Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
Saran poligami


__ADS_3

kini Ellen hidup bahagia berdampingan dengan Dante , Ellen kini tinggal satu rumah dengan Shinta dan juga Feri, karena Shinta tidak mengijinkan Dante untuk membeli rumah baru,


Shinta tidak mau nanti hidupnya menjadi sepi,


sejak kedatangan Ellen di keluarga tersebut, suasana rumah Shinta lebih hangat, dan semakin bahagia,


namun sudah 1th Dante dan Ellen menikah , Ellen masih juga mempunyai keturunan,


Shinta mulai mendesak Dante agar segera memberikan mereka cucu.


namun Dante selalu berusaha membujuk mamanya agar sabar,


Dante tidak ingin mendesak Ellen agar segera memiliki momongan , karena Dante tau bahwa Ellen juga ingin memiliki anak, namun masih belum di beri oleh Allah.


Dante tak mau selalu membahas anak kepada Ellen, Dante tidak ingin wanita yang ia cintai menjadi sedih karena masalah tersebut.


melihat keadaan yang semakin sulit untuk Ellen, membuat Feri senang, Feri mulai berfikir dan mencari keretakan dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


***


pagi itu saat sedang sarapan Shinta menanyakan kapan mereka akan memberikan cucu.


tentu saja pertanyaan Shinta membuat raut wajah Ellen berubah.


di tambah lagi saat Feri menyarankan agar Dante untuk berpoligami supaya mendapatkan keturunan.


mendengar ucapan Feri, hati Ellen serasa di sayat sembilu, namun apa boleh buat mereka sudah mengecek ke dokter kandungan semuanya baik-baik saja hanya saja masalah hormon pada tubuh Ellen.


dokter juga menanyakan apakah Ellen menggunakan alat kontrasepsi? namun Ellen menjawab tidak, karena memang Ellen tidak memakai alat kontrasepsi.


sesampainya di kantor Ellen mulai memikirkan apa yang di katakan oleh Feri, ayah mertua dan juga pamannya sendiri.


om Arif yang tidak sengaja melihat Ellen merenung, om Arif menghampiri Ellen, dan menanyakan apa yang sedang mengganggu pikirannya,?


Ellen mulai menceritakan apa yang tengah mengganggu pikirannya, dan om Arif mulai curiga pasti ada yang tidak beres, namun om Arif belum tau apa itu.

__ADS_1


om Arif akhirnya mulai menceritakan, kenapa dia menaruh Ellen di panti, om Arif juga mengatakan bahwa kematian orang tua Ellen bukan murni kecelakaan, melainkan kecelakaan yang sudah di sengaja, namun om Arif tidak tau siapa dalang semua itu.


mendengar cerita om Arif, darah Ellen serasa mendidih, dia merasa marah dan berjanji akan mencari siapa dalang dari semua itu, dan Ellen juga berjanji akan membalaskan kematian kedua orang tuanya.


tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Dante sudah menjemput Ellen di kantornya.


kini mereka berdua sudah sampai di rumah, seperti biasa mereka membersihkan diri mereka dan sholat berjamaah.


setelah sholat Ellen mulai menceritakan apa yang baru saja ia ketahui tentang orang tuanya, dan Dante mengatakan akan selalu membantu dan mendukung Ellen.


Ellen berterima kasih atas apa yang sudah Dante perbuat selama ini kepada Ellen.


Ellen juga mengatakan agar Dante mempertimbangkan ide ayah Feri untuk berpoligami, Ellen mengatakan akan merestui jika memang anak akan membuat Dante bahagia.


namun Dante menolak saran Ellen, Dante mengatakan bahwa Ellen satu-satunya wanita yang ada di hati Ellen,


jika memang Allah tidak memberikan Dante dan Ellen keturunan, Maka Dante mengatakan akan mengadopsi anak , seperti halnya apa yang di lakukan orang tua angkat Dante.

__ADS_1


Ellen meneteskan air mata mendengar semua jawaban Dante, Ellen merasa bahagia juga sedih karena tidak bisa memberikan Dante anak.


__ADS_2