Cinta Kembalilah

Cinta Kembalilah
CH 7 : MENJALANI HUKUMAN


__ADS_3

Sore ini Moza berjalan kaki menuju taman, seperti biasa sambil mendengarkan musik di hp nya. Di bawah pohon sudah ada geng Ratna dan juga Pak Bram terlihat menunggunya. Nampak juga beberapa plastik hitam besar untuk tempat sampah nantinya, beberapa sapu lidi dan juga sarung tangan karet.


Ya, hari ini adalah hari pertama mereka menjalankan hukuman sosial akibat semalam sudah memasuki area terlarang bagi pelajar. Pak Bram yang dianggap bertanggung jawab oleh pihak kepolisian semalam, harus menemani mereka juga menjalani hukuman ini, walaupun dia lebih seperti mandor.


Melihat Moza sudah datang, Pak Bram bersuara “ langsung saja bersihkan seluruh area taman ini dari sampah ya anak-anak baik.. Kumpulkan sampah-sampah yang berserakan ke dalam kantong hitam itu lalu kalian antar ke depo sampah di belakang taman ini.. “. Bram lalu membuka kantong itu lebar-lebar, sedangkan geng Ratna mulai menyapu sampah di dekatnya.


“ Moza, ngapain kamu diam aja.. Buruan bantuin.. “ ucap Dona kesal.


Moza tidak menjawab, dia langsung memakai sarung tangan karet dan membawa satu kantong plastik hitam lain lalu berkeliling taman untuk mengambil botol bekas air mineral dan plastik snack-snack yang banyak berhamburan di sekitaran taman.


“ Kenapa banyak sekali sampah di taman ini, padahal sudah di sediakan tempat sampah di mana-mana, apa mereka buta, tidak melihat tempat sampah sebesar itu.. Hissshhh “ gerutu Moza dalam hatinya sambil terus memungut plastik bekas bungkus sosis yang terlihat menumpuk di satu tempat.


Pak Bram memperhatikan Moza dari kejauhan, sambil melirik ke arah geng Ratna yang menyapu di situ-situ saja membuat Pak Bram memerintahkan mereka untuk berpencar agar pekerjaan ini cepat selesai sebelum matahari tenggelam. Dan dibalas anggukan oleh mereka bertiga, geng Ratna cs.


“ Cepatlah selesaikan, kalo kalian bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 jam, saya traktir makan mie ayam di ujung taman sana. “ Bram menunjuk ke arah ujung taman, diikuti 3 pasang mata yang melihat ke arah yang di tunjukkan gurunya, kecuali Moza yang masih asik memungut sampah. Dia sama sekali tidak mendengar karena telinganya masih terpasang earset.


“ Yesss.. “ teriak geng Ratna.


“ Beneran ya Pak guru ganteng, awass kalo bapak bohong, kita sumpahin bapak tambah ganteng “ ucap Ratna cekikikan dengan kedua temannya itu.


Bram tersenyum mendengar sumpahan dari anak didiknya ituu, “ cepatlah selesaikan, keburu matahari tenggelam dan mia ayamnya habis nanti..cepatlah, cepat “ Bram menyemangati mereka lagi. Kemudian dia berjalan ke arah Moza dan membantunya memungut sampah di sekitarnya.


“ Hey Moza, apa yang kamu lakukan.. Cepatlah sedikit.. “ Pak Bram menarik tangan Moza hingga anak itu kaget dan menatap mata Bram. Mereka berdua saling bertatapan dan terdiam.


Karena merasa risih di tatap seperti itu, Moza membuang mukanya dan melanjutkan mengambil sampah. Tidak menghiraukan gurunya yang susah payah menahan dirinya dan juga menahan nafasnya. Bram lupa untuk bernafas.

__ADS_1


“ Matanya..matanya menusuk jantungku.. Ada apa denganku, melihat matanya saja membuat jantungku terasa nyeri.. Perasaan apa ini? “ lirih Bram dalam hatinya.


Selang 15 menit berlalu, moza membalikkan badannya kepada Bram yang terlihat menggaruk-garukkan kepalanya, bertingkah aneh. Moza lalu melepaskan sarung karetnya, memasukkan earset yang di pakainya ke dalam tas sekolahnya lalu berjalan meninggalkan gurunya.


“ Saya sudah selesai, Pak. Silahkan kalian lanjutkan… Saya masih ada urusan lain…Sampai jumpa besok “ dengan menaruh sarung karetnya ke tanah Moza melangkah pergi seenaknya.


Dengan cepat Bram menghentikannya, “ Moza tunggu.. Ini belum selesai, kamu mau kemana.. Saya berjanji akan mentraktir kalian makan jika sudah selesai.. Ayo, selesaikan lah dulu hukumanmu hari ini, Jangan membuat masalah lagi.. “ pinta Bram kepada anak didik cueknya ini.


