Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
Kevin


__ADS_3

suasana di panti sangatlah ramai anak-anak lainya bermain dengan suka cita, namun tidak dengan Ellen ,


Ellen tak pernah bermain dengan mereka, Ellen lebih banyak menghabiskan waktunya dengan merenung.


Ellen selalu menuruti apa yang di suruh oleh Bu Dewi , namun tetap saja Ellen tidak mengeluarkan suara.


sejak tinggal di panti asuhan, Ellen tidak pernah berbicara kepada siapa pun,


Ellen seperti orang bisu,


Ellen setiap malam hanya menangis mengingat mendiang orang tuanya,


setiap malam juga Ellen selalu memandang foto keluarganya yang selalu dia simpan, baginya itu adalah harta berharga.


kini Ellen sudah satu Minggu berada di panti , Ellen juga sudah mulai bersekolah lagi, Ellen bersekolah di sekolah yang bertaraf internasional, karena om Arif yang meminta Bu Dewi untuk menyekolahkan Ellen disana, dan om Arif yang membayar semua kebutuhan sekolah Ellen ,


Ellen selalu berangkat pagi hari dan pulang sekolah sekitar sore hari, sehingga Ellen jarang bersosialisasi dengan anak panti,


Ellen hanya bertemu dengan anak panti saat sarapan dan makan malam saja, Ellen juga tidak begitu dekat dengan dua teman sekamarnya, karena setiap habis makan malam Ellen selalu berdiam di taman belakang panti, sekitar jam 9 Ellen baru kembali ke kamarnya, dan saat itu ke dua teman sekamarnya sudah tidur di ranjang mereka masing-masing.


ibu Dewi pun tak pernah protes akan sikap Ellen, karena Ellen bukan anak yang nakal, walupun Ellen selalu bersikap dingin kepada semua penghuni panti.


malam itu seperti biasa Ellen sedang duduk di taman belakang panti, Ellen menatap langit cerah penuh bintang , air mata Ellen kecil mulai menetes namun tiba-tiba ada tangan kecil yang mengusap air mata itu.

__ADS_1


Ellen melihat ke anak yang mengusap air matanya, seorang nak lelaki yang usianya tidak jauh beda dari dirinya.


"jangan menangis, bintang takkan suka melihatmu menangis.?" ucap anak kecil itu


"aku Kevin" ucap anak yang mengaku bernama Kevin


seperti yang telah terjadi Ellen hanya menatap Kevin tanpa mengeluarkan suara.


kini Kevin memegang tangan Ellen, dan di beri nya sebuah kembang api yang sejak tadi telah ia pegang


Kevin menarik tangan Ellen agar berdiri dari tempat duduknya,


Kevin mulai menyalakan kembang api, kini Kevin mengajak Ellen berlari berputar sambil tertawa.


"Bintang, kamu harus tidur ini sudah malam." ucap Kevin kepada Ellen


Kevin memanggil Ellen dengan sebutan bintang karena Ellen tak memberi tahukan siapa namanya, sehingga Kevin memberi nama Ellen bintang, karena Ellen sering melihat bintang.


Ellen pun melangkah pergi meninggalkan Kevin tanpa sepatah kata pun


"Bintaaaaaaang.... jangan menangis lagi ya."ucap Kevin berteriak,kepada Ellen yang mulai menjauh.


Ellen menoleh ke arah Kevin namun dia berbalik lagi meninggalkan Kevin.

__ADS_1


keesokan paginya semua anak panti sudah berkumpul untuk menikmati sarapan mereka,


tak terkecuali Ellen dan Kevin.


Kevin terus menatap Ellen yang hanya diam saja, Kevin juga melihat Ellen memakai seragam yang berbeda dari dirinya dan anak panti lainnya.


kevin mulai berfikir, berarti Ellen tidak bersekolah di tempat yang sama dengan dirinya,


"pantas saja selama ini aku tidak pernah melihat dia di sekolah" gumam Kevin dalam hati.


kini Bu Dewi dan beberapa pengurus panti sudah datang dan membagikan sarapan buat seluruh anak panti.


semua anak panti berbaris rapi guna mendapatkan makanan mereka, tak terkecuali Kevin.


Kevin melihat Ellen masih duduk dan tak berbaris seperti lainnya.


kini giliran Kevin mendapatkan jatah makanan, Kevin berjalan sambil membawa makannya, dan mendekati Ellen.


Kevin memberikan makanannya kepada Ellen.


Ellen menatap Kevin dalam.


"makanlah, nanti kamu terlambat"ucap Kevin kepada Ellen sambil memberikan jatah sarapan miliknya.

__ADS_1


namun Ellen menolak dan meninggalkan Kevin, Ellen pergi ke pintu depan panti dan menunggu bus sekolah yang biasa menjemput dirinya.


__ADS_2