Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
Batu nisan


__ADS_3

kini om Arif sudah berada di kediaman keluarga Wijaya.


om Arif di panggil oleh keluarga Wijaya, karena ternyata Bagus dan Ani yang tak lain adalah ayah dan ibu Ellen sudah meninggal dunia , dan telah di makamkan di TPU terdekat.


om Arif di panggil guna mengurus semua warisan yang di tinggalkan oleh Bagus dan Ani, pasalnya sejak di usir Bagus mampu membangun perusahaan nya sendiri, yang saat ini , merupakan salah satu perusahaan yang besar di kota Bandung dan telah melakukan beberapa kerjasama dengan perusahaan besar lainnya.


pak Broto Wijaya yang tak lain adalah kakek Ellen , menginginkan Arif agar membagi harta milik Bagus dan Ani kepada feri Wijaya yang tak lain adalah kakak Bagus.


namun om Arif menjelaskan ,dia tidak bisa memberikan harta Bagus dan Ani kepada feri kakaknya. karena Bagus memiliki seorang putri.


Feri terkejut , bagaimana dia bisa tidak tau bahwa adiknya memiliki seorang putri, mungkin karena selama ini, Bagus dan Ani tidak pernah membawa putrinya ke depan publik.


namun om Arif juga menjelaskan kepada keluarga Wijaya, bahwa bagus sudah mengatasnamakan semua hartanya atas nama Putri semata wayangnya itu.


mendengar semua perkataan Arif , Feri nampak tidak suka, Feri juga menanyakan di mana keberadaan keponakan nya sekarang,


begitu pula dengan pak Broto, juga menanyakan dimana seorang cucunya itu?


namun om Arif menjelaskan, sejak kejadian kecelakaan malam itu, Ellen putri Bagus tidak di ketahui keberadaannya.


om Arif juga menjelaskan akan mencari keberadaan Ellen dan membawa Ellen ke keluarga Wijaya.


sementara sebelum Ellen di temukan. semua harta dan perusahaan tetap akan berjalan seperti biasa dan penghasilan masuk kedalam rekening tabungan bank milik Ellen ,yang selama ini sudah di siapkan oleh Bagus dan Ani.


om Arif sengaja melakukan semua itu, agar. keluarga Wijaya tak melukai Ellen yang masih kecil, Arif tau betul kelurga Wijaya yang serakah, akan melakukan segala cara untuk menguasai harta Bagus.

__ADS_1


dan hanya ini yang dapat Arif lakukan untuk menjaga Ellen.


setelah selesai dengan urusannya di keluarga Wijaya, Arif berpamitan untuk pulang ke rumahnya.


kini om Arif sudah sampai di kediamannya, om Arif menceritakan semua yang terjadi di rumah Wijaya


om Arif kini sudah mengganti pakaiannya, dan pergi menemui Ellen.


om Arif mengajak Ellen untuk pergi ke suatu tempat.


sekitar 30menit perjalanan kini om Arif dan Ellen sudah sampai di tempat pemakaman umum


"kita mau kemana om?"tanya Ellen, ketika sudah sampai d TPU


namun om Arif tak menjawab, dia menggendong tubuh Ellen kecil.


om Arif menurunkan tubuh kecil Ellen.


om Arif mulai meneteskan air mata.


om Arif memeluk tubuh Ellen.


Ellen melihat ada nama Ani Hapsari dan Bagus Wijaya di batu nisan itu,


Ellen tau itu nama kedua orang tuanya.

__ADS_1


Ellen mendekat ke arah batu nisan.


Ellen mengerti bahwa kita ayah ibunya telah tiada, akibat kecelakaan yang mereka alami.


"ayah,ibu mengapa kalian tinggalkan Ellen?"ucap elen dengan tersedu


kini hati Ellen terasa beku, Ellen merasa dunianya sudah tak ada lagi.


"ayah , ibu Ellen mau ikut?" ucapnya lagi


"Ellen mau bersama ayah dan ibu?"ucap Ellen sambil terus menangis.


om Arif juga ikut meneteskan air mata, melihat gadis yang masih kecil kini sudah menjadi yatim piatu, di tambah lagi keluarganya tak ada yang mengharapkan dirinya.


tiba-tiba ponsel milik om Arif berdering.


ternyata Tante Sari yang menelponnya.


Tante Sari mengatakan bahwa Feri Wijaya ada di rumah mereka dan mengatakan agar om Arif cepat menemukan putri semata wayang Bagus dan Ani.


setelah menutup telpon dari Tante Sari, om Arif melihat ke arah Ellen lagi, Ellen masih menangis di pusaran kubur ke dua orang tuanya.


om Arif tak sampai hati jika harus menyerahkan Ellen kepada Feri.


karna om Arif tau pasti nanti Ellen akan menjadi tersiksa tinggal disana.

__ADS_1


namun om Arif juga tidak mungkin merawat Ellen di rumahnya, pasti nanti akan ketahuan oleh keluarga Wijaya, dan jika sampai itu terjadi maka kelurga kecilnya akan celaka.


kini om Arif bagai makan simalakama,om Arif mulai berfikir bagaimana caranya agar Ellen tidak di temukan oleh keluarga Wijaya.


__ADS_2