![Cinta Gadis Indigo [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/cinta-gadis-indigo--revisi-.webp)
di Jakarta..
ryan mulai di sibukkan dengan pekerjaan barunya, dia kini menggantikan rizal memimpin perusahaan kenedy group di bawah pimpinan nya,
namun rizal, tidak berniat untuk mengambil apa yg seharusnya milik rizal, dia hanya menggantikan nya, sebenarnya dalam lubuk hatinya, dia tidak meyakini rizal dan Fany meninggal,, dia masih menunggu mereka.
bahkan ryan menyuruh orang orang nya mencari rizal dan fany, sebelum. jasad kedua nya di temukan, ryan tidak percaya mereka meninggal..
bisa saja, ini adalah akal akalan artur saja, untuk memisahkan dia dan fany.. dalam hatinya menyakini bahwa fany masih hidup..
ryan memimpin dua perusahaan besar di Jakarta, Kenedy group, dan juga perusahaan ayah tirinya, yg sudah meninggal... bersama adik kandung nya, yg merupakan anak dari fatma dan ayah tirinya.
alfara company... perusahaan yg dulu di pimpin oleh ryan .. kini berpindah, pada adik nya, citra Mahadewi lufiana, yg sering di panggil ana, oleh sebagian karyawan di sana.
sesekali ryan menyambangi perusahaan kedua nya untuk mengecek dan membantu ana, jika Ana tidak mengerti dengan beberapa hal..
dia yg turun tangan sendiri mengatasi nya.
walaupun ryan telah mengambil alih perusahaan kenedy grup,, dia tetap tidak mau tinggal bersama artur,. dia lebih memilih tinggal di rumahnya , yg dulu dia belikan sebagai kado pernikahan nya dengan fany,.
alvin sekarang menjadi tangan kanan ryan di sana, dan alvin masih memata matai pergerakan artur, tentu saja atas perintah rizal, yg kini ada di Singapura..
hanya alvin yg mengetahui keberadaan rizal dan fany, dia juga yg menyembunyikan mereka dari artur, dan menyekap mia di suatu tempat, agar mia tidak bisa mengulangi kejahatan nya.
"bro... lu kapan terbang ke sini..?!" tanya sandy, yg kini sedang melakukan panggilan video Dengan ryan, kedua sahabat itu masih berhubungan walau jarak memisahkan.
"ntarlah.. gue masih sibuk..! lu tau ga mudah nanganin perusahaan yg sebesar ini, gue yakin gue ga akan bisa seperti ka rizal saat dia memimpin ini..!!" jawab ryan.
__ADS_1
"inget bro, lu jangan kebanyakan mikir.. ntar penyakit lu kambuh lagi gimana..?! setidaknya lu harus Medikal cek up sebulan sekali, untuk memantau nya..!!" jawab sandy.
ryan diam sesaat, dia tidak menjawab ucapan sandy.. "ya nanti gue cek up san, lu tenang aja.. kemungkinan gue ke Singapura, sekalian gue ada meeting dengan perusahaan di sana!!" jawab ryan.
"oke.. gue tunggu lu bro...!! oh ya, gue nanti hubungi lu lagi, gue ada pasien mendadak..!! ucap sandy..
"oke, bro.. !!" jawab ryan .. sesaat sebelum vidio itu terputus..
ryan membulak balikan file yg ada di tangan nya, dia seperti mengenal nama perusahaan yg meminta Bekerja sama dengan perusahaan nya.
"mungkin nanti gue pelajari lagi berkas nya.." fikir nya,
tok.. tok.. "masuk..?!" ujar ryan.
terlihat sekertaris nya masuk..
"baiklah,, nanti saya ke ruangan nya..!" jawab ryan.. matanya tidak beralih dari laptop, dan berkas yg di pegang nya.
"untuk apa ayah kesini..!! menganggu ku saja" fikirnya.
hubungan artur dan ryan memang sedikit memanas, saat ryan tau, artur yg mencelakai fany, dan membuat nya bura dan lupa ingatan.. dari situ lah, ryan tidak pernah mempercayai ayah nya, terlebih ryan tidak di besarkan oleh artur.
ryan bergegas menemui artur di ruangan nya..
sebenarnya dia malas bertemu dengannya, setiap kali ryan bertemu, pasti mereka saling bertengkar,
tok... tok..
__ADS_1
ryan mengetuk ruangan artur... tak lama terdengar suara artur yg mengijinkan nya untuk masuk..
*masuk.." ucap artur..
ryan Duduk di sofa yg sudah di sediakan.. di sana.. terdengar helaan nafas kasar.. ryan.
"ada apa ayah memintaku ke sini?!" tanya ryan.
"hmm... kau tidak ingin pulang.. ibu mu merindukanmu.!!" ucap artur.. "tinggal lah di rumah, temani ibu mu..?!" ucapnya lagi..
ryan menghembuskan nafas kasar, "aku akan datang menemui ibu, tapi tidak untuk tinggal di sana..!!" jawab nya ketus.
"kau masih marah pada ayah mu ini..?! sudah lah, lupakan kejadian itu,. sudah berapa kali ku katakan, aysh tidak sengaja menabrak nya,!!" ucap artur..
ryan mendengus kesal.. dua memilih tidak menjawab semua ucapan ayah nya... karena kalau pun dia jawab, pertengkaran tidak aksn terhindari..
"lupakan gadis itu, dia sudah meninggal ..!!" ucap artur..
ryan menatap nanar pada artur.. dia lebih memilih pergi dari pada menjawab segala ucapan artur yg menyakiti nya.
dia keluar dari ruangan artur dengan amarah yg di tahan nya sehak tadi .. dan kembali ke ruangan nya.. dia menjatuhkan dirinya di kursi kebesaran nya..
"bisa - bisa nya dia bilang begitu.." gumam ryan sendiri. dia memandang foto fany yg di simpan nya di meja kerjanya.
"kau, kemana fan..?! apa benar kau ...!!" batin nya sambil menatap pada foto yg terpajang di sana ..
"jika kau masih hidup, tolong kembali lah..." lirih nya.. "aku merindukan mu..!!" batin Nya..
__ADS_1
💟💟