
"Subhanallah indahnya kamar ini." Kagum Rachel saat masuk ke dalam kamar dia dan Daniel sekarang.
Tiba-tiba masuklah Daniel dan duduk di sofa. "Duduklah di sini." Titahnya sambil menepuk bagian kosong di sampingnya untuk di duduki Rachel. Rachel yang sedang melihat-lihat setiap sudut kamar pun terlonjak kaget. Dia pun menolehkan pandangannya kepada pria yang sedang duduk di sofa, ada rasa takut saat tahu bahwa hanya mereka berdua dalam suatu ruangan itu.
"Duduklah apa kau tak punya telinga." Titah Daniel dingin saat melihat tidak ada pergerakan dari Rachel.
"Ba-baiklah Tuan." Ucap Rachel yang sadar bahwa Daniel akan marah bila ia tak segera duduk, dia pun segera duduk agak jauh dari daniel karena merasa masih takut.
"Hahhh." Daniel menghela nafas berat dia tau bahwa Rachel masih takut atas apa yang dia lakukan.
"Baiklah, malam ini kau tidur di sini bersama ku, kau jangan takut karena aku tak akan macam-macam padamu." Jelas daniel.
"Baiklah Tuan, Tuan apa boleh besok saya berkuliah dan bekerja." Tanya Rachel karena dia sangat tidak ingin bila berhenti kuliah.
"Kalau kuliah boleh dan kalau bekerja tidak boleh karena kau akan mendapat uang saku setiap pagi ambillah pada pak Sam aku memberi nya pada pak sam." Jelas Daniel.
"Baiklah Tuan saya mau ke kamar mandi dulu." Jawab Rachel ngacir ke kamar mandi ingin mandi (ya kali pengin makan.).
__ADS_1
Daniel pun menuju ke ruang kerja nya untuk memeriksa beberapa berkas. sedangkan Rachel setelah mandi pun tak ambil pusing karena Daniel tidak ada di kamar nya lagi pergi mungkin pikir Rachel dan langsung tidur dengan nyenyak karena tubuhnya sangat lelah hari ini.
Di pagi hari
Rachel sudah bersiap-siap untuk ke kampus dia pun turun kebawah mendapati Daniel sedang sarapan dia pun duduk di kursi yang agak jauh dengan Daniel.
"Setiap pagi kau akan diantar oleh supir dan pak Sam akan menaruh uang saku mu di atas nakas." Jelas Daniel ingin beranjak pergi ke kantor.
"Baik Tuan, Tuan tunggu." Rachel yang selesai sarapan pun mengejar Daniel dan menyalami Daniel, sedangkan Daniel tertegun saat Rachel menyalami tangan nya karena tak pernah ada seorang pun yang berani memegang tangannya.
"Sepertinya aku akan pergi juga." Gumam Rachel.
"Mari nyonya saya antar." Ucap pak supir.
"Ah iya ayo pak, dan jangan panggil saya nyonya panggil saja saya Rachel ya pak." Pinta Rachel.
"Baik Rachel." Gagap pak supir karena belum terbiasa.
__ADS_1
Di dalam mobil pun hening dan sampailah ke kampus Rachel pun keluar tak lupa berterimakasih pada pak supir.
Rachel yang baru keluar dari mobil pun berjalan ke kelas nya dan di tengah jalan dia berjumpa dengan Vano lelaki yang pernah menyatakan cinta nya pada Rachel, tapi Rachel tidak menerimanya dengan alasan ingin fokus ke kuliah nya dulu dan dalam agama islam berpacaran itu berdosa. dan Vano pun memaklumi nya karena dia pun tau bahwa Rachel sangat kental dalam agamanya.
"Assalamu'alaikum Rachel. " Salam Vano tidak sedikit fasih mengucapkan salam karena dia baru masuk agama islam saat mengenal Rachel.(pesona Rachel bisa mengubah orang menjadi lebih baik ya.)
"Wa'alaikumsalam Vano." Jawab Rachel.
"Sendirian aja nih." Tanya Vano.
"Iya, ya udah dulu ya, saya mau pergi ke kelas. Assalamualaikum." Ucap Rachel sambil berlalu pergi karena ingin jam masuk.
"Waalaikumsalam."
...****************...
Sekian maaf lama up dan yang udah like makasih kalo ada yang salah boleh di kritik kok karena author baru pemula.๐
__ADS_1