Cinta Dunia Lain

Cinta Dunia Lain
32 - Dunia Iblis


__ADS_3

Sisil pun mengajak Lia keluar dan masuk ke dalam mobil. namun di tengah menuju ke dalam mobil, Lia bertemu dengan seorang laki laki yang sangat tampan, kedua nya saling menatap dan bertegur sapa dengan senyuman dan Anggukan.


Sisil tersenyum saat melihat Lia seolah terpikat dengan sosok laki laki yang adalah salah 1 anggota mereka.


"Nama nya Darwin, dia juga anggota di sini."Ucap Sisil.


Lia tertunduk malu karena ketahuan melihat Darwin.


"Sil, Memang nya benar jadi anggota disini tidak pakai uang?." Tanya Lia.


"Engak Lia, Tapi agar kamu tidak terkejut nanti nya, Menjadi anggota disini harus dengan tubuh yang bersih."Ucap Sisil.


"Bersih?."


"Tidak dalam keadaan hamil atau memiliki penyakit."Ucap Sisil.


"Tapi aku?."

__ADS_1


"Iya aku mengerti, itu sebab nya aku memberitahu mu, Jika kamu mau menjadi anggota disini, maka janin kamu harus di korban kan, setiap orang yang mengorbankan janin nya untuk bergabung, Maka akan lebih mudah dan cepat mencapai sesuatu yang dia inginkan."Ucap Sisil.


Lia mendengar hal itu pun ketakutan.


"Jangan takut Lia, Bukan kah cara ini bagus untuk mu mengakhiri penderitaan, Untuk apa kamu melahirkan anak yang bahkan tidak memiliki ayah dan mungkin saat orang tua mu tahu kamu hamil, mereka akan mengusir mu, apa lagi kamu sekarang sudah di DO."Ucap Sisil.


Ucapan wanita itu seolah mengingatkan kembali luka yang saat ini ia hadapi, ucapan Sisil benar benar mencuci otak Lia pada saat itu. Lagi pula anak dalam kandungan nya tidak ia harapkan sama sekali.


"Apa ini semacam persugihan seperti yang orang orang katakan untuk mencari kekayaan."tanya Sisil.


"Dan soal Darwin, Kamu bisa mendapatkan nya kalau kamu menyukai nya."Ucap Sisil. Lia pun hany senyum senyum saja.


Mendengar hal itu, Lia yang pada saat itu sedang kalut dengan diri nya pun seperti tergiur untuk mengikuti komunitas ini. toh ia tidak akan rugi apa pun, Janin yang sedang ada di rahim nya pun tidak ia harapkan sama sekali.


"Kamu tidak perlu menjawab sekarang Lia, tapi lebih cepat lebih baik, karena janin yang ada di dalam perut kamu juga akan semakin besar."Ucap Sisil.


"Iya Sil." balas Lia.

__ADS_1


Lia kembali ke apartemen nya, Ia bergumul dengan diri nya, Ada perasaan Ragu di hati Lia pada saat itu, namun saat ia mengingat kembali kehamilan nya, hati nya pun seolah tak ragu lagi.


Keesokan hari nya.


Lia pun memutuskan pulang ke rumah orang tua nya. Orang tua nya seperti biasa menyambut nya dengan memasak.


"Bagaimana dengan kuliah kamu Lia?." Tanya Ayah Lia.


"Baik Pa." Balas Lia.


"Bagus lah, Kuliah yang benar biar cepat selesai, bisa dapat kerjaan yang bagus, Papa sudah tua, sudah akan pensiun kerja. Hanya kamu harapan Papa dan Mama."Tutur Ayah Lia.


"Iya Pa."


Perkataan ayah Lia membuat Lia merasa sedih, Karena ia jelas sudah mengecewakan orang tua nya, Lia pun merasa sangat bersalah karena hal ini.


setelah dari rumah orang tua Lia, Lia pun kembali ke apartemen nya. Lia pun menghubungi Sisil.

__ADS_1


__ADS_2