
Pagi kembali datang, Moza terbangun agak pagi kali ini. Seperti dapat suntikkan semangat saat tadi malam dia bertemu Jimy di area pasar malam. Mereka akhirnya mengobrol seru semalam sepanjang jalan pulang ke kos-an Moza. Moza merasa sangat nyaman saat berada di dekat Jimy, dengan Jimy dia menjadi dirinya yang dulu, andai Jimy tidak membuat keputusan bahwa mereka hanya bisa berteman, mungkin Moza dan Jimy bisa menjadi pasangan serasi.
Hari ini Moza tiba di sekolah tanpa terlambat, bahkan dia sempat untuk sarapan dulu di kantin sekolah sebelum jam pelajaran di mulai.
Triiingg, Triiingg, Triinngg
Bel masuk kelas berbunyi, tak lama Pak Bram masuk ke dalam kelas diikuti seorang siswi cantik di belakangnya.
“ Selamat pagi, Anak-anak.” Dan anak didiknya membalas sapaan dari wali kelas mereka pun dengan serempak. Terutama Hanin yang sangat bersemangat karena memang dia sangat menyukai Pak Bram, si wali kelas tertampan di sekolahnya.
“ Baiklah.. Hari ini, kita kedatangan siswi pindahan, silahkan Nindi, perkenalkan dirimu..” Pak Bram mempersilahkan siswi di sebelahnya untuk bicara.
Siswi baru itu maju selangkah ke depan dan tersenyum ceria sebelum mulai bicara. “ Hallo teman-teman, perkenalkan namaku Anindya Sujagad, aku baru pindah dari kota M kemarin, Senang berkenalan dengan kalian. “ ucap Nindi sangat bersemangat dan terus tersenyum.
Nindi memandang teman-teman baru di depannya itu satu persatu dengan penuh keceriaan. Dan matanya tertuju pada satu bangku kosong dan di sebelahnya duduk seorang anak perempuan yang sedang menelungkupkan kepalanya ke meja tanpa memandang ke arahnya sama sekali seperti yang lain. “ Saya duduk di sana kan, Pak “ ucap Nindi sok tahu sambil menunjuk ke arah kursi kosong di bangku paling belakang.
Dengan tersenyum Pak Bram menyahut, “ kamu menandai daerahmu sendiri ya Nindi, silahkan duduk di bangku itu, di sebelah Moza.. “. Setelah menyuruh Nindi ke bangkunya, Pak Bram meminta anak didiknya membuka buku pelajarannya sambil menunggu guru Matematika mereka datang.
“ Baiklah, lanjutkan belajar kalian.. Bapak akan kembali ke lapangan. Terima kasih anak-anak, selamat pagi.. “ ucap Pak Bram dan berlalu pergi meninggalkan ruangan kelas sambil melirik ke meja Moza dengan ekspresi sulit diartikan.
“ anak itu tidak mengangkat kepalanya sama sekali saat aku ada di depan kelas, benar-benar anak yang sulit ku mengerti. Sebaiknya aku mencoba bicara dengannya nanti..” gumam Bram dalam hati sambil menuruni tangga menuju lapangan.
__ADS_1
Nindi yang tampak bingung dengan teman sebangkunya yang sama sekali tak menggubris, bahkan saat anak-anak yang lain heboh mendekati dirinya bertanya ini dan itu padanya. Moza seperti tak merasakan kehadiran mereka.
Karena penasaran, Nindi mengoyang-goyangkan badan Moza dengan pelan, “ Hayy, aku Nindi.. Nama kamu siapa, bolehkah kita berkenalan, aku teman sebangkumu yang baru loh..”, Nindi masih mencoba menggoyangkan badan Moza pelan.
Moza yang merasa ada yang menyentuh bahunya menoleh dengan membuka salah satu matanya saja, “ hmm, ada apa? “, Moza mulai menggeliat pelan dan menguap.
“ Hayy, namaku Nindi..Kamu?? “ ulang Nindi dengan senyumnya dan membuka telapak tangannya ke arah Moza. Wajah Nindi yang putih bersih, dengan warna lipbalm natural di bibirnya, membuat senyum itu terlihat sangat manis.
“ Siapa perempuan ini, kenapa tersenyum semanis itu denganku..dia manis daannn cantik.. “ gumam Moza dalam hati.
Nindi yang masih mengulurkan tangannya itu mengambil tangan Moza untuk menjabatnya, “ Senang berkenalan denganmu..Amoza Safitri..hehe” lalu sejurus dia memeluk Moza, dan itu sontak membuat Moza kaget tapi tidak melepaskan pelukan anak baru ini.
