
"Telat." Teriak semua orang di ruangan itu sambil menatap ke arah Aldo yang hanya cengegesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Sementara itu di luar ruangan tepatnya di dekat pintu ruangan Rachel para bodyguard yang berjumlah 4 orang terkejut mendengar suara teriakan dari dalam.
"Mengapa Tuan dan Nyonya berteriak di dalam apakah ada penyusup lagi?" Tanya salah satu bodyguard, sebut saja namanya Rizal.
"Mana ku tahu, tapi aku terkejut juga sich." Jawab bodyguard lainnya, sebut saja namanya Fadil.
"Bagaimana jika kita melihat nya saja." Usul bodyguard satunya, yang bernama Wardi.
"Ah daripada di sini tidak jelas lebih baik kita periksa ke dalam saja." Ucap bodyguard satu lagi, bernama Rian.
Mereka berempat pun langsung mendobrak pintu yang memang tidak terkunci hanya tertutup biasa saja.
Daniel dan yang lainnya yang sedang tertawa pun terkejut melihat 4 bodyguard yang berjaga di depan ruangan tiba-tiba seakan mendobrak pintu yang tidak terkunci.
4 Bodyguard tersebut jatuh bersama di depan pintu. Mereka merasa malu dan sakit karena jatuh bersama yang berarti jatuh bertindih yang membuat badan mereka sakit.
"Kalian ngapain?" Tanya Daniel heran melihat mereka yang sedang meringis kesakitan.
__ADS_1
Mereka berempat yang mendengar pertanyaan Daniel pun langusnh berusaha bangun dari jatuh nya walau merasa sakirt daripada kena pecat, batin mereka.
"Kami pikir ada penyusup Tuan, makanya kami mendobrak pintu nya kami pikir pintu nya terkunci rupanya tidak." Ucap Rian menunduk menanggung malu begitu juga yang lain nya yaitu Rizal, Fadil, dan Wardi.
"pufftt." Daniel menahan tawa nya melihat wajah ketakutan mereka.
1
2
3
Sementara itu Rizal dan rekan nya hanya menunduk dengan keadaan hati yang bercampur ekspresi antara malu, sakit juga kaget melihat Tuan nya yaitu Daniel dan Aldo tertawa lepas, karena selama ini mereka tidak pernah melihat kedua Tuan nya tertawa jangankan tertawa bahkan terseyum saja tidak pernah.
"Sudah-sudah kalian semua diam kasian mereka. Lihatlah mereka malu karena kita menertawakan nya." Peringat Rachel sambil mengelus punggung Daniel yang sedang terbatuk-batuk karena sangking capek nya tertawa.
"Iya-iya sayang." Jawab Daniel setelah menetralkan ketawa nya dan memeluk Rachel erat.
"Hubby Rachel ngak bisa nafas." Keluh Rachel, karena Daniel memeluk nya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Maafin Hubby ya sayang." Mohon Daniel sambil menangkup pipi Rachel yang tertutup cadar.
"Iya Hubby." Jawab Rachel dan Daniel langsung mengecup kening Rachel lama dan memeluk nya kembali.
"Woi ingat yang belum halal." Tiba-tiba terdengar suara Reza yang menyindir Daniel dan Rachel juga Aldo dan Faiha yang sedang saling memeluk. Sedangkan dirinya hanya bisa melihat Syeren yang tampak acuh kepadanya.
"Sirik ae lu yang jomblo." Sindir Daniel dan Aldo serentak.
"Huaaa Syeren mereka kayak gitu ke aku." Drama Reza sambil melihat ke arah Syeren.
"Apaan sich kayak anak kecil aja." Ucap Syeren yang membuat Reza semakin kesal, tepi kekesalan itu hanya sebentar karena tiba-tiba ada 2 tangan yang memeluk pinggang nya.
"Aaa Syeren." Ucap Reza sambil memeluk balik Syeren, ya yang memeluk Reza tadi tak lain dan tak bukan adalah Syeren.
"Tuan kami permisi." Ucap Rizal dan teman-temannya pergi tanpa mendengar persetujuan Daniel, karena sedang asik memeluk Rachel.
...****************...
Sekian terimaksih....... TETAP JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE DAN JUGA RATEEEEE YA DAN YANG TERPENTING HARUS LIKE KARENA LIKE NGAK SUSAH-SUSAH AMAT TINGGAL TEKAN UDAH😄😄😄Jangan lupa yang bab telat di like juga okay
__ADS_1