Cinta Gadis Indigo [Revisi]

Cinta Gadis Indigo [Revisi]
bab 86 [season 2]


__ADS_3

Sandy melangkah masuk ke rumah Artur, terlihat di sana, suasana yang sangat sepi dan hening, jika biasa nya di rumah itu, selalu ramai oleh asisten Rumah tangga yg sibuk bekerja, kali ini Rumah ini nampak sepi, dan membuat Ryan dan Sandy curiga. "Di mana para pembantu dan yg lain nya,?!" fikir Sandy.


Ryan nampak bingung dengan keadaan. di rumah itu.. "Kita masuk saja..!!" ajak ryan.. yg di jawab anggukan oleh Sandy. mereka menyusuri ruangan demi ruangan, namun ketika mereka melewati ruang kerja Artur, terdengar percakapan antara Artur dengan seseorang yg tidak Ryan kenal.. "Baiklah, Karena Rizal dan gadis sialan itu sudah benar-benar MATI, maka aku akan segera membuat anak ku menjadi pemilik Saham terbesar.. berhubungan, aku lah yg menjadi wali untuk Rizal, semasa hidupnya, dan Kirana juga sudah. meninggal, jadi pengalihan kekuasaan dan kepemilikan saham terbesar akan jatuh ke tangan anak ku, Ryan..


Mata Ryan terbelalak mendengar ucapan Ayah nya, dia di bohongi oleh Artur, dia membujuk Ryan pulang hanya untuk mengambil apa yg seharusnya bukan milik nya, "Tapi seperti nya dokumen dan file file penting di simpan oleh Tuan Rizal, kami tidak dapat menemukan nya di mana pun!!" ucap seseorang yg bicara pada Artur. "Jika tidak ada stempel itu, maka pengalihan saham tidak dapat Tuan. Artur lakukan.."jelas nya lagi. Artur terdiam sejenak.. "Hmm ... aku akan mencoba mencarinya, jika sudah aku dapatkan, aku Akan segera menghubungi anda..!" jawab Artur..


orang itu pun pamit dan meninggalkan rumah Artur.


Braaak.... "Sudah Aku katakan aku tidak mau harta dari kenedy group.. hentikan Ayah, ini bukan lah milik mu.. ini milik Ka Rizal, aku yakin., ka Rizal Akan kembali, dia belum meninggal, seperti yg ayah ingin kan..!!"' ucap Ryan.. dia membanting pintu dengan keras..


"aku tidak membutuhkan semua ini..!!"ucapnya lagi. "Dengar, sudah lebih 6 bulan Kakak mu itu, belum di temukan.. jika dia masih hidup, sudah tentu dia akan kembali.. tapi sampai saat ini, dia tidak juga kembali.. jangan kan kembali, jenazah nya pun sampai sekarang tidak di temukan..!" Tutur Artur.


Ryan menatap nanar pada Artur..


"Ayah senang kau kembali, sudah lama Ayah menunggu kedatangan mu Ryan..!" ucap Artur, dia memeluk Ryan.


Sementara di ruangan lain, Sandy berhasil masuk ke dalam kantor milik Rizal, yg berada menyatu dengan kamar utama milik nya, yg terhubung oleh pintu rahasia..


Dia membuka brankas, yg di sebut kan rizal, karena di sana lah satu-satunya ruangan tanpa pengawasan CCTV, jadi Sandy bisa aman masuk ke sana, tampa di ketahui siapa pun.


Sandy berhasil menemukan berkas saham yg di bicarakan Artur tadi dengan pengacara nya, Sandy berpura-pura pergi ke toilet, saat ryan sedang bertengkar dengan Artur, jadi tidak ada yg memperhatikan nya..


"Oke... gue berhasil..! sekarang gue harus keluar dari sini..!!" fikirnya. Sandy mencari pintu rahasia, yg langsung menuju ke parkiran luar, Karena Rizal, sudah dengan jelas memberinya petunjuk dan dia berhasil keluar.. "Sekarang gue harus cepat kembali ke Singapura..!!" ucap. sandy.. Dia langsung membawa mobil nya keluar dari rumah Artur, dan meninggalkan Ryan, dia lupa, jika dia tidak berpamitan dengan Ryan.

__ADS_1


......"***Bro, maaf gye harus baalik ke Singapura, pasien gue anval.. gue harus kembali hari ini juga,......


