Cinta Kembalilah

Cinta Kembalilah
CH 5 : BERTEMU TEMAN LAMA


__ADS_3

Di jalan, Moza tampak kesal mengingat kejadian hari ini yang sangat sial menurutnya. “ Pagi tadi aku harus di panggil oleh wali kelas, Pak Bram itu, lalu berkelahi dengan Ratna, si cewe centil narsis kealay-an, terus hampir tetabrak mobil, untung ada Pak Bram yang menyelamatkan, dan terakhir di pecat dari pekerjaan perdanaku pula..dasar sial, apes bener aku hari ini. Dan anehnya semua kejadian itu ada si guru sok perhatian, Bramasta itu…benar-benar sialan, hari ini hari sialku kayanya “sungut Moza berkali-kali mengumpat sambil menendang udara kosong di depannya.


Moza pulang melewati pasar malam dekat gang kos-annya, sedang asiknya melihat-lihat barang dagangan yang di jual oleh pedagang di sana, tanpa sengaja dia menginjak kaki seseorang di depannya.


“ Awwww..ishhh “


“ Maaf.. “ ucap Moza cepat-cepat dengan cuek tanpa melihat orang di depannya yang dia injak.


“ Hanya maaf.. Heyy, ini sakit tau.. “ tampak orang itu yang ternyata seorang pria bertubuh jangkung, berambut hitam bergelombang, hidung mancung dan siap ingin memarahi Moza kembali namun akhirnya terdiam, “ kamu.. Moza “ teriak pria itu kaget.


Moza yang juga kaget saat pria di depannya menyebut namanya akhirnya mau ga mau menoleh dan memperhatikan pria tersebut. “ Jimy.. Kamu kah itu, Jimy “ sontak Moza menghambur dan memeluk Jimy. “ oh, Jimy.. Aku senang bertemu denganmu, aku rindu.. Apa kabar ibumu? “ Moza melepaskan pelukannya dan mundur selangkah agar memiliki jarak untuk bicara dengan sahabatnya Jimy, sahabatnya di sekolahnya yang lama.


“ Hayy girl, lama sekali aku tidak melihatmu, kamu menghilang bagaikan di telan bumi.. Aku juga senang sekali bertemu denganmu di sini, kabar ibuku baik, dia selalu menanyakanmu, kamu kenapa menghilang.. Aku kerumahmu tapi ibu tirimu bilang dia tidak tahu menahu denganmu.. Ayolaah ceritakan padaku, apa alasannya menghilang, terutama dariku, kita kan sahabat.. Kamu tega sekali denganku.. “ cecar Jimy tanpa jeda.


Begitulah Jimy, dia sahabatku yang bisa di bilang paling dekat denganku, paling menjagaku waktu aku masih di sekolah lamaku. Tidak hanya itu, ibunya pun sangat dekat denganku, bahkan kami di jodoh-jodohkan oleh beliau, tapi aku sudah menganggap Jimy seperti kakakku begitupun Jimy menganggapku hanyalah kucingnya yang hanya patut dia sayangi dan jaga.

__ADS_1


“ Aku hanya ingin mencari suasana baru, kamu tau lah alasanku, sepertinya tidak perlu kita membahasnya di sini.. Aku malas “ jawab Moza tanpa mau membuka masalahnya lagi.


“ Ayolah girl, kenapa kamu jadi tertutup begini.. Ini bukan Moza yang ku kenal..” Jimy kembali mendekatkan tubuhnya pada Moza dengan merangkul bahunya dan sesekali menepuk bahu itu.


Moza hanya diam dan tersenyum masam, “ Jimy, tolonglah.. Jangan rusak perasaan membahagiakan karena bertemu denganmu ini menjadi topik yang malas aku bahas.. Aku benar-benar tidak ingin membahasnya.. Please! “ Moza mengakhiri kalimatnya dengan tegas namun dengan mata memelas.


Tidak bisa berkata-kata lagi, Jimy memilih berhenti mengorek Moza untuk sekarang. Dia menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Moza untuk kembali menyusuri pasar malam tersebut dengan di selingi candaan bahkan tertawa lepas dari keduanya.


Moza sangat senang bertemu dengan Jimy, paling tidak ini obat yang manjur untuk menghilangkan kesuntukkannya hari ini akibat kesialan demi kesialan yang dia alami hari ini. Moza terus tersenyum dan tertawa, dia merasa semua rasa kesalnya menguap terbawa angin dengan adanya kehadiran Jimy yang tak terduga ini.


" Apa peduliku itu pacarnya atau bukan, yang jelas saat ini dia aman bersama orang yang dia kenal, aku bisa pulang sekarang " pikir Bram sambil mempermainkan kunci mobilnya ke udara lalu menangkapnya, dia masih memperhatikan Moza dari kejauhan yang lama-lama tidak terlihat akibat tertutup oleh orang-orang yang berlalu lalang di pasar malam tersebut.


" Dia sangat manis saat tersenyum dan tertawa seperti itu, aku seperti melihat bidadari di dunia ini.. Aahhh, kenapa aku seperti ini.. " Bram tidak habis pikir dengan dirinya sendiri, yang secara tiba-tiba terus memikirkan Moza, anak didiknya yang berwajah cuek itu.


" Hmmm,, "

__ADS_1


Berpikir sebentar dan masih melihat kearah Moza yang tadi menghilang di kejauhan, ada perasaan sedikit tidak suka di hati Bram. " Aakhhh si** " Bram mengumpat dirinya sendiri lalu membalikkan badannya untuk kembali ke dalam mobilnya.


Di tengah perjalanan, dia mendapat telpon dari rumah ayah angkatnya, Dokter Brata.


“ Hallo, Yah.. Apa kabar? Ada apa ayah menelponku? “ tanya Bram sambil terus memperhatikan jalan agar tetap berkonsentrasi mengendarai mobilnya.


“ Baiklah, besok malam aku akan mampir ke rumah. Baiklah, aku tutup telponnya Yah “ panggilan telpon berakhir dan Bram melanjutkan perjalanannya pulang ke rumahnya.


*******


Maaf bila dalam penulisan kurang berkenan, maklumi si amatiran ini ya. hehehe


Semoga kedepannya lebih baik lagi


Semoga kalian menyukainya walaupun cuma sedikit hmmm..

__ADS_1


__ADS_2