Cinta Gadis Indigo [Revisi]

Cinta Gadis Indigo [Revisi]
bab 92 [season 2]


__ADS_3

Angel ragu - ragu untuk ikut memeluk ayahnya, ketika melihat Allisia memeluk nya, ingin rasa nya dia juga ikut memeluk Ayah nya , yg sudah hampir 15 tahun tidak bertemu dengan nya.


Angel mundur beberapa langkah, dia hendak meninggalkan Angel dan Allisia, dia takut di tolak lagi, namun sesaat, sebelum dia pergi, Ayah nya melihat dia,


"Kemarilah Ngel.." Ayah nya melambaikan tangan nya pada Angel.. dia menatap sendu pada ayah nya, "kemarilah kak..!!" ucap Allisia..


namun Angel masih rahu untuk mendekat, dia takut di tolak lagi seperti dulu..


Dia melihat ke arah Rizal, Rizsl menganguk.. Angel pun mulai mendekati dan memeluk Ayah nya, ayah nya menangis haru.. dia mengelus-elus rambut Angel.. "Maafkan ayah nak, ayah banyak bersalah pada mu..!!" ucapnya pada Angel..


Angel menangis sejadi nya, dia memeluk erat Ayah nya yg di ikuti oleh Allisia.. mereka bertiga berkumpul bersama.. dan makan malam di tempat yg sudah di pesan oleh Rizal.


Angel telah kembali ke Apartemen Rizal yg berada di Jakarta, dia memang tidak tinggal bersama dengan adik dan ayah nya, sementara Rizal, dia harus pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan dan menjadi saksi, untuk semua kejahatan Artur pada nya.


Untuk sementara, Angel tinggal sendiri di sana, untuk beberapa hari Rizal jarang ada di Apartemen nya, dia berjanji, jika semua telah selesai, mereka langsung bertunangan..


Tiga hari sudah Angel berada di Indonesia, dan tiga hari pula, dia jarang bertemu dengan Rizal, Rizal datang lalu pergi lagi.. Angel sangat kesepian..


Terdengar suara bel pintu, Angel segera membuka nya, Dia berfikir yg datang itu Adalah Rizal, ketika pintu di buka, betapa terkejutnya Angel, seorang wanita berdiri di hadapan nya..


"Kau gadis ******.. aku sudah menduga kau masih hidup..!!" ucap Mia..


"Mi-Mia.." jawab Angel terbata... dia mundur menjauh dari Mia, entah bagaimana bisa Mia ada di sana, dia berhasil kabur dan keluar dari tempat penyekapan..


Angel mencoba untuk menelepon Rizal, agar dia cepat datang.. beberapa kali Angel menelepon Rizal, "Hah.. kau tidak akan bisa menghubungi Rizal, ******, dia tidak akan datang.." ujar mia, dia memukul tangan Angel, sehingga handphone nya terjatuh..


Angel terus berlari, dan mencoba bersembunyi.. "apa yg kau lakukan..?!" tanya Angel.. "ja-jangan mendekat..." ujar nya, dia terus mundur dan menjauh..

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat nya berdiri, Angel melihat telepon yg ada di rumah Rizal, dia menekan tombol yg dia ingat, tidak lama dari itu terdengar suara yg mengangkat telepon nya..


"Hallo..!!" ujar seseorang dari ujung telepon itu... namun tidak ada Jawaban.. hanya terdengar jeritan di ujung telepon itu..


"ja-jangan mendekat.. Ahh...," teriak Angel.. dia sengaja tidak memutus kan jaringan tersebut, dan membiarkan gagang telepon itu tergeletak di lantai menggantung..


"Angel..!! ngel..?!" ujar pria dari ujung telepon itu.. namun tidak ada Jawaban.. langsung saja, dia melihat pada, layar hp nya, nomer yg menghubungi nya dari Apartemen Rizal..


segeralah Ryan, datang ke sana, untuk menyelamatkan Angel..


Angel sudah ada di ujung balkon, dia hampir saja terjatuh dari ketinggian di sana, Tangan nya sudah tidak bisa bergerak, karena di pukul Mia menggunakan tongkat baseball yg dia bawa..


"Mau lari kemana kau wanita ******.. sudah aku katakan berkali-kali, jangan dekati Rizal, dia milik ku..!!!" ucap mia, Dia memukul kembali tangan Angel..