Sandy mengirim pesan pada Ryan***.. "Maaf yan gue terpaksa bohong ke lu.. ini demi Angel, lu dan Rizal.." fikir nya.


Artur benar-benar Serakah akan harta, Dia tidak peduli, jika Dulu Ryan di selamat kan oleh rizal, jika tidak ada rizal, mungkin sekarang ryan sudah mati... itu yg di fikirkan sandy, sampai dia mau membaantu Rizal, Sandy tau Ryan bukanlah orang yg tanaak harta, dia tidak akan mengambil yg bukan hak nya.


Sore itu Sandy langsung terbang ke Singapura, dan langsung menemui Rizal di Apartemen nya..


"Zal, guebawa berkas yg lu minta ..ยก" ucap sandy, memberikan amplop coklat itu pada Rizal, san sebuah Map berwarna merah..


Rizal lalu membuka, dan melihat isi amplop dan map itu.. "iya, ini yg gue cari.. Terima kasih San. !! Maafkan Gue yg membuat mu terlibat dalam masalah ini.!!" Ucapnya..


Sandy tersenyum.. "Sudah, seharusnya gue bantu lu zal.. ini milik lu. !! kita harus menghentikan Artur. !!" ucapnya..


Rizal terdiam.. "Ya, gue harap gue bisa hentikan Artur.. dan membawa ryan bersama gue, gue yakin Rtan sangat tertekan dengan keadaan ini..!!" ucap Rizal.


...******************...


Di rumah sakit..


"Dokter Sandy, dia menghilang setelah pertemuan kami di rumah ka Angel.. kemana dia pergi.." batin Tasya,


sudah tiga hari dia tidak bertemu dengan nya, Ada sedikit rasa yg mencubit hatinya, mungkin kah dia mulai merindukan kehadiran Sandy di sekitarnya.

__ADS_1


sejak kejadian Sandy yg tiba-tiba memeluk nya beberapa bulan lalu, Tasya selalu berdebar bila berdekatan dengan nya, tapi Tasya memungkiri perasaannya.. dia tidak mengakui jika dia sebenarnya memiliki perasaan pada sandy.


"Mar.. gue balik duluan ya ..!" ucap tasya pada mary.. yg di beri anggukan oleh mary, yg sibuk dengan komputer nya,


Tasya buru-buru menaiki mobil nya, sebelum dia pergi meninggalkan, area rumah Sakit.. dia melihat mobil sandy yg baru saja datang, dan memasuki gedung parkir di sana..


"Itu dia..?!" guman tasya dari dalam mobil nya,


Sandy dengan tergesa turun dari mobil nya, namun tiba-tiba saja, kepalanya terasa sakit.. dan di saat yg bersamaan.. Sandy tersungkur.. di halaman rumah sakit..


"Akh .. Dokter Sandy..!!" teriak Tasya, yg langsung buru-buru keluar dan menghampiri sandy yg sudah tidak sadarkan diri..


Terlihat beberapa perawat yg berlari menolong Sandy.. terlihat Raut Wajah ke kehawatiran Tasya di sana... "Ada apa, Kau kenapa dokter sandy...!!" fikirnya..


Setengah jam berlalu, Tasys yg tadinya akan pulang, mengurung kan niat nya, dia tidak jadi pulang, dia lebih memilih untuk menemani sandy yg belum juga siuman..


walaupun sebenarnya, Sandy hanya kelelahan.. ucap dokter kevin... namun tetap saja Tasya merasa kawatir, Sikap nya pada sandy, membuat mary merasa aneh, tidak pernah sahabat nya merasa begitu peduli, terhadap orang lain, terlebih itu laki laki, Tasya termasuk wanita dingin bila ada lelaki yg mendekati nya, dan mary tau itu.. sikap yg berbeda yg di tunjukan tasya pada sandy..


malam berganti pagi..


Sandy membuka matanya dan melihat sekeliling nya, "ah gue di mana..!!" fikirnya..


namun sesat itu, dia melihat wanita yg tidur di sisi nya .. dengan memegangi tangan nya erat..

__ADS_1


Sandy tersenyum.. "Kau manis sya..!!" fikirnya.. tampa sadar sandy mengelus rambut Tasya yg tertidur di samping nya..


๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ


__ADS_2