
cukup lama mereka berpelukan kini mereka duduk di bangku sudut kota.
"kenapa kau tak pernah mencari ku?"ucap Ellen
"maafkan aku," balas Dante
"aku sempat mencari mu tapi kau sudah tidak di panti lagi."ucap Dante
"kau terlalu lama meninggalkan ku." sahut Ellen.
dan lagi -lagi Dante hanya bisa meminta maaf , mereka pun saling bercerita tentang kehidupan mereka,
Dante merasa bersalah karena meninggalkan Ellen terlalu lama, sehingga Ellen harus hidup susah, sedangkan dirinya selama ini bergelimang harta,
Dante juga menawarkan agar Ellen berkerja di perusahaan milik Shinta dengan jabