
kini Dante setiap hari mengunjungi panti asuhan, Dante berharap Bintang akan datang ke panti. namun sudah 1th berlalu Dante belum juga bisa menemukan Bintang sahabat kecilnya.
waktu berlalu dengan begitu cepat kini Ellen sudah lulus dari perguruan tinggi, Ellen lulus dengan nilai tertinggi, kini Ellen memutuskan untuk kembali ke Bandung, Ellen sudah rindu akan orang tuanya, walau pun kini hanya berupa batu nisan.
sudah lama sekali Ellen tak mengunjungi makam kedua orang tuanya, terakhir kali ia kesana saat dirinya masih usia 4th, dan itupun bersama om Arif . dan sejak saat itu Ellen tak pernah mengunjungi makam itu.
Bandung, 23 Juli 2018
Ellen baru Sampai di kota kelahirannya, kaki itu seakan rindu suasana Bandung, namun hati Ellen seakan tergores kembali ingatan akan masa lalu yang menyedihkan terlintas kembali, ingatan akan kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya hingga dia harus hidup di panti, serta ingatan akan Kevin, semua seolah di putar kembali.
Ellen berjalan menyusuri trotoar yang nampak tidak begitu ramai, Ellen sudah berniat akan pergi menuju makam ke dua orang tuanya.
(di tempat pemakaman umum)
Ellen menatap dua makam yang nampak bersih dan terurus, Ellen tidak tau siapa yang selalu membersihkan makam kedua orang tuanya, karena selama ini Ellen tak pernah kesana,
Ellen menyesal tidak merawat makam itu dengan baik, Ellen merasa dirinya egois karena hanya memikirkan kesedihannya sendiri, Ellen merasa bersalah karena tidak merawat makam almarhum kedua orang tuanya.
"ayah, ibu, Ellen datang." ucap Ellen dengan air mata mulai berjatuhan.
__ADS_1
"ayah, ibu, kini Ellen sudah dewasa, Ellen sudah lulus perguruan tinggi dengan nilai terbaik,apakah ayah, ibu bangga terhadap ku" ucap Ellen dan terus menatap makam yang tak mampu menjawab semua pertanyaan dirinya,
"ayah, ibu, maafkan Ellen tak pernah datang menjenguk kalian" ucapnya lagi
"maafkan aku yang menganggap kalian jahat telah meninggalkan diriku seorang diri" ucap Ellen.
"kini aku tau, kalian juga tak ingin meninggalkan diriku, maaf kan aku ayah ibu"ucap Ellen lagi
"ayah, ibu hari ini Ellen ulang tahun yang ke 19th, apa ayah dan ibu tersenyum melihatku?" ucap Ellen sambil mengusap air mata dan berusaha tersenyum walau di paksakan.
"ayah , ibu, aku berjanji akan hidup lebih bik lagi, agar Klin tidak sedih melihatku, "
namun tanpa Ellen sadari sejak tadi ada sepasang suami istri yang telah memperhatikan dan mendengarkan semua ucapan Ellen,
mereka pun ikut menangis mendengar semua ucapan Ellen
"Ellen" ucap nya.
Ellen menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara.
__ADS_1
dia melihat wanita dengan usia yang sudah tidak muda lagi, mungkin jika ibunya masih hidup, pasti akan sama dengan wanita yang kini memanggil dirinya.
wanita itu berlari mendekati tubuh Ellen dan memeluknya dengan erat.
"kau kemana saja selama ini?" ucap wanita itu
" Tante mencari mu kemana-mana, tapi tak dapat menemukan dirimu" ucapnya lagi
Ellen masih merasa bingung, siapa wanita ini , sedangkan seorang pria masih berdiri di tempatnya semula dan menatap semua kejadian yang sedang terjadi.
wanita itu menarik lengan Ellen untuk duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat mereka,
wanita itu mulai menceritakan bahwa dia adalah Tante Sari dan om Arif yang dulu pernah membawa dia ke panti asuhan.
Tante Sari dan om Arif meminta maaf karena telah membiarkan Ellen tumbuh di panti asuhan.
karena saat itu tidak ada pilihan lain selain panti asuhan, Tante Sari juga mengatakan bahwa semua di lakukan demi kebaikan Ellen.
Tante Sari juga menceritakan bahwa sebenarnya Ellen memiliki kakek dan nenek serta paman,
__ADS_1