Cinta Gadis Indigo [Revisi]

Cinta Gadis Indigo [Revisi]
bab 78 (season 2)


__ADS_3

sandy terus memikirkan wanita yg mirip dengan sahabat nya, entah kenapa dia jadi tidak bisa tidur, entah sudah berapa kali sandy melupakan itu, hanya saja bayangan wajah angel terus menghantuinya.


teringat, sebelum angel menghilang dulu di rumah sakit, dia berkata pada sandy untuk tidak meninggalkan nya sendiri.. namun karena terpaksa, sandy harus meninggalkan nya ketika dia tertidur..


dan saat sandy kembali, angel menghilang, dan hingga kini tidak dia temukan lagi.. rasa bersalah sandy semakin besar, ketika tau angel meninggal, dan hingga sekarang jasad nya belum di temukan.


dia terlelap dalam tanya dan kesedihan.. sandy masih tidak percaya bahwa sahabatnya telah pergi jauh, dan mungkin tidak akan kembali..


fikiran nya menggelayut, perlahan airmata nya terjatuh.. "gue rindu lu ngel..!!" lirihnya.


ke'esokan hari nya..


terdengar ketukan yg beberapa kali terdengar di balik pintu apartemen nya..


sandy dengan cepat membuka matanya, "akh ... siapa yg datang pagi buta seperti ini?!" gerutunya..


"iya, sebentar...!!" teriak sandy, dia berjalan terhuyung-huyung membuka pintu, ceklek... dia membuka pintu itu... "ah, lama banget lu buka nya..!!" ujar nya... sandy mengernyit kan dahi nya, melihat siapa yg datang dan mengganggu tidur nya.


"ryan..!!" ucap sandy.. "lu dateng ko ga bilang gue..!!" ucapnya lagi.. "hp lu yg bermasalah, gue teleponin lu ga nyambung - nyambung..!! jadi gue datang ke sini langsung!" jawab ryan ketus.


dia ikut berbaring di atas sofa di sana, "sandy yg melihat nya langsung melempar nya dengan bantal.. "lu, bangunin gue pagi buta begini, sekarang lu seenaknya tidur..!!" gerutu sandy.


"gue lelah, di pesawat gue ga bisa tidur sama sekali..!!" jawab ryan .. sambil memejamkan matanya. sandy mendengus kesal.


namun dia juga kembali tertidur..


di apartemen rizal..


pagi itu, rizal dan fany di sibukkan dengan membuat sarapan untuk mereka, dan juga bunda kirana.. beberapa hari tinggal di apartemen rizal, mereka terlihat semakin dekat..


bahkan fany sedikit nya bisa melupakan semua kejadian yg telah berlalu, hati nya sedikit demi sedikit mulai bisa melupakan ryan..

__ADS_1


sosok rizal mampu membuat harinya kembali cerah.


entah, karena hati nya yg mulai melupakan ryan, atau sebenarnya hatinya masih ada untuk rizal, tidak ada yg tau.. hanya fany lah yg tau..


"hari ini kau harus cek up ke rumah sakit.." ujar rizal.. yg hanya mendapatkan anggukan dari fany.. "kau akan mengantar ku kan?! aku belum tahu jalan - jalan di sini?" ucap fany. rizal tersenyum.. "tentu..!!" jawab nya.


fany terdiam sejenak, ketika suasana sarapan mereka yg penuh dengan canda tawa, tiba-tiba saja dia jadi diam seribu bahasa..


kirana yg menyadari perubahan sikap fany, langsung menyikut lengan rizal, dan memberi kode dengan kedipan mata.. rizal yg menyadari langsung saja bertanya, dia tidak ingin fany larut dalam lamunan nya.


"fan.. kau gak apa apa?!" tanya rizal, yg membuat fany terhentak kaget.. dia lalu tersenyum, "tidak zal...!!" jawab nya.


"lalu, kenapa kau tiba-tiba terdiam..?!" tanya nya. "tidak... aku hanya merindukan bunda ku.. itu saja!!" jawab fany.. yg hampir menitikkan air matanya.


rizal, menghampiri fany, dan memeluk pundak gadis itu.. "nanti aku akan mencari bunda mu.. Sekarang kau lanjutkan sarapan mu..!!" ucap rizal..


fany menatap nya, lalu tersenyum dan mengangguk... "jangan lupa, kau cek up hari ini..!!" ucap rizal.. "ya, zal..!!" jawab nya.


siang hari nya , fany dan rizal mendatangi rumah sakit, untuk cek up keadaan fany, dan dokter berkata fany di nyatakan telah sembuh total dari cidera nya, hanya saja dia tidak di perbolehkan melakukan pekerjaan berat..


dokter itu berkata, jika wajah fany mirip dengan seseorang, tapi dolter itu lupa siapa orang yg di maksud nya..


pemeriksaan sudah selesai, dan mereka bergegas pulang.. namun saat mereka telah masuk ke lift, dan menuju balkon..


terlihat dari sebrang. sana sandy dan ryan keluar dari lift yg lain nya,,


ryan juga di jadwal kan cek up hari ini, bersama dokter kevin.. di temani sabdy, ryan melakukan beberapa pemeriksaan untuk dirinya..


di depan parkiran, tasya melihat gadis yg mirip dengan diri nya, dia berusaha mengejar, namun dia tidak berhasil.. karena mobil yg di naiki fany, sudah pergi menjauh dari area rumah sakit itu.


"akh, sial... itu pasti fany..!!" ujar nya sendiri.. dengan langkah gontai tasya masuk ke dalam loby rumah sakit itu... "loh, sya.. bukan nya lu libur hari ini..?!" tanya suster bela,

__ADS_1


"ah, iya.. gue gantiin shif nya suster eka...!" jawab nya..... "seperti nya kamu kelelahan, ini minum dulu..?!" ucap bela, sambil menyodorkan minuman pada tasya.. "Terima kasih suster bela.." jawab nya canggung..


tasya, pergi ke ruangan ganti, dia mengganti pakaian nya dengan pakaian serba putih, dan mulai bekerja .. "sya, kamu di cari dokter kevin..." ujar mary... "oh, baiklah.. aku ke sana!!" jawab tasya.. "dokter kevin ada di lap..." ucap mary.. "baiklah, Terima kasih.." jawab tasya.


tasya pergi ke tempatnya dokter kevin.. namun ketika dia masuk ke dalam, dia tidak menemukan dokter kevin di sana.. hanya ada seorang dokter yg tertidur di atas kursi itu..


"ah, di mana dokter kevin..?!" fikir nya..


"permisi.. dok.. Apa kau tau di mana dokter kevin!! aku mencari nya ..?!" tanya tasya pada sandy..


sandy yg terusik.. dan terbangun.. dia tidak menjawab, hanya menunjuk, di mana dokter kevin berada.. mata tasya membulat melihat dokter kevin di ruang sebelah nya...


"astaga, gue salah ruangan ..!!" fikir nya..


tasya buru-buru keluar dari ruangan sandy.. dan menuju ruangan dokter kevin.. "apa-apan dokter, itu bukan nya menjawab malah tunjuk sana, tunjuk sini..!!" gerutu tasya. sambil menutup pintu ruangan sandy.


sesaat tasya sudah selesai dengan dokte kevin, dia mulai bekerja seperti biasa, terlihat, dokter yg tadi membuat nya kesal, sibuk dengan pasien nya... "sya... bantu dokter sandy .." ucap mary, yg sibuk dengan dokter lain nya..


dia hanya mengangguk dan berlari menuju sandy.. terlihat sandy yg sibuk dengan alat pacu jantung nya... berusaha menyelamatkan pasien nya..


setengah jam berikutnya, dia berhasil menyelamatkan pasien yg tadi kritis.. dengan wajah lelah, sandy berlalu .. "sus, pindah kan dia ke ruang ICU dan pantau selama 24 jam." perintah nya pada tasya, tampa melihat ke arah nya.


"dok... ini terjatuh..?!" ucap tasya, sembari memberikan saputangan sandy..


sandy mengambil nya.. "terima kasih.." ucapnya.. dia melirik dan menatap tasya tak berkedip..


"tak mungkin..!!" gumam nya..


tampa fikir panjang dia memeluk tasya..


fan.... lu masih hidup...?!" ujar sandy..

__ADS_1


💟💟


__ADS_2