Cinta Mafia Kejam

Cinta Mafia Kejam
Kecelakaan#2


__ADS_3

Dengan cepat Daniel mengambil jas nya, dan turun melalui lift khusus CEO lalu turun ke parkiran mengambil mobil nya. Sengaja Daniel tidak mengajak Aldo, karena Aldo sedang mewakili meeting.


Mengapa harus Aldo mewakili Daniel? Mengapa tidak Daniel saja? Karena Daniel tidak ingin nanti saat istrinya datang dia tidak ada.


"Tadi aku tidak ingin Rachel menunggu dan sekarang nyatanya aku yang menunggu." Ucap Daniel sambil berlari ke dalam rumah sakit yang sudah dibilang oleh bodyguard nya.


"Bagaimana dengan keadaan istri dan anak ku?" Tanya Daniel pada bodyguard nya yang sedang duduk di depan ruang IGD.


"Saya tidak tau Tuan." Jawab bodyguard nya menunduk takut terkena emosi Daniel.


"Akkhh." Teriak Daniel sambil meninju tembok di samping nya hingga kepalan tangan nya mengeluarkan darah segar.


Bodyguard Daniel hanya diam dan menunduk takut kena marah oleh Daniel.


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan itu dan bertanya.


"Keluarga nya nona Rachel?" Panggil dokter tersebut.


Daniel yang sedang asik meninju tembok pun terdiam saat mendengar panggilan dari dokter tersebut.


"Ya saya suaminya." Ucap Daniel dingin sambil menatap tajam dokter tersebut.

__ADS_1


"Begini Tuan, benturan di perut nya sangat kuat, dan dengan terpaksa saya harus mengoperasi nya." Jelas dokter tersebut hati-hati.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya, kalau istri saya kenapa-napa maka rumah sakit ini akan rata dalam hitungan jam." Ancam Daniel dingin yang membuat dokter tersebut meneguk saliva nya kasar mendengar ancaman Daniel yang tidak main-main.


"Baik saya akan melakukan yang terbaik Tuan, permisi." Ucap dokter tersebut dan masuk kembali ke dalam ruangan itu dan membawa Rachel ke ruangan operasi.


Daniel melihat istri nya yang pucat dan bersimbah darah dengan mata yang berkaca-kaca.


Beberapa jam terlewati, Daniel sangat gusar mengingat istri dan anaknya bahkan dia tak bosan-bosan nya merapalkan do'a-do'a untuk kelancaran operasi istri dan anaknya.


Ceklek


Pintu ruangan operasi terbuka dan memperlihatkan dokter yang nampak kelelahan.


"Alhamdulillah istri anda baik-baik saja dan selamat anda laki-laki Tuan." Tutur dokter tersebut sambil melepaskan masker nya.


"Alhamdulillah." Puji Syukur Daniel pada yang maha Kuasa.


"Apakah saya bisa melihat istri dan anak saya?" Tanya Daniel.


"Tunggu sebentar Tuan, setelah istri anda di pindahkan ke ruang perawatan baru anda boleh melihat nya." Jelas dokter tersebut dan Daniel hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


Sekitar 15 menit kemudian, Rachel sudah berada di ruangan perawatan. Daniel dengan setia menunggu kesadaran istri nya.


Tak lama kemudian datang lah seorang suster yang membawa seorang bayi yang tampan dan persis seperti Daniel.


"Maaf Tuan ini putra anda." Ucap suster tersebut sambil memberikan bayi tersebut ke Daniel.


Daniel mengambil putra nya dengan wajah berbinar. Lalu Daniel nampak meng adzan kan bayi tersebut.


Setelah di adzan kan Daniel menaruh bayi tersebut di samping Rachel dan dia juga duduk di samping Rachel yang masih belum siuman.


"Sayang bangunlah lihatlah anak kita adalah laki-laki." Ucap Daniel sendu dan tanpa di sadari dia meneteskan air mata nya.


Daniel segera menghapus air mata nya dan berusaha tersenyum.


Tiba-tiba bayi nya menangis dengan keras.


"Sayang bangunlah apakah kau tidak melihat anak kita menangis, dia ingin menyus*i padamu." Ucap Daniel lagi sambil menangis.


Eughh....


...****************...

__ADS_1


Sekian terimakasih,,, besok lagi ya,,,, Jangan lupa like komen vote serta rateee biar Author makin semangat..... Maaf ya kalo misalnya cerita Author singkat dan terkesan buru-buru karena Author juga lagi belajar. Apa Novel ini Author tamatin aja ya,,,,


__ADS_2