Cinta Mafia Kejam

Cinta Mafia Kejam
Tendangan


__ADS_3

Aldo dengan perlahan-lahan menaruh tubuh lemah Faiha ke ranjang. Setelah itu dia melepas jilbab dan cadar Faiha. Lalu dia mengambil minyak angin dan mengoleskan nya pada pelipis Faiha.


"Sayang kamu mau aku panggilin dokter atau kita ke rumah sakit aja?" Tanya Aldo khawatir dengan keadaan Faiha.


Tapi Faiha hanya menggeleng-gelengkan kepala nya lemah karena tidak sanggup berbicara.


"Ya udah kalo ngak mau aku temenin kami aja ya." Saran Aldo lalu juga tidur di samping Faiha yang sudah tidur karena terlalu lemah.


Sementara itu Daniel sedang di buat pusing oleh Rachel lantaran Rachel ingin mangga yang langsung di petik dari pohon dan yang memetik nya harus Daniel.


"Hubby Rachel pengen mangga, cepat Hubby petik." Rengek Rachel yang membuat Daniel melotot karena seumur-umur baru kali ini di suruh memanjat pohon.


"Sayang kan kita bisa beli aja." Bujuk Daniel seraya duduk di samping Rachel yang sedang duduk di ranjang.


"Ooo jadi Hubby mau nanti anaknya pas lahir ngences iya." Kesal Rachel sambil membelakangi Daniel.


"Enggak bukan gitu sayang." Ucap Daniel mengusap wajah nya kasar.


"Awwww aduh aduh." Pekik Rachel tiba-tiba membuat Daniel langsung panik dan mengelus perut Rachel.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Dimana yang sakit? Cepat bilang di mana?" Tanya Daniel beruntun karena terlalu panik, tetapi sesaat kemudian dia berbinar saat merasakan ada tendangan-tendangan kecil dari perut Rachel.


"Sayang dia menendang." Senang Daniel dan Rachel juga sangat bahagia.


"Iya Hubby hiks hiks." Saut Rachel sambil nangis karena terlalu bahagia.


"Loh sayang kamu kenapa nangis sakit ya?" Tanya Daniel lagi tapi hanya dibalas gelengan oleh Rachel.


"Enggak Hubby hiks Rachel cuman bahagia aja aww." Jawab Rachel kemudia memekik lagi karena si baby menendang lagi.


"Sayang jangan terlalu kencang menendang nya ya kasian bunda." Daniel mengajak bayi yang ada di dalam perut Rachel berbicara.


"Hubby baby nya berhenti menendang." Ucap Rachel.


"Iya sayang berarti dia ngak suka kalau bunda nya nangis." Ucap Daniel lalu mereka berdua mengobrol sampai melupakan keinginan Rachel yang menginginkan mangga.


Sementara itu Aldo yang sedang tertidur terpaksa terbangun lantaran mendengar suara orang yang sedang muntah di kamar mandi.


Lalu Aldo melihat ke samping nya dan tidak mendapati istri nya dengan segera dia turun dari ranjang nya dan berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Di kamar mandi Aldo mendapati istri nya sedang muntah-muntah dengan telaten Aldo memijat tengkuk Faiha.


"Udah sayang?" Tanya Aldo dan Faiha hanya mengangguk pelan.


Aldo memapah Faiha ke ranjang lagi, tapi baru sampai di pintu kamar mandi Faiha sudah pingsan dan untung saja Aldo yang memapah Faiha langsung menangkap Faiha dan menggendong nya ke ranjang.


"Sebenarnya kamu kenapa sich sayang." Aldo mengatakan sambil menyelip kan rambut Faiha ke belakang telinga karena sedikit menutupi wajah Faiha.


Aldo yang merasa khawatir dengan keadaan Faiha pun langsung meraih handphone nya lalu menelpon dokter Ratna.


"Assalamu'alaikum dokter bisa datang ke mansion Tuan Daniel." Percakapan Aldo dengan dokter Ratna melalui handphone.


"Ooo bisa Tuan tunggu saya 15 menit lagi." Jawab dokter Ratna.


" Oo baiklah saya tunggu." Ucap Aldo lalu menutup ponsel nya.


***************


Sekian terimakasih...... Jangan lupa like komen vote dan rate....

__ADS_1


__ADS_2