan mendekati Alin, karena ia merasa Alin bisa melihat nya. membuat Alin tegang.


"Kamu bisa lihat aku ya?." Tanya nya pada Alin. Namun Alin pura pura tidak melihat dan mendengar..


Ia mencoba mengatur nafas nya dan mencoba untuk tenang. "Gak apa-apa, Aku lagi gak enak badan Kar. kita pulang aja ya."Ucap Alin.


Saat ini ia pun tak berani mengatakan pada Karin apa yang ia lihat tadi di kedai makan. karena nanti sosok yang ada di samping nya ini akan tahu kalau ia bisa melihat diri nya.


"Nanti aku chat ya Rin." Ucap Alin sembari mengedipkan mata nya beberapa kali secara cepat pada Karin. Alin mencoba untuk memasang senyuman pada Karin.


"Aku antar ya Sampai rumah?." Ucap Karin.


Alin menganggukan kepala nya, Ia pun menyetujui ajakan Karin yang ingin mengantar nya, Walau mereka beriringan. Tapi Alin sangat menghormati tawaran Karin.


Karin lalu naik ke atas motor dan menjalankan nya, Ia memastikan diri nya tidak di ikuti sosok itu. walau ia hanya melihat sekeliling pura pura melihat sekitaran. padahal ia melihat sosok yang tadi menyapa nya, Kini berdiri mematung menatap nya saja.


Alin merasa tenang setelah ia tidak di ikuti. saat sampai di kost, Karin pun pamit pulang pada Alin.

__ADS_1


"Jangan lupa WA ya."Ucap Karin memastikan. jiwa kepo nya meronta ronta, karena Alin tidak menjelaskan apa pun.


"Iya, hati hati Rin."Balas Alin.


Alin pun masuk ke dalam kost, ia merasa sangat lelah, saat menuju ke kamar, ia masih melihat pemandangan yang sama, Dimana sosok kuntilanak meringkuk di sudut tangga.


Alin membaringkan tubuh nya di tempat tidur. ia memejamkan mata nya tertidur tanpa sadar.


Saat ia bangun, hari sudah gelap, Alin melihat pesan dari Karin yang menunggu nya mengirim pesan, rasa lelah itu membuat Alin lupa mengirim pesan pada Karin hingga ia tertidur.


Alin pun menjelaskan lewat wa, apa yang tadi ia lihat di dalam kedai makan, dan apa yang membuat ia tak bisa berkata kata saat sampai di parkiran. Membaca pesan Alin, Karin merasa ngeri dan bersyukur tidak jadi makin disana.


"Aku sangat bersyukur Lin pun teman seperti mu, Kalau kau tidak melihat hal itu, kita pasti sudah makan disana. pantas saja ramai sekali."Balas Karin.


Setelah saling mengirim pesan dengan Karin. Alin pun masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka nya. menyegarkan diri nya lebih dulu.


Namun saat ia keluar dari kamar, sesuatu yang ia lihat membuat ia hampir berteriak dan bereaksi setelah melihat apa yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


__ADS_2