
Sementara itu Daniel dan Rachel sedang duduk di gazebo halaman mansion belakang yang terdapat taman bunga-bunga yang indah di pandang mata sambil makan mangga muda hasil petikan Daniel yang langsung memanjat dari pohon atas permintaan Rachel.
Sebenarnya hanya Rachel saja yang makan alasan karena tidak mau makan adalah karena mangga tersebut sangat-sangatlah asam.
"Hubby beneran ngak mau? Ini enak loh by." Tanya Rachel sambil terus memakan mangga muda itu sedangkan Daniel hanya menelan kasar saliva nya karena melihat Rachel sangat menikmati mangga muda yang masih kelihatan hijau daging nya.
"Tidak sayang, kamu saja yang makan ya. Hubby udah kenyang tadi makannya banyak." Alasan Daniel sambil mengelus perutnya berpura-pura kenyang.
"Ya sudah." Ucap Rachel acuh sambil memakan lagi mangga yang sudah terkupas dan dipotong-potong dalam suatu wadah.
Setelah kenyang memakan mangga muda itu Rachel duduk sambil bersandar di dada Daniel yang bidang.
"Pinjam dada nya ya Hubby." Ucap Rachel sambil mendongakkan kepalanya menghadap Daniel.
"Iya sayang." Jawab Daniel sambil mengelus perut Rachel yang sedikit membuncit.
"Hubby kenapa ya kemarin Tuan Reza agak berbeda seperti menghindari kita?" Tanya Rachel.
"Hubby juga ngak tau sayang, mungkin aja dia ada keperluan yang sangat penting." Jawab Daniel dan Rachel hanya menganggukkan kepalanya tanda paham.
Beberapa saat kemudian,Daniel yang mengetahui istrinya tertidur pun langsung menggendong nya ke kamar nya menggunakan lift.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Daniel meletakkan tubuh istri nya dengan perlahan-lahan agar tidak membangunkan sang istri yang tertidur sangat lelap dan tidak lupa mengecup kening sang istri juga melepaskan cadar dan jilbab yang dipakai Rachel.
Setelah meletakkan istri nya Daniel beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelahnya dia pergi ke ruang kerja nya.
"Aldo cepat kesini ada yang ingin kutanyakan kepadamu sanagt penting." Titah Daniel menelpon Aldo.
Di seberang sana Aldo bingung apa yang ingin ditanyakan Daniel kepadanya hingga sanagt penting.
Sesampainya di ruangan kerja Daniel dia langsung masuk tanpa mengetuk dulu entah tabiat dari mana sekarang dua sudah berani begitu biasanya saja sangat sopan.
Daniel yang sedang membaca suatu dokumen pun menengadahkan kepalanya karena mendengar suara pintu yang dibuka.
"Hal penting apa yang ingin dibicarakan?" Tanya Aldo sambil duduk tepat di depan Daniel.
"Bagaimana hubungan mu dengan Faiha?" Tanya Daniel.
"Entahlah Faiha sudah lulus kuliah dan aku berjanji akan menghalalkan nya setelah kuliah. Dan mungkin beberapa bulan lagi aku akan menghalalkan nya." Jawab Aldo mantap.
"Baiklah terserah mu saja." Pasrah Daniel.
"Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku akan pergi karena Faiha sudah menunggu ku." Ucap Aldo dan Daniel hanya mengangguk dan mengiyakan nya.
__ADS_1
Setelah itu Aldo keluar dari ruang kerja Daniel dan langsung ke ruang makan yang sudah terdapat Faiha yang sedang makan disana.
"Apakah kau lama menunggu ku?" Tanya Aldo sambil tersenyum kecil melihat Faiha yang makan dengan lahap walaupun memakai cadar.
"Hemm mengapa lama sekali?" Tanya balik Faiha.
"Tidak ada, Tuan Daniel hanya bertanya kapan kau akan menjadi pendamping hidup ku." Ucap Aldo dan Faiha yang mendengarnya tersedak dengan segera Aldo memberi minum kepada Faiha yang langsung diteguk habis olehnya.
"Jadi kapan kau akan menghalalkan ku?" Tanya Faiha setelah dirasa lega.
"Kemungkinan bulan depan dan weekend ini kita berempat akan ke tempat orang tua ku meminta restu." Jawab Aldo sambil memakan buah apel yang sudah dikupas oleh Faiha.
"Ooo, memangnya dimana orang tuamu tinggal?" Tanya Faiha lagi.
"Di Singapura makanya aku akan meminta cuti 2 hari." Jawab Aldo lagi.
Dan Faiha hanya ber oh ria dan setelah mereka makan. Mereka melanjutkan menonton Film horor di televisi yang terdapat di ruang keluarga yang terbuka supaya tidak menyebabkan fitnah.
...****************...
sekian trimakasih..... jangan lupa like komen dan voteeeee ya๐
__ADS_1