
sejak kehadiran Kevin sebagai teman Ellen, kini Ellen terlihat lebih hidup, Ellen kini sering tersenyum walau hanya dengan Kevin.
setidaknya kini Kevin mampu mengurangi kesedihan Ellen, akibat di tinggal kedua orang tuanya.
walau tinggal di panti hidup Ellen serba kecukupan karena om Arif mengirimkan jumlah uang yang cukup banyak untuk keperluan Ellen selama di panti.
namun Ellen tak pernah mengetahui bahwa selama ini om Arif dari jauh masih memperhatikan dirinya,
Ellen terakhir melihat om Arif saat dia di antar ke panti oleh om Arif. setelah itu Ellen tidak pernah lagi bertemu dengan om Arif maupun Tante Sari.
hari ini hari Minggu semua anak panti libur sekolah, tidak terkecuali Ellen,
hari ini juga panti mengadakan kerja bakti bersih-bersih seluruh panti.
Ellen menyapu halaman panti dan beberapa lainya, ada yang memotong rumput, ada juga yang membersihkan kaca jendela, mereka semua sibuk dengan perkerjaan masing-masing.
sedangkan beberapa petugas panti sedang menyiapkan makanan untuk anak panti ketika kegiatan sudah usai.
hari itu matahari bersinar sangat terik, peluh mulai bercucuran di tubuh Ellen karena sinar matahari,
Kevin melihat wajah Ellen yang semakin menarik ketika berkeringat.
Kevin mendekati Ellen , dan mengusap wajah Ellen yang sedang berkeringat dengan tisu yang dia pegang.
__ADS_1
Ellen melihat ke arah Kevin dan tersenyum,
"sini biar aku saja." ucap Kevin sambil mengambil sapu yang sedang di pegang oleh Ellen.
"nanti Bu Dewi marah."ucap Ellen berbisik
"selama aku disini tak akan ada yang memarahi mu Bintang."ucap Kevin sambil tersenyum.
Bu Dewi melihat bahagia karena mulai ada perubahan sikap dari Ellen.
(Di rumah pak Feri)
"sayang aku mau menikah lagi?" ucap Feri kepada Shinta yang lain adalah istrinya.
"apa!"balas Shinta terkejut.
"jika anak menjadi alasanmu, bukankah kita bisa mengadopsi"sahut Shinta.
"tapi aku ingin darah daging ku" ucap Feri
"jika kau mau menikah lagi, maka akan ku ajukan perceraian kita besok",balas Shinta tegas.
feri mulai takut saat Shinta mengucapkan kata cerai , karena selama ini feri hidup dari kekayaan keluarga Shinta.
__ADS_1
dan Feri juga selama ini kerja di perusahaan milik Shinta, karena perusahaan keluarganya masih di pegang oleh ayahnya, dan alih-alih mengambil perusahaan milik Bagus dia terhalang oleh Ellen putri semata wayang Bagus.
Feri menarik tangan Shinta
"lakukan apa saja mau mu, tapi jangan pernah ucapkan perpisahan"ucap Feri sambil memeluk tubuh Shinta dan mengecup kening Shinta.
Shinta senang mendengar perkataan suaminya itu
"baiklah mulai besok, aku akan mencari ke beberapa panti"ucap Shinta.
feri hanya dapat pasrah dan mengangguk,
dan sejak saat itu Shinta mulai mencari di beberapa panti asuhan , namun Shinta belum mendapatkan anak yang sesuai dengan kriterianya.
kini Shinta sudah sampai di panti asuhan PELITA HATI.
Shinta mulai menemui ibu Dewi, keadaan panti sedikit lebih sepi karena anak-anak sedang bersekolah.
Shinta mengatakan maksud dan tujuannya datang ke inti tersebut, dan ibu Dewi mengerti semua itu, Shinta memberikan beberapa berkas bahwa Shinta layak untuk mengadopsi anak.
ibu Dewi membawa Shinta ke sekolah yang letaknya masih di dalam panti,
Shinta mulai melihat anak panti yang sedang mengikuti pelajaran sekolah
__ADS_1
Shinta melihat dari arah luar jendela .
Shinta mulai tertarik dengan Kevin yang memiliki kulit tubuh yang bersih serta wajah yang tampan. di tambah lagi Kevin sejak tadi mampu menjawab semua pertanyaan guru, menandakan Kevin merupakan anak yang cerdas.