“ Lepaskan.. “ ucap Moza saat dia merasa adegan peluk memeluk ini terlalu lama di lakukan Nindi, “ anak ini cantik tapi kelakuannya tak wajar ” pikir Moza bertanya-tanya dalam hatinya. Dan Nindi pun melepaskan pelukannya dan dengan masih tersenyum dengan Moza, “ aku traktir kamu makan siang ya Amoza.. Jangan tolak permintaan ku, aku tidak suka di tolak, OK! “..Nindi mengedipkan sebelah matanya ke arah Moza.
“ Aku juga boleh ikut ya.. “ tiba-tiba Hanin yang duduk di depan mereka meminta untuk bergabung.
“ Boleh dong, aku senang punya teman baru seperti kalian.. Hehehe” rangkul Nindi kepada Moza dan Hanin.
Moza dan Hanin yang sebelumnya tidak akrab terpaksa untuk tersenyum didepan Nindi. Wajah Moza yang kembali ke mode cuek membuat Hanin merinding, tapi hal itu tidak di gubris oleh Nindi yang dari tadi terlihat masih senyum-senyum sendiri.
Di Kantin saat jam makan siang, Hanin dan Nindi begitu bersemangat membawa makanan yang mereka beli di kios tempat makanan di jual. Hari ini Hanin memilih gado-gado sebagai makan siangnya, Nindi juga mengikuti Hanin membeli makanan yang sama, sedangkan Moza hanya membeli sebotol Susu strawbery kesukaannya.
__ADS_1
“ Kamu yakin hanya meminum susu itu, Moza. Apa mau ku ambilkan makanan yang sama seperti punyaku” Nindi mencoba menawarkan lagi kepada Moza yang sejak tadi dia bingung melihat Moza tak membeli makanan satu pun, hanya susu itu saja yang dia pesan.
“ Tidak, Terima kasih.. Aku cukup meminum susu ini saja, kalian makanlah.. Tidak usah pedulikan aku. “ Moza selalu menjawab dengan nada cuek dan dingin.
Nindi yang masih belum mengerti dengan sikap teman barunya itu memilih diam dan mulai mengunyah makanannya bersama Hanin. Hanin pun cuek saja melihat kelakuan Moza yang dia tau sangat dingin.
Setelah menghabiskan makanannya, Nindi menjauhkan piring kotornya, begitu juga dengan Hanin. Sambil berpikir sedangkan matanya melirik ke arah Hanin dan Moza, dia memilih harus mengobrol dengan siapa.. Moza yang terlihat cuek dan tak bersemangat atau Hanin yang terlihat lebih ramah padanya.
“ Eh, apa kalian mau berkunjung ke rumahku. Aku bermaksud mengundang kalian ke rumahku sambil meminjam buku catatan kalian. Aku ingin mengejar ketertinggalanku di sekolah ini. Apa kalian mau membantuku “ ucap Nindi mulai membujuk dua temannya itu.
“ Boleh saja, sore ini aku tidak ada jadwal.. Aku bisa ke rumahmu, berikan alamat dan nomor HP mu.. Nanti sore aku akan ke rumahmu.. “ balas Hanin dengan senyum yang sangat ramah.
“ Asiiikkk… Bagaimana denganmu, Moza.. Apa kamu ada waktu.. “ Nindi bertanya dengan pelan menatap Moza penuh pengharapan.
“ Maaf, aku tidak bisa.. Aku ada urusan hari ini.. “ sahut Moza tanpa memandang ke arah Nindi, dia sibuk memainkan botol bekas kemasan susu yang dia minum tadi.
Agak kecewa dengan jawaban Moza, Nindi tertunduk dengan perasaan sedih. Hanin yang melihat itu menarik tangan Nindi sambil beranjak dari duduknya. “ Ayolah, tidak apa-apa Moza tidak ikut, lain kali pasti dia ikut..Ayo, kita kembali ke kelas ” bujuk Hanin menghibur Nindi.
Nindi yang masih memasang wajah cemberutnya tak mau melihat ke arah Moza, dia anggap Moza jahat dan tidak mau berteman dengannya. Nindi memang anak yang cengeng dan manja, maklum dia anak bungsu di keluarganya jadi yaa begitulah.
Sepeninggal Hanin dan Nindi, Moza melirik jam tangannya. Jam terakhir untuk mata pelajaran Biologi akan segera di mulai. Dengan segera dia menuju kelasnya dengan langkah setengah berlari.
__ADS_1
******
Selamat membaca gengs, semoga suka 🙏