Cinta Gadis Indigo [Revisi]

Cinta Gadis Indigo [Revisi]
bab 89 [season 2]


__ADS_3

"Angel... mungkin kita akan secepatnya kembali ke Indonesia.. aku akan kembali ke kenedy gruop.. dan mengambil kembali milik ku.. semua yg di rampas oleh Artur..!!" ucap Rizal..


Angel hanya terdiam.. "Bisakah semua nya kembali normal.. apakah Artur tidak akan mencelakai mu..!!" jawab nya.. "aku khawatir pada mu Zal !!" " lirih Angel..


"Jangan khawatir, aku tidak akan terluka.. Aku akan baik-baik saja..!!" jawab Rizal..


"lalu.. apa yg akan kita lakukan sekarang..!!" tanya nya,


"Langkah pertama, aku akan membocorkan ke publik... kalau Artur mencoba membunuh mu dan menculik mu.. serta kita akan publikasi kan sebagian isi flashdisk milik Tasya..!" jawab Rizal, "jika situasi di Indonesia sudah ramai, dan Artur mulai terdesak.. barulah kita kembali ke Indonesia..!!" jelas Rizal..


"baiklah ..!!" jawab angel..


"Kau siap, jika nanti kau harus bertemu dengan Ryan..!" tanya Izal... Angel terlihat berfikir sejenak, "Aku siap.. aku miluk mu sekarang.. aku tidak ada perasaan lagi padanya..!!" jawab nya,. sebenarnya dalam hati nya ada sedikit keraguan, tapi dia juga benar-benar kecewa dan terluka karena perlakuan Ryan pada nya..


...***********...


"Sya, tolong tangani pasien yg ada di kamar 453 ya..?!" ucap Dokte kevin..


"Baik dok..!!" jawab Tasya..


dia pun bergegas menuju kamar yg di maksud,


perlahan dia membuka pintu kamar itu, dia melihat Sandy yg juga sedang memeriksa keadaan pasien yg sudah koma berhari-hari itu.


Tasya terlihat membawa nampan berisi beberapa suntikan dan obat-obatan untuk pasien nya itu.. ruang itu adalah ruangan VVIP Hanya beberapa orang yg boleh masuk ke sana, itu pun atas izin dari Dokter Kevin..

__ADS_1


Sandy terlihat fokus menangani pasien nya, dia dengan telaten membersihkan luka dan mengganti perban untuk pasien nya, yg baru selesai menjalani operasi.. "Sus, tolong suntikan antibiotik nya..!!" ujar Sandy tanpa menoleh sedikit pun pada Tasya, Sandy memang sengaja, meminta Dokter Kevin, untuk mengirimi nya Suster untuk membantu nya, Tapi dia tidak tau, jika Tasya lah orang yg di kirim Dokter Kevin untuk membantu nya..!


"Baik dok..!!" jawab Tasya.. dia mulai menyuntikan Antibiotik pada infus pasien tersebut.


Sandy menoleh, ketika mendengar suara Tasya, namun dia tidak memperdulikan nya, dan bersikap dingin pada nya, Tasya pun mencoba untuk bersikap biasa saja, ketika mereka masih ada di lingkungan Rumah Sakit.


satu jam berlalu, Sandy sudah selesai dengan pasien nya, dia berlalu meninggalkan Tasya yg mengikuti nya dari belakang.. "huh.. kenapa dia.. tiba-tiba saja bersikap dingin pada ku..!!" gumam Tasya dengan suara pelan.. takut jika Sandy mendengar nya.


mereka pun berpisah ke ruangan masing-masing..


Sandy menatap kepergian Tasya begitu saja, di balik jendela ruangan nya..


Tasya terlihat menukul mukul pundak nya yg terasa sakit, entah karena lelah atau apa pun dia tidak mengerti, yg terpenting dia ingin pulang secepatnya, dan beristirahat di Apartemen nya. Tasya mengendarai mobil nya dengan kecepatan ringan, tapi dari kedua sisinya mobil nya di impit oleh mobil lain, Tasya mencoba untuk menghindari mobil itu..


namun Tasya tidak melihat di depan nya ada sebuah tiang , dan BUUUK.... mobil Tasya menabrak tiang di sisi jalan.. kepala Tasya terbentur dengan keras dan mengeluarkan darah.. "AAAHKKK.... teriak Tasya... dia terhempas ke depan, beruntung tubuh nya bisa di tahan Karena dia memakai sabuk pengaman..


kedua mobil yg mengikuti Tasya berhenti dan Melihat dari kejauhan.. "Rasain lu.. berani lawan bos gue..!" ujar pria yg ada di dalam mobil itu, mereka pun meninggalkan mobil tasya di sana..


