
Masih di apartemen Syeren.
"Oke kalo kamu ngak mau jawab pertanyaan kakak yang tadi. Tapi kenapa kamu membatalkan pernikahan kamu sama Reza Syeren?" Tanya Rachel lagi dengan nada lembut walaupun dia masih penasaran.
"Kak Syeren mohon jangan tanyakan tentang itu lagi." Ucap Syeren dengan mata berkaca-kaca.
"Ya udah kalo memang kamu ngak menganggap kami kakak kamu." Bukan Rachel yang berucap, namun Faiha sengaja memancing Syeren supaya mengatakan yang sebenarnya.
"Kak bukan gitu kak." Ucap Syeren tak percaya Faiha mengatakan seperti itu.
"Syeren cuman belum bisa bilang, ini tu terlalu susah untuk di ceritakan Syeren mohon jangan paksa Syeren hiks. Syeren ngak sanggup hiks hiks." Sambung Syeren sambil menangis yang membuat Rachel dan Faiha tak tega.
"Tapi kalo kamu udah sanggup untuk cerita bilang sama kakak, kakak siap denger." Ucap Rachel yang di angguki oleh Faiha.
Syeren hanya menganggukkan kepala nya pelan karena tidak sanggup berbicara, lalu Rachel dan Faiha berjalan ke arah Syeren dan duduk di kiri-kanan Syeren dan memeluk erat Syeren berharap Syeren tidak lagi bersedih.
"Udah-udah mewek nya sekarang kita buat kue mau ngak." Ucap Rachel yang di angguki Faiha agar Syeren tidak bersedih lagi.
__ADS_1
Lalu mereka merapikan diri kembali dan keluar dari apartemen untuk pergi ke Supermarket yang berada di depan apartemen untuk membeli bahan-bahan kue.
Sesampainya di supermarket tiga wanita itu memilih bahan kue sambil sesekali bercanda ria.
Setelah belanja bahan-bahan kue mereka bertiga kembali ke apartemen Syeren dan mulai membuat kue.
"Oke kita mau buat kue apa nich?" Tanya Syeren yang mulai melupakan kesedihan tadi.
"Gimana kalo kita buat Rainbow cake aja." Usul Faiha yang di angguki antusias oleh Rachel dan Syeren.
Akhirnya mereka membuat Rainbow cake dengan sesekali bercanda. Rachel yang selalu usil melemparkan tepung pada Faiha dan Syeren yang juga dibalas oleh mereka berdua.
"Gimana enak ngak?" Tanya Faiha khawatir karena itu resep dari nya.
Rachel dan Syeren pun memberikan jempol nya untuk Faiha yang membuat Faiha lega, setelah makan mereka pun masuk ke kamar Syeren untuk nonton drakor bareng.
"Oh ya kakak mau bilang kalo kamu nanti bakal jadi aunty loh." Ucap Faiha.
__ADS_1
"Wah yang bener kak?" Tanya Syeren memastikan yang di iyakan oleh Faiha.
"Wah jadi ngak sabar pengen liat pas dia lahir." Ucap Syeren antusias.
Setelah banyak kejadian di hari ini, sorenya Daniel dan Aldo menjemput istri nya masing-masing.
"Dadah Syeren." Ucap Rachel dan Faiha sambil melambaikan tangannya pada Syeren yang di balas juga oleh Syeren.
Di dalam mobil Faiha duduk di samping Aldo yang sedang menyetir mobil, sedangkan Daniel dan Rachel duduk di belakang.
Rachel masih kepikiran dengan keadaan Syeren begitu juga dengan Faiha yang masih melamun memikirkan Syeren.
"Sayang kenapa melamun aja dari tadi? Kenapa ada masalah? Kalo ada bilang sama Hubby jangan pendam sendiri?" Pertanyaan beruntun di lemparkan oleh Daniel ke Rachel yang sedang melamun, tapi buyar karena di tanyakan oleh Daniel.
"Tidak ada Hubby ngak papa kok." Ucap Rachel menggeleng kan kepalanya.
...****************...
__ADS_1
Sekian terimakasih,,,, Jangan lupa like komen dan voteee serta rateee supaya author makin semangat