Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
Hujan.


__ADS_3

setelah mendengar semua cerita Tante Sari ,Ellen meminta agar di pertemukan dengan kakek, nenek serta pamannya, karena itu adalah keluarganya yang tersisa.


namun om Arif melarang Ellen untuk melakukan semua itu, kata om Arif jika saatnya tiba Ellen akan bertemu mereka.


kini yang paling penting Ellen harus berkerja di perusahaan milik almarhum ayahnya, agar Ellen belajar sebelum menjadi pemimpin dan pemilik perusahaan tersebut.


Ellen pun menuruti perintah om Arif, Ellen juga berterima kasih kepada mereka karena sudah merawat makam kedua orang tuanya,


setelah cukup lama berbincang dan saling bertukar nomor telepon, Ellen berpamitan kepada Tante Sari dan om Arif untuk mencari rumah kontrakan,


om Arif menawarkan Ellen untuk tinggal di rumahnya, namun Ellen menolak karena Ellen tidak mau merepotkan om Arif lebih jauh lagi, sebenarnya rumah bagus dan Ani yang dulu masih kosong, namun Arif tidak mungkin menyuruh Ellen tinggal di rumah itu , Arif takut nanti Feri mengetahui keberadaan Ellen .


hari mulai senja Ellen masih belum juga mendapatkan rumah kontrakan, Ellen pun berjalan menuju panti asuhan yang dulu pernah membesarkannya, namun tiba-tiba hujan turun begitu derasnya, sesekali petir menyambar, namun Ellen tetap berjalan, dia tidak berteduh , Ellen seolah menikmati hujan yang sedang turun begitu derasnya.


di tengah derasnya hujan Ellen menangis dengan sekuat tenaga, Ellen ingin meluapkan semua kesedihannya selama ini,

__ADS_1


Ellen ingn membiarkan lukanya pergi bersama derasnya hujan , dan Ellen berharap semoga ini tangisan terakhir dalam hidupnya,


di sisi lain Dante yang baru pulang dari kantor selalu mampir ke panti untuk membagi makanan kepada anak panti, namun kali ini mungkin Dante akan tiba sedikit terlambat karena hujan yang turun begitu besar, membuat jarak pandang Dante terganggu, sehingga dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rendah.


namun Dante tiba-tiba mengehentikan mobilnya , ketika melihat wanita tengah bersedih di derasnya hujan, walau pun Dante tidak tau jika wanita itu menangis karena air mata itu tersapu air hujan, namun Dante tau betul tatapan mata itu menggambarkan kesedihan.


Dante pun merasa kasihan karena wanita itu kehujanan, akhirnya Dante turun dari mobilnya dan melangkah di derasnya hujan dengan membawa payung.


setelah dekat dengan tubuh wanita itu, Dante pun memayungi tubuh yang telah basah kuyup itu,


Ellen menatap Dante , namun Ellen tak mengenal siapa pria yang kini ada di depannya.


sedangkan Dante yang mendapat tatapan dari Ellen, jantungnya mulai berdebar, tatapan Ellen mengingatkan Dante kepada bintang sahabat kecilnya,


"namun mana mungkin itu bintang, bukankah dia sedang berada di ibu kota?" ucap Dante dalam hati.

__ADS_1


"ambillah ini agar kau tak kebasahan."ucap Dante sambil menyerahkan payung kepada Ellen.


Ellen menatap mata Dante, Ellen merasa kenal dengan tatapan mata itu, tatapan yang teduh menenangkan, tapi siapakah?


Ellen melangkah pergi meninggalkan Dante tanpa mengambil payung yang di tawarkan oleh Dante.


namun ketika hendak melangkah Dante menyeret lengan Ellen ,karena Dante melihat ada mobil box melaju dengan kecepatan tinggi dan hampir menabrak tubuh Ellen.


kini tubuh Ellen berada di pelukan Dante, jantung Ellen mulai berdebar, karena belum.oeenah dia di peluk oleh lelaki manapun.


akhirnya Ellen melepaskan pelukan Dante dan akan melangkah pergi , tapi langkah itu tertahan, saat Ellen merasakan ternyata kakinya terkilir.


"aduh" runtuh Ellen sambil memegang kakinya.


Dante melihat Ellen yang sedang merasa sakit di kakinya, seketika Dante merendahkan tubuhnya di depan Ellen dan menyuruh Ellen naik ke punggungnya, akhirnya kini Dante menggendong Ellen di tengah derasnya hujan.

__ADS_1


Ellen menangis di atas punggung Dante, dia ingat saat kecil dulu Kevin pernah melakukan hal serupa.


__ADS_2