Tasya,, memegangi kepalanya yg terasa berdenyut dan sakit.. kepala nya banyak mengeluarkan darah, dia terhuyung keluar dari mobilnya, orang-orang yg melihat Tasya tidak berani menolong nya, beruntung Tasya, sudah dekat dengan Apartemen Rizal, dia memang berniat untuk kesana, dan menginap bersama Angel.. Tasya berjalan perlahan dan terhuyung, dia menguatkan kakinya untuk melangkah.. masuk kedalam Apartemen Rizal..


Dari kejauhan, Sandy baru saja datang, dia di undang oleh Angel untuk makan malam di sana, dia memakirkan mobil di loby dan segera masuk ke dalam.. dla sedikit berlari, karena dia berfikir dia telat, saat Sandy akan masuk ke dalam lift yg akan membawa nya ke unit Apartemen Rizal, dia melihat Tasya yg berjalan terhuyung-huyung.. "Tasya..!!" ujar Sandy dan dia menghampiri Tasya..


"Sya lu kenapa...?!" tanya Sabdy.. Tasya menoleh dan melihat ke arah Sandy..


"Dokter Sandy...?!" ucapnya.. terbata..

__ADS_1


Tasya tidak bisa lagi menahan keseimbangan tubuh nya.. dia pingsan dan Tubuhnya di tahan oleh Sandy, agar tidak jatuh ke lantai..


"Sya... Sya..." Sandy panik dan berulang kali memanggil nama Tasya.. Tasya tidak menjawab, dia pingsan.. Sandy menggedong tubuh Tasya, dan membawa nya ke Apartemen Rizal dengan susah payah..


berulang kali Sandy menekan bel pintu Rizal..


"bertahan lah Sya..!! sandy nampak khawatir terlihat dari raut wajahnya..


akhirnya pintu itu terbuka.. Sandy berlari nasuk kedalam Apartemen Rizal.. Angel yg melihat itu teriak histeris.... melihat darah yg keluar di kepala adik nya.. "A-APA yg terjadi San..!! tanya Angel..


Sandy segera menidurkan tubuh Tasya ke dalam kamar.. dia tidak menjawab pertanyaan Angel.. dia turun kembali ke bawah dan mengambil peralatan Dokter yg ada di mobil nya, Sandy segera menngobati luka Tasya..


"Sya bangun Sya..,!!" ucap Angel.. dia terlihat menangis ... Rizal yg Melihat nya mencoba untuk menenangkan Angel... "Sudah kita keluar, biarkan dulu Sandy merawat nya..!!" ucap Rizal.. yg langsung membawa Angel keluar.. "Tasya pasti tidak akan Apa-apa, nanti aku akan mencari tau , kenapa Tasya bisa begini.!!" ucap Rizal, mencoba menenangkan Angel...


Setengah jam berlalu..


Sandy sudah selesai mengobati luka Tasya.. dia keluar dan menghampiri Angel yg masih betah nenangis.. terlihat Rizal yg datang membawa air minum untuk Angel dan Sandy..


"Ini minumlah dulu Ngel..!!" ucap Rizal..


"Ku rasa, ada yg sengaja mencelakai Tasya..!!" ujar Sandy tiba-tiba.. angel menatap nanar pada Sandy.. "Gue tau.. gue udah nyuruh kendra untuk mencari tau, kenapa Tasya bisa seperti ini..!" jawab Rizal.. "bagaimana keadaan nya..?!" tanya Izal.. "kita hanya menunggu nya sadar dulu.. setelah sadar dan keadaan nya memungkinkan kit bawa Tasya ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut..!!" jawab Sandy.


Angel yg membisu tidak menjawab apa pun.. dia memilih untuk menemani Tasya di kamarnya.. dia benar- benar khawatir melihat keadaan Tasya...


💟💟

__ADS_1


__ADS_2