Cinta Gadis Indigo [Revisi]

Cinta Gadis Indigo [Revisi]
Bab 48: Hampa


__ADS_3

Mia menatap pada sebuah apartemen yg di berikan pada nya, "Tempat ini kecil sekali.." dia bicara sendiri.. sambil menggeret koper nya masuk.. "Yah, daripada gue tidur di jalan,, ini lebih baik" ujar nya..


"Izal ga akan bisa cerain gue, selama gue hamil.. gue akan buat dia tunduk.. gimana pun cara nya, gue ga boleh cerai dari dia.." batin nya.. "Dim... loe di mana..!! tega loe tinggalin gue sendiri di sini.. dan hamil anak sialan ini" gerutu nya..


Aku berjalan sendirian menyusuri jalanan yg sepi.. sudah tiga bulan dari pernikahan Rizal dan Mia.. entah kenapa aku masih saja mengharapkan dia.. rasa hampa menusuk hati..


Aku masih belum bisa melupakan nya.. aku selalu berusaha ingin melupakan perasaan ku padanya, tapi begitu sulit, entah aku harus bagaimana..


"Fan...!!" panggil seseorang yg ada di depan ku.. dia melambaikan tangan nya.. Laki-laki yg mulai mencari perhatian ku.. aku tersenyum pada nya.. "Kau sudah pulang..?" tanya ku..


"Baru saja keluar kampus.. Kenapa kau ada di sini..? apa sengaja kau menunggu ku..?!" tanya nya tidak berjeda.. " Ish.. kau ini, kalau bertanya satu-satu..!!" jawab ku..


"Aku hanya jalan-jalan.. aku bosan, apa tidak ada pekerjaan untuk ku..? tiga bulan tidak ada yg memanggilku untuk bekerja.." jawab ku..


"Belum ada yg membutuh kan kita fan..!! lagi pula, jasa kita tidak bisa di bilang pekerjaan.. terap.. kita hanya bisa menunggu.." jawab nya..

__ADS_1


Aku tersenyum.. memang benar, orang-orang tidak akan terlalu sering memakai jasa anak indigo sembarangan.. ada yg percaya dunia ghaib itu ada, dan ada pula yg tidak percaya..


"Sandy di mana?!" tanya ku.. "Aku belum bertemu dengan nya, dia bilang ini hari pertama nya magang di rumah sakit dekat sini" jawab Ryan..


Aku hanya mengangguk..


Kami berjalan pulang karena rumah kami satu arah, aku pun tidak menyadari, aku berjalan sampai sejauh itu.. terkadang tubuhku seperti bergerak dengan sendirinya.. seiring aku melamun, aku tidak tau kaki ku melangkah, seperti hari ini..


"Kau masih belum bisa melupakan nya..!!" tanya Ryan tiba-tiba.. aku hanya menatap nya.. "Aku tidak berniat melupakan dia.." jawab ku.. Ryan tertunduk.. mungkin perasaan nya terluka karena jawaban aku..


Ryan menghentikan langkahnya, dia menatap ku.. "Tidak, aku tidak akan lelah menunggumu.. aku tau, suatu sast nanti, kau akan membuka hati mu untuk ku.." jawab nya, sambil tersenyum.. dan itu membuat ku semakin bersalah padanya..


Ryan mengantar kan aku pulang, dan kami berpisah tepat di depan rumah ku.. aku pun masuk kedalam..


ku lihat Rahma yg duduk sendiri menungguku..

__ADS_1


"Kau dari mana saja fan..?!" tanya nya..


"Aku hanya berjalan-jalan.." jawab ku..


"Ayah mu tadi datang kemari!!" ucap Rahma..


Aku langsung saja fokus mendengar apa yg di katakan Rahma.. "Dia menyimpan surat, di balik pintu itu..! aku tidak bisa mengambilnya" ucap Rahma..


Aku pun segera, mencari surat yg di maksud Rahma.. dan mulai membaca nya.. "Rahma.. aku mempunyai seorang adik... selain Tasya...!!" ucap ku terkejut..


"Dan ayah memintaku mencari nya" kataku lagi..


Rahma hanya menatap ku.. "kalau begitu kita cari dia.." ucap nya.


**bersambung**

__ADS_1


__ADS_2