Angel sudah menangis menahan sakit, dan ketakutan.. sesekali dia melihat ke bawah, karena dia sudah tersudut.. "Hentikan.. aku mohon hentikan..!! hiks.. hiks.. hiks..." ucap Angel..


"ASTAGA... FANY ....!!! teriak Rizal, dia langsung berlari berusaha secepat nya menolong fany..


"JIKA AKU TIDAK BISA MEMILIKI RIZAL, MAKA KAU JUGA TIDAK BISA MEMILIKI NYA..!!" ucap Mia.. dia mendorong fany dari atap balkon apartemen Rizal..


BUUKK... "AAAKKH....!! teriak Fany, namun dengan sigap Rizal memegang Tangan Fany, fany masih mengelantung di atas Atap..


sementara dari bawah, Ryan datang dan melihat Fany mengelantung di atas, dengan hanya berpegangan pada tangan Rizal..


"ANGEL.... YA TUHAN ANGEL..!!" teriak Ryan dari bawah.. dia bergegas ke atas untuk menolong Rizal dan Fany.


"Bertahan lah Fan.. pegang Tangan ku..!!" teriak Rizal, "hiks.. hiks... hiks...!!" Aku tidak kuat lagi Rizal..!!" ucap Fany.. jari jemarinya, mulai melepas, namun Rizal menahan nya.. "Jangan lepas kan tangan mu..!!" teriak Rizal..

__ADS_1


Mia yg Melihat itu, tidak tinggal diam.. dia mengambil, pisau kater yg dia simpan di dalam saku baju nya dan menusukan nya, pada Rizal.. "Jika aku tidak bisa memiliki mu, maka gadis itu pun tidak bisa Zal..!!!"ucap Mia..


Dia menusukan kater itu di punggung Rizal berkali kali.. "Ahk ... tidak mia.. tidak..!!" ucap Fany.. "Jangan lukai Rizal," teriak Fany..


Rizal telah bersimbah darah, Ryan yg melihat itu, langsung mendorong mia, mia terhuyung.. jatuh ke lantai, Ryan menolong Rizal menarik Angel yg masih mengelantung di atap,


Mia tidak tinggal diam.. ketika Angel sudah sedikit lagi naik, dan bisa selamat, Mia melepar kan kater tadi pada Angel.. kater itu terkena dan menusuk Dada nya.. "Akh..." seketika pegangan Tangan Angel terlepas.. dan dia terjatuh terhempas langsung ke bawah .. "uhukkk"" dia memuntahkan darah dari mulutnya, dan kepala nya.. "TIDAAAAK... FANNY.. teriak Rizal...


Mia tersenyum puas, "MATI KAU GADIS ******..!!" ucap Mia...


Ryan berlari dan mendorong Mia dari atas sana, mia pun ikut terjatuh, namun naas.. tubuh Mia tersusuk kayu yg ada di bawah, dan Mia meninggal seketika..


Ryan dan Rizal turun ke bawah, untuk menolong Fany, Rizal terhuyung berjalan, keseimbangan nya mulai hilang, namun dia bertahan.. Ryan membopong tubuh Rizal dan membantunya untuk turun..


sesampai nya di bawah.. Rizal langsung memeluk tubuh fany, sementara Ryan menghubungi ambulance..


"Uhuuk..uhuk..." sekali lagi fany memuntahkan darah.. di genggam nya tangan fany oleh Rizal dan Ryan.. "BERTAHANLAH FAN..!! maafkan Aku karena datang terlambat..!!" ucap Rizal..


"Angel...!!" ucap Ryan... "aku mohon bertahan lah.." ucap Ryan... Fany tersenyum tipis.. "uhuuk...!!" fany menutup mata nya.. genggamam tangan nya mulai melemah, dan terlepas dengan sendirinya..


"TI-TIDAK .. TIDAK FAN..!!" ujar Rizal... yg menyusul tidak sadarkan diri di samping fany..


Ambulance datang, dan membawaa mereka bertiga ke rumah sakit.. di perjalanan para perawat mencoba menolong Fany dan Rizal..


Rizal sudah kehilangan banyak Darah akibat luka yg ada di bahunya..


"cepat lakukan Operasi darurat untuk Fany dan Rizal.." teriak dokter, sesampai nya mereka di rumah sakit...

__ADS_1


💟💟


__ADS_2