Cinta Mafia Kejam

Cinta Mafia Kejam
Bentakan


__ADS_3

Sementara di mansion Daniel tepatnya di meja makan, Daniel sedang membujuk Rachel agar segera makan, tapi Rachel tidak mau dengan alasan sudah kenyang padahal Rachel tadi hanya makan saat siang itu pun sedikit.


"Ayolah Rachel makanlah sedikit saja." Bujuk Daniel sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Rachel yang tidak tertutup cadar karena memang di dalam mansion saat waktu makan pengawal atau pelayan lelaki tidak diizinkan masuk ke mansion hanya yang wanita yang di izinkan. semua pelayan wanita sangat mengagumi wajah imut nan cantik Rachel saat keluar dari kamar tadi.


Para pelayan pun tercengang saat melihat Daniel membujuk Rachel seperti seorang ayah yang membujuk anaknya untuk makan.


"Apakah itu Tuan kita." Tanya pelayan A.


"Ya jelas lah itu Tuan Daniel." Jawab pelayan B. dan pelayan A pun hanya menggangukkan kepalanya sambil melanjutkan pertunjukan langka di depan matanya itu.


"Ayolah Rachel sedikit saja." Daniel masih membujuk Rachel yang tidak ingin makan.


"Gak mau." Bantah Rachel sambil menggelengkan kepalanya.


"Makanlah." Ucap Daniel dingin sambil melemparkan tatapan tajam nya pada Rachel.


"Ga mau." Rengek Rachel tanpa perduli dengan tatapan tajam Daniel kepadanya.


"MAKANN!!!!." Bentak Daniel yang sudah tidak tahan lagi.


Rachel yang melihat Daniel membentak nya pun mata nya sudah berkaca-kaca ingin menangis.


"Rachel maharani!!!." Sekali lagi Daniel membentak nya dengan suara yang sangat tinggi.


Rachel yang mendengar daniel membentak nya lagi pun akhirnya tumpah air matanya.

__ADS_1


"Hiks… hiks…hiks." Tangis Rachel.


Daniel pun menghela nafas dia tau bahwa Rachel menangis karena bentakan nya, tapi dia hanya ingin memastikan lagi.


"Kenapa kau menangis." Tanya Daniel.


"Hiks... karena Tu-tuan membentak saya, saya tau saya keterlaluan tapi tidak harus membentak saya. kalau Tuan hiks.... membentak saya, saya harus mengadu kepada siapa sekarang hiks... saya tidak punya siapa-siapa lagi hiks... sekarang." Jawab Rachel masih terisak.


"Hufff baiklah karena kau tidak ingin makan ayo kita tidur saja." Pasrah daniel.


"A-ayo." Ajak rachel.


Mereka pun tidur berdua untuk kedua kalinya, Daniel mengelus rambut Rachel yang sedang berada dalam dekapan nya sedangkan Rachel sudah tertidur tetapi masih sesenggukan.





"Aldo jemput lah Faiha dan antar dia ke kampus saja, biar aku saja yang mengantar Rachel ke kampus." Titah Daniel.



"Baik Tuan." Jawab Aldo. "Mengapa selain aku yang disuruh menjemput gadis bisu itu." pikir Aldo. Ya Aldo mempunyai julukan untuk Faiha yaitu gadis bisu karena dia tak pernah bicara jika tidak ditanya padahal dia sendiri juga terkesan bisu karena tidak pernah bicara kalau tidak penting.

__ADS_1



"Baiklah Tuan." Aldo berjalan lesu ke arah mobilnya dan saat sampai di rumah Faiha dia tampak mengetuk pintu dan keluarlah Faiha dengan syar'i berwarna merah maron dengan jilbab dan cadar dengan warna yang sama. Aldo tampak memandang Faiha tanpa berkedip.



"Ehem asisten Aldo." Panggil Faiha agak keras karena sedari tadi di panggil oleh Faiha tidak di gubris sedikit pun.



"Eh iya ada apa." Aldo pun gelagapan menjawab nya. "aduh kenapa harus gugup sih." Batin Aldo sambil mengembalikan sifat angkuh dan cool nya.



"Tuan Daniel menyuruh saya untuk mengantarkan anda ke kampus dan mulai sekarang saya yang akan mengantarkan jemputkan anda ke kampus." Aldo berbicara dengan sifat coolnya.



"Baiklah asisten Aldo ayo ke kampus." Ajak faiha.



Sesampainya di kampus Faiha pun turun dan tak lupa berterimakasih.


__ADS_1


...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


jangan lupa like komen dari vote😊 dan yang bilang Rachel manja jangan suka salah paham sendiri ya. ....


__ADS_2