
Tak lama kemudian datang lah Reza dengan jas nya yang membuat dia terlihat sangat tampan. Reza di antar oleh pelayan makanya dia tahu dimana Syeren berada.
"Assalamu'alaikum Syeren oma." Reza mengucapkan salam sambil berjalan ke arah oma dan menyalami nya.
"Waalaikumsalam." Jawab Syeren dan oma.
Setelah menyalami oma Reza duduk di samping Syeren dengan gugup pasalnya dia harus meminta izin pada oma, jika dia meminta izin pada Aldo dia tidak akan se gugup ini.
"Ngak usah gugup nak." Kata oma yang membuat Reza tersenyum paksa demi menyembunyikan kegugupan nya.
"Oh iya oma ini kenalin Reza teman Syeren dan Reza ini kenalin oma nya Syeren." Syeren memperkenalkan Reza pada oma yang hanya di balas senyuman saja oleh oma.
"Teman atau demen." Goda oma yang membuat Syeren dan Reza malu.
"Ini masih teman oma, tapi nanti pas pulang udah jadi yang special oma." Jawab Reza yang membuat Syeren semakin malu.
"Oo begitu,, ingat jangan terlalu lama berhubungan yang di larang oleh Allah berdosa dan bisa membawa ke jalan yang ngak benar, cepat halalkan Syeren kalau memang udah serius." oma memperingati Reza.
"Iya oma." Jawab Reza dan Syeren bersamaan.
__ADS_1
Setelah banyak berbincang-bincang dengan oma akhirnya Reza mereka berpamitan dan pergi ke restoran romantis.
Sesampainya di restoran tersebut Reza duluan keluar dan membuka pintu mobil dan keluar lah Syeren yang sangat cantik hingga membuat para laki-laki yang berada di restoran itu melihat ke arahnya tanpa berkedip, tapi Syeren hanya acuh saja karena di kampus nya juga seperti itu setiap hari.
Reza dan Syeren masuk ke dalam restoran tersebut dan masuk ke ruangan VVIP yang memang sudah di pesan oleh Reza tadi siang.
Reza menarik bangku dan mempersilahkan Syeren duduk di bangku yang di tarik tadi. Dengan senang hati Syeren duduk dan setelah itu Reza pun ikut duduk di depan Syeren.
Makanan sudah tersaji di meja makan dan mereka berdua segera melahap nya karena memang sudah jam makan malam.
Setelah makan malam nya selesai tiba-tiba Reza bertekuk lutut di hadapan Syeren dan mengeluarkan satu buah kotak beludru, dia membuka nya yang langsung memperlihatkan satu cincin yang terdapat berlian di tengah nya yang dapat di pastikan bahwa harga nya tak main-main.
"Tapi,, Syeren kan masih kuliah." Jawab Syeren sendu dan Reza yang melihat nya pun langsung duduk di tempat nya kembali.
"Ngak papa kalau kamu mau nunggu dulu." Ucap Reza berusaha tersenyum.
"Tapi Syeren mau Tuan." Jawab Syeren yang langsung merubah takut wajah Reza menjadi bahagia.
Dengan cepat Reza memakaikan cincin nya ke jari manis Syeren yang berada di atas meja. Setelah itu dia mengecup punggung tangan Syeren.
__ADS_1
"Oh ya Tuan.." Reza langsung memotong ucapan Syeren karena Syeren masih memanggil nya dengan sebutan Tuan.
"Jangan panggil aku Tuan." Reza mengingatkan Syeren.
"Jadi harus panggil apa?" Syeren balik bertanya karena jujur ini adalah kali pertama dia berhubungan dengan seorang lelaki, karena dulu saat SMA kedua abangnya sangatlah posesif terhadapnya.
"Terserah asalkan jangan Tuan." Jawab Reza, Syeren yang mendengar itu pun langsung memikirkan nya.
"Bagaimana kalau abang." Usul Syeren.
"Aku bukan abang bakso." Jawab Reza.
"Jadi apa donk Syeren bingung nich." Kesal Syeren.
"Terserah." Ucap Reza yang membuat Syeren kesal.
Setelah itu mereka berdua pulang dengan suasana hati yang senang, tapi tidak dengan Syeren yang masih bingung menemukan kata panggilan yang cocok kepada Reza.
...****************...
__ADS_1
Sekian terimakasih..... TETAP JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE DAN JUGA RATEEEEE YA DAN YANG TERPENTING HARUS LIKE KARENA LIKE NGAK SUSAH-SUSAH AMAT TINGGAL TEKAN UDAH๐๐๐