
om Arif mengajak Ellen untuk meninggalkan makam kedua orangtuanya, walaupun Ellen sebenarnya enggan untuk meninggalkan makam itu, Ellen hanya ingin bersama kedua orang tuanya.
namun om Arif langsung menggendong tubuh mungil Ellen dan membawanya ke suatu tempat.
kini mereka sudah sampai di tempat yang di tuju, tempat itu nampak ramai sekali, banyak anak kecil disana sedang asyik bermain, bangunan tempat itu nampak seperti bangunan tua.
om Arif dan Ellen mulai memasuki tempat itu.
Ellen melihat ada beberapa orang dewasa yang sedang mengarahkan ke beberapa anak kecil yang ada disana.
kini om Arif masuk kedalam ruangan, dan menyuruh Ellen untuk menunggu di luar.
Ellen yang kini lebih banyak diam, hanya menurut apa yang di katakan om Arif.
sudah sekitar satu jam om Arif di dalam ruangan tersebut, dan Ellen masih setia menunggu om Arif duduk di bangku luar ruangan, Ellen melihat tulisan besar di dinding bangunan tersebut
PANTI ASUHAN PELITA HATI
Ellen pernah mendengar nama panti asuhan, ibunya Ani dulu pernah mengatakan bahwa panti asuhan adalah tempat anak yang tak memiliki orang tua, dan Ani juga dulu pernah mengajak Ellen pergi ke panti asuhan untuk sekedar berbagi rejeki.
__ADS_1
kini om Arif sudah keluar dari ruangan tersebut di ikuti oleh wanita yang usianya sekitar 45th.
om Arif mendekati tubuh Ellen dan merendahkan tubuhnya.
"sayang kamu disini dulu ya,?"ucap om Arif
"nanti jika saatnya tiba , om akan menjemputmu"ucapnya lagi. dan mencium kening serta memeluk tubuh Ellen
om Arif kini sudah pergi meninggalkan Ellen sendiri di panti asuhan itu, Ellen hanya diam seribu bahasa.
wanita yang mengaku bernama ibu Dewi itu mengajak Ellen menuju sebuah kamar, yang nantinya akan menjadi kamar Ellen.
"apa benar nama mu Helena?"ucap ibu Dewi kepada Ellen kecil.
namun Ellen hanya diam, walau dia tau betul namanya adalah Ellen Wijaya, Ellen tidak peduli jika memang om Arif mengganti namanya, toh sekarang nama pemberian orang tuanya hanya akan ada di hatinya.
melihat Ellen hanya diam ibu Dewi meninggalkan Ellen sediri di kamarnya.
kini Ellen menatap dengan tatapan kosong ,
__ADS_1
dia tidak menyangka kini dirinya harus tinggal di panti asuhan.
dulu dia sering berbagi kepada anak yatim bersama kedua orangtuanya, tapi kini dia sendiri menjadi anak yatim.
dunia berputar terlalu cepat bagi Ellen, baru kemarin rasanya dia memiliki semuanya, tapi kini semua itu telah hilang, bahkan kini dia tinggal sebatang kara.
(Di kediaman om Arif)
"Arif kau harus segera memindahkan semua aset bagus atas nama diriku?" ucap Feri
"maaf pak Feri,semua aset Bagus sudah atas nama Putri mereka Ellen Wijaya" sahut om Arif
"kau bisa memindahkan semuanya jika Ellen memberikan kuasanya kepadamu" ucap om Arif lagi.
"baiklah kalau begitu, aku akan mengerahkan semua anak buah ku untuk mencari Ellen,kau siapkan saja surat pemindahan kuasa " ucap Feri sambil meninggalkan rumah om Arif.
setelah kepergian Feri, om Arif menceritakan.keoada Tante Sari bawa dia menitipkan Ellen di panti asuhan PELITA HATI.
om Arif juga mengatakan bahwa dia sudah mengubah identitas Ellen , agar tidak dapat di temukan oleh keluarga Wijaya.
__ADS_1
kini hanya ini yang dapat om Arif lakukan untuk melindungi Ellen.