Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
Pertemuan


__ADS_3

kini sudah tiba jam makan siang, suasana kantin sudah nampak mulai ramai,


beberapa diantara mereka menikmati makan siang mereka bersama teman mereka,


namun mata Dante terarah pada satu sudut,


Dante melihat Ellen wanita yang dia tolong kemarin, sedang menikmati makanannya sendirian.


tak dapat di pungkiri sejak pertama bertemu dengan Ellen, Dante selalu memikirkan gadis itu, Dante merasa tatapan mata Ellen mengingatkan dia kepada bintang sahabat kecilnya yang selama ini sudah sangat ia rindukan.


Dante mulai melangkahkan kaki mendekati meja Ellen ,


"boleh aku duduk disini?"ucap donate membuyarkan lamunan Ellen.


"hmm" jawab Ellen singkat.


"bagaimana kau bisa ada disini?"tanya Dante lagi.


namun Ellen hanya memberitahukan tanda pengenal, dan itu membuat Dante paham bahwa Ellen adalah karyawan di perusahaan tersebut.


Ellen meneruskan makan siangnya, dia tidak memperdulikan keberadaan Dante.


sedangkan Dante seolah terpana dengan wajah cantik Ellen yang ternyata mampu mencuri perhatiannya, Dante terus menatap Ellen yang sedang makan siang.


"ini" ucap Ellen seraya memberikan beberapa lembar uang kepada Dante


"ini uang ganti, hotel tadi malam.'' ucap Ellen.


"terimakasih"ucapnya lagi.


namun Dante menolak uang pemberian Ellen.

__ADS_1


"maaf aku tak mengharapkan uang dari mu." ucap Dante.


"lalu" balas Ellen


"tersenyum lah"ucap Dante, sambil menyentuh kedua pipi Ellen sehingga membentuk sebuah senyuman.


Ellen bangun dari tempat duduknya, dan memundurkan langkahnya.


"tolong jaga sikap mu" ucap Ellen, nampak tidak suka karena Dante menyentuh pipinya.


dan pergi meninggalkan Dante sendirian.


Dante terkejut dengan reaksi Ellen, Dante tak menyangka jika Ellen akan semarah itu, sehingga Dante merasa menyesal telah melakukan itu,


Dante mencoba mengejar Ellen untuk minta maaf.


namun sayang Ellen sudah menghilang dari pandangannya,


***


hari sudah mulai senja Ellen berjalan meninggalkan perusahaan milik kedua orang tuanya, karena jam kerjanya sudah selesai.


Ellen berjalan setapak, dan melewati halte bus, namun Ellen tak berhenti, nampaknya Ellen masih belum mau pulang,


Ellen berjalan menuju arah panti, karena jarak yang di tempuh lumayan jauh sehingga langit mulai gelap saat Ellen sampai di depan panti,


Ellen menatap panti dari sebrang jalan, Ellen rindu dengan Kevin sahabatnya, tak terasa air mata mulai menetes


"Kevin kau dimana?" ucap Ellen sendiri.


"apa pernah sekali saja kau merindukanku?"ucapnya lagi.

__ADS_1


Ellen menatap kalung pemberian Kevin, tangisnya pun semakin menjadi.


namun tiba-tiba ada tubuh dari belakang yang memeluk dirinya


"engkau kah bintangku?" ucap Dante yang ternyata sudah dari tadi mendengar semua ucapan Ellen.


seketika tangis itu berhenti, Ellen membalikan tubuhnya, dia seperti mengenal suara itu.


"Dante!"ucap Ellen terkejut.


"kau kah bintang kecil itu?"ucap dante dengan mata berbinar sambil menggenggam lengan Ellen.


Ellen menyeka air mata di pipinya, dan melangkah pergi meninggalkan Dante


"Bintang sahabatku, maafkan aku tak dapat melewati masa kecil bersamamu,


Bintang sahabatku terimakasih, walau pertemuan kita singkat , namun semua teramat berkesan bagiku.


Bintang sahabatku, senyummu yang indah akan selalu ku kenang,


Bintang sahabatku, tunggu aku , jika kau sudah menemukan orang tua angkat sepertiku, berjanjilah di saat usia kita sudah 21th ,aku akan menemui mu di panti asuhan ini,bintang sahabatku kita akan bertemu di tanggal yang sama seperti tanggal hari ini.


bintang sahabatku, tumbuhlah menjadi gadis yang tangguh, tunggu aku sampai aku menjemputmu.


Kevin 11oktober 1999"


ucap Kevin tiba-tiba secara lantang membacakan kembali surat yang dulu pernah ia tulis untuk Ellen.


sontak langkah kaki Ellen terhenti mendengar semua itu, air mata mulai jatuh lagi.


Ellen berbalik dan berlari memeluk tubuh Dante. yang ternyata adalah sahabat selama ini yang ia rindukan.

__ADS_1


mereka pun berpelukan dalam suasana haru dan air mata bahagia.


__ADS_2