“ Saya harus pergi pak, saya ada urusan penting “, jawab Moza dengan tatapan mengarah kepada Bram,


“ glekk,” mulut Bram seakan terkunci, jantungnya seakan terhenti sesaat..” lagiii yaa Tuhaaann, perasaan apa ini..ckk”


lalu terdengar suara “..Kruccuuukkk Kruccuuuukkk..“


“ Kamu lapar ya “ suara perut Moza membuat Bram tersadar dari perasaan anehnya dan tersenyum melihat Moza yang tertunduk menahan malu. “ Baiklah “, Bram kemudian memanggil geng Ratna dan menyuruh mereka menyudahi semuanya.


“ Biarkan, nanti saya yang selesaikan “, ucap Pak Bram


“ memang kenapa sih Pak, ga di selesaikan sekarang saja, ribet bener deh ah.. “ timpal Ratna memandang sinis ke arah Moza yang berdiri bersebelahan dengan Pak Bram, guru gantengnya.


“ Saya sudah lapar, perut saya berbunyi tadi, sepertinya tidak sanggup kalo harus menunggu sampai kalian selesai.. Kita makan sekarang saja “ Bram berbohong dan mulai berjalan menuju penjual mie ayam.


Moza mendengar itu mendelik heran ke arah gurunya, " dasar orang aneh " batinnya.


“ Ayo kalian semua, ikut saja.. Di bayarin ini.. “ lirik Pak Bram lagi ke mereka semua.

__ADS_1


Moza terpaksa mengikuti gurunya, setelah tadi berperang dengan dirinya sendiri untuk mengikuti Pak Bram atau dia mencari makannya sendiri. Tapi dirinya sudah sangat kelaparan karena tadi siang hanya meminum susu saja. “ ini memalukan, makan dengan mereka.. Satu guru so perhatian, dan juga geng Ratna ini yang pecicilan sama gurunya sendiri.. Dasar geng ababil..ckk “ sungut Moza dalam hati.


Bram sudah di apit oleh ketiga anak didiknya untuk duduk sedangkan Moza duduk di depan mereka. Bram tadi memesan 5 mangkok mie ayam lengkap dengan es jeruknya.


“ Pak, habis ini kita ke mall ya.. “ ajak Ratna sambil bertekstur di samping Bram yang nampak risih di dekati anak didiknya yang centil itu.


“ Setelah ini saya masih ada urusan, maaf “ tolak Bram


Moza melihat gaya centil Ratna berdesis pelan, “ ishhh ganjen ga jelas “. Dan ternyata Ratna mendengarnya, “ loe bilang apa Hahh, suka-suka gue kali.. “ Ratna mulai nyolot.


“ Lo tu ga punya urat malu ya, Pantes aja “ timpal Moza lagi.


“ hisss, kamu “, Ratna sudah akan berdiri menyerang Moza tapi Bram dengan sigap mendudukkannya lagi, “ kita disini mau makan ya Ratna, bukan berkelahi.. Jadi duduklah yang manis dan tunggu makanan kita datang.. “ pinta Bram sambil kembali menghadap ke depan dan mengarahkan pandangannya ke Moza penuh arti.


Ratna menuruti gurunya, “ baiklah Pak.. Lain kali saja kita ke mall nya ya Pak, Hehehe “ Ratna kembali mengobrol dengan Dona dan Karin.


Moza yang merasa risih di lihat Pak Bram kemudian mengeluarkan HP dari tasnya, melihat ada beberapa pesan masuk dari ayahnya yang menanyakan kabarnya dan menginginkan anak perempuannya itu pulang, yang di balas Moza dengan kata “ baik “ saja. Lalu ada pesan dari Jimy, yang mengajaknya untuk jalan-jalan malam minggu nanti, tapi pesan Jimy itu belum sempat di balasnya, karena makanan yang mereka pesan tadi sudah datang ke meja mereka. Moza memasukkan hpnya kembali ke dalam tas. Dan mereka mulai makan mie ayam itu dalam mode diam alias menikmati.. xixixi


“ Pak, kami sudah selesai makannya. Bolehkah kami pergi, Pak “ tanya Karin, “ ini beneran di traktir kan pak, soalnya kami tidak bawa uang, uang jajan kami hari ini sudah habis “ Dona memasang wajah memelas.


“ Ya, silahkan kalian pulang.. Jangan kemana-mana lagi.. Lagian saya sudah bilang akan mentraktir jadi kalian bebas pergi setelah makanan ini habis..ok” Bram menyeruput es jeruknya


“ Ok, Pak.. Terima kasih.. “ sahut Karin dan Dona


******

__ADS_1


Semoga suka gengs 🙏🙏


__ADS_2