
Tapi aku kembali bermimpi Andrean.
"Indah, Jangan takut sayang, Aku akan selalu menemani kamu."Ucap Andrean.
Dengan senyuman hangat nya, Tangan nya membelai kepala ku. aku pun terbangun dari tidur ku.
saat aku terbangun, Aku sudah ada di rumah. tampak Sisil duduk di samping ku menemani ku. Ia segera memanggil Ibu dan Ayah.
"Indah, Kamu sudah sadar nak."
"Ma, Aku kok disini?." Tanya Ku yang masih tidak mengerti.
"Kamu pingsan Ndah di toilet. kamu kenapa sih Ndah, Aku kaget banget dengar kamu teriak saat keluar dari toilet dan teriak pas liat aku."Ucap Sisil.
Aku mengerutkan kening ku, tak mengerti kenapa Sisil mengatakan aku Teriak karena takut melihat nya, karena yang aku lihat adalah sosok hantu wanita, bukan teman ku.
Sementara Mama dan Papa sudah tahu aku pasti melihat sosok tak kasat mata yang membuat aku teriak.
•••
__ADS_1
Keesokan hari nya.
aku pun di bawa kembali ke Tempat aku di ruqyah dulu. aku kembali di doakan untuk menutup mata batin ku.
entah kenapa tubuh ku terasa sangat panas saat Aku di doakan. Aku teriak dan menangis saat itu. rasa panas itu terasa sangat menyengat dari dalam. Hingga pada akhir nya aku pun kembali pingsan tak sadarkan diri.
saat aku terbangun aku di kelilingi orang orang dan orang tua ku. Aku tidak bertanya lagi apa yang terjadi. karena tubuh ku pada saat itu terasa pegal dan sakit.
Kedua orang tua ku lalu membawa ku pulang dari sana.
"Ma. Aku tadi kenapa?." Tanya Ku saat sudah ada di dalam mobil.
•••
Seminggu sudah berlalu, tak ada mimpi, tak ada mereka yang menakuti ku, sejak Aku ke rumah Pak Kiyai, seperti nya mata batin ku sudah kembali tertutup.
Saat aku pulang sekolah, Papa tampak duduk di sofa bersama Mama seperti membicarakan sesuatu yang serius.
"Indah, Kamu sudah kembali nak, Mari duduk disini."Ajak Mama.
__ADS_1
Melihat Ibu ku, Aku tahu ada sesuatu yang serius ingin di bicarakan dengan ku.
"Ada apa Ma?."
"Nak, Papa dan Mama Akan menjodohkan kamu."
"Apa?."
"Aku tidak mau Ma, Aku kan masih sekolah."Jawab Ku tentu saja menolak. Jaman apa ini, Aku masih di jodohkan.
"Kamu harus Mau Indah, Setelah Ujian sekolah kamu selesai, Kamu akan menikah dengan Pria pilihan Papa dan Mama. Ini sangat penting untuk masa depan kamu nak." Ucap Ibu ku.
"Aku masih ingin bekerja Ma. Aku belum ingin menikah."Tepis ku.
"Lagi pula, Kenapa Papa dan Mama tiba tiba ingin aku menikah?." Tanya ku lagi.
Papa menganggukan kepala nya, seperti mengisyaratkan pada Mama.
"Indah, Sosok yang kamu mimpi kan itu, itu adalah Jin yang menginginkan kamu mengikuti nya, Ia ingin kamu menjadi milik nya. Papa dan Mama melakukan ini karena Kami tidak ingin kehilangan kamu nak, hanya dengan menikah, Kamu akan menjadi milik orang lain dan sosok Jin itu tidak lagi akan mengikuti dan menganggu kamu."Tutur Mama.
__ADS_1
Aku antara percaya dan tidak percaya, Dan syarat menikah agar aku tidak lagi di ganggu, itu sangat menyakiti hati ku. namun saat ini, Ibu ku menangis, hati ku tidak tega. aku pun tak mengatakan apa pun lagi dan tanpa sadar air mata ku menetes.