Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
BAF Inc


__ADS_3

Dante menurunkan tubuh Ellen di samping mobil miliknya dan menyuruhnya menaiki mobil itu.


"nona mau kemana?"tanya Dante sopan.


namun Ellen hanya menggelengkan kepalanya.


"berikan alamat mu, biar ku antar." ucap Dante lagi.


"aku tidak punya rumah."jawab Ellen.


"lalu aku harus mengantarmu kemana?" balas Dante bingung.


"turunkan saja aku," jawab Ellen.


"lalu kau mau kemana?" ucap Dante


"aku akan mencari rumah kontrakan." sahut Ellen.


"hari sudah mulai gelap, biar aku mengantar mu." jawab Dante


hujan pun mulai sedikit reda, kini tinggal gerimis yang menyapa, Dante melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,


sedangkan Ellen masih berpikir,hendak kemanakah dirinya? tiba-tiba mobil Dante berhenti di sebuah hotel.


"turunlah" suruh Dante


Ellen pun turun dengan langkah tertatih karena kakinya masih merasa sakit.

__ADS_1


"apa masih sakit, apa harus aku gendong lagi?"ucap Dante.


"tidak perlu." sahut Ellen .


Dante pun melangkahkan kakinya menuju kedalam hotel dan di ikuti oleh Ellen dari belakang,


Dante pergi ke resepsionis untuk memesan kamar hotel buat Ellen.


tak lam kemudian Dante sudah mendapatkan kunci kamar hotel, dan pergi ke kamar itu,di temani oleh salah satu pelayan hotel.


kini mereka sudah di depan pintu kamar hotel.


"ini kuncinya, sementara kau tinggal disini dulu, sampai nanti kau mendapatkan tempat tinggal, aku akan membantu mu mencarikan kontarkan." ucap Dante seraya memberikan kunci kamar hotel .


"terima kasih" ucap Ellen.


Ellen pun memberikan ponsel miliknya, dan fate segera memencet layar ponsel milik Ellen.


"itu nomer ponselku, jika kakimu terkilir lagi hubungi aku, "ucap Dante menggoda Ellen , dan pergi meninggalkan hotel.


Ellen mulai memasuki kamar hotel, Ellen membersihkan tubuhnya, karena habis terkena air hujan, setelah selesai mandi ,Ellen merebahkan tubuhnya di atas ranjang,


Ellen mulai mengingat, apa yang terjadi barusan, Ellen seperti mengenal tatapan pria yang bernama Dante, tatapan itu mirip tatapan Kevin sahabat kecilnya, tapi apa mungkin Kevin ada di bandung.?


namun lamunan itu di buyarkan saat ponsel miliknya berdering.


"hallo" ucap Ellen.

__ADS_1


"Ellen, besok kamu datang ke kantor ya, mulai besok kau kerja di kantor milik almarhum orang tuamu," ucap om Arif dari seberang sana.


"besok pagi om share lokasinya, sekarang kamu istrahat,selamat malam." ucap om Arif lagi dan mematikan sambungan telponnya.


***


tak terasa hari mulai pagi, matahari sudah siap menghangatkan bumi, Ellen yang baru selesai mandi sudah bersiap untuk pergi ke kantor milik mendiang orang tuanya.


kling


bunyi ponsel milik Ellen, menandakan ada pesan masuk, ternyata pesan dari om Arif,


Ellen membuka pesan tersebut yang tenyata berisikan sebuah alamat.


Ellen segera memesan taksi online untuk mengantarkan dirinya ke tempat itu.


kini Ellen sudah berada di depan gedung tinggi, yang tak lain adalah kantor milik mendiang orang tuanya.


Ellen terharu dan sedih karena di saat dirinya berada di kantor itu, ayahnya sudah tak bersama dirinya.


Ellen juga merasa bangga terhadap mendiang ayahnya yang mampu membangun perusahaan sebesar itu.


"ayah doakan Ellen, Ellen berjanji takkan mengecewakan ayah" ucap Ellen dalam hati sambil melangkahkan kakinya memasuki kantor


di pintu depan Ellen bertemu dengan security yang menanyakan kedatangan Ellen, untung saja om Arif sudah memberikan Ellen tanda pengenal kemarin saat bertemu di malam ayah, ibunya sehingga Ellen dengan mudah bisa masuk ke kantor itu.


setelah masuk kedalam kantor, Ellen memandangi seluruh sudut kantor yang megah itu, Ellen merasa takjub akan kemampuan ayahnya.

__ADS_1


disana Ellen juga melihat tulisan BAF Inc yang terpampang megah, perusahaan BAF Inc adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, yang membuat dan memasarkan hasil tekhnologi.


__ADS_2