![Cinta Gadis Indigo [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/cinta-gadis-indigo--revisi-.webp)
seminggu berlalu, fany sudah bisa bicara, bahkan dia sudah bisa keluar area rumah sakit, di bantu oleh para suster di sana, rizal hanya memberi tahu jika mereka kini di Singapura..
dia belum memberi tahu, alasan mereka di Singapura untuk apa, rencana nya rizal akan memberi tahu fany jika dia sudah di izin kan pulang dari rumah sakit.
dokter di sana, Hanya tinggal mengecek beberapa keadaan fany, jika dia sudah benar-benar sembuh, dia boleh pulang..
untuk beberapa hari kedepan.
malam itu, rizal menginap di rumah sakit..
"zal, aku pingin pulang.. sudah tidak betah di sini..!!" ucap fany.. "iya, kau sabar ya, aku akan bertanya besok pada dokter, jika kau boleh pulang, kita langsung pulang" jawab rizal..
fany hanya terdiam.. "tapi, di mana sandy..?! aku tidak pernah melihat nya?! apa dia ga pernah datang ke sini!!" tanya fany.
rizal berfikir sejenak, bagaimana cara dia menjelaskan kejadian yg sudah terjadi. dia ingin menjelaskan agar mudah di mengerti oleh fany, dengan keadaan mereka sekarang.
"gini fan!!" ucap rizal.. Kalimat nya tergantung dia bingung harus mulai menjelaskan nya dari mana..
"mulai sekarang, kita akan menetap di sini, di Singapura, kita tidak akan kembali ke Indonesia..!" ucap rizal, mulai menjelaskan.
fany mengerti, dia melihat raut wajah rizal yg gelisah bagaimana menjelaskan paada nya.
"zal, aku lapar.. bisakah kita makan dulu..?!" tanya fany, mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
rizal mengerti maksud fany, "baik lah, kau mau makan apa.. biar aku belikan untuk mu..?!" tanya rizal.. sambil mengelus rambut fany, yg mulai lebat, sebebelum nya akibat operasi yg di lakukan di kepala nya, rambut nya harus di potong pendek, agar memudahkan untuk di operasi.
"aku, ingin makan, makanan luar,. tidak mau makan makanan rumah sakit..!!" rengek fany.
"baiklah, ayo kita ke kantin.. kita makan di sana?!" ucap rizal..
__ADS_1
fany tersenyum gembira, mereka pun keluar mencari makan. tidak jauh dari sana, mereka bertemu dengan dokter yg menangani fany.
dan dia mengijinkan fany pulang, karena keadaan nya semakin membaik.
untuk malam ini mereka, masih harus menginap di rumah sakit, baru besok mereka boleh keluar dari sana.
keesokan harinya ..
rizal sudah mengurus semua untuk kepulangan fany dari rumah sakit, sekarang mereka sudah selesai membereskan barang-barang fany yg ada di sana, dan bergegas untuk pulang.
sementara di loby rumah sakit, terlihat seorang dokter muda, yg baru pertama dia bekerja di rumah sakit itu,
dia berjalan menuju lift khusus untuk para dokter dan staf rumah sakit di sana, sementara di seberang dia, nampak rizal dan fany, keluar dari lift dan menuju loby untuk meninggalkan rumah sakit itu.
"ah, akhir nya aku keluar juga..?!" ucap fany sembari menghirup udara segar di sana, sebebelum dia masuk ke dalam mobil rizal.
rizal, yg melihat hanya tersenyum, sambil memasukan barang yg dia bawa ke bagasi mobilnya.
fany hanya mengangguk sambil tersenyum, mereka pun meninggalkan rumah sakit tersebut.
"selamat datang dokter, sandy abigail.." ucap salah satu dokter senior di rumah sakit itu... dia mengenal kan sandy pada tim dokter di sana, serta pada perawat yg akan bekerjasama dengan nya.
"terimakasih dokter,." jawab sandy, sambil menjabat tangan dokter itu.. hari ini, hari gue bekerja di sini... fikir sandy, dia harus bersiap, dan memulai pekerjaan nya sebagai dokter baru di sana.
sesampai nya di apartemen..
"sekarang, kita tinggal di sini..?!" ucap rizal saat dia membuka pintu apartemen Nya..
fany mengangguk kecil.. dia terperangah melihat betapa mewah nya apartemen itu..
__ADS_1
rizal menuntun fany ke dalam kamarnya,
"ini kamar mu, dan di sana itu kamar ku... mulai sekarang kita tinggal di sini...?!" ucap rizal..
"terimakasih rizal..." jawab fany.
"istirahat lah.. sebentar lagi, aku ke kantor, nanti akan ada asisten rumah tangga yg akan menemani mu!!" ucap rizal.
fany hanya mengangguk..
"zal, sebenar nya aku...!! aku...!!" ucap fany terbata. "aku, ingatan ku sudah kembali.. aku sudah mengingat semua nya..!!" ucap fany tertunduk.
rizal menatap nya, "aku tahu.. aku sudah tau fan kau sudah mengingat ku.. ingatan mu sudah pulih.." jawab rizal santai.
fany hanya menatap nya, "kau, tidak marah pada ku..?!" tanya fany..
rizal terkekeh.. "untuk apa aku marah, kau melakukan itu karena ada sesuatu yg harus kau lindungi kan..!! aku tidak marah fan!!" jawab nya.
"fan dengarkan aku..!!" rizal menatap serius pada fany..
"alasan ku, kita tinggal di sini,, adalah, untuk melindungi mu.. aku tidak ingin ayah, atau mia menyakitimu lagi seperti yg lalu..," jawab rizal..
fany menatap nya, "aku tahu, kau melakukan ini untuk kebaikan ku.. aku mengerti...!! aku tidak apa, jika tidak kembali ke sana, yg terpenting aku bersama mu..." jawab fany ..
rizal memelik fany erat, "aku ingin yg terbaik, untuk kita, bukan hanya untuk mu atau untuk ku, bagaimana jika, kita... kita...!!" rizal tidak meneruskan kata-katanya.
"kita, apa..?!" tanya fany.. dia menatap rizal penuh arti... "kita menikah..?!" ungkap rizal, kata kata yg sulit di ungkapkan, namun akhirnya dia bisa ungkapkan..
"tapi.. tapi..?!" fany terbata. "tidak perlu kau jawab sekarang fan... aku akan menunggu mu..?!" ucap rizal...
__ADS_1
💟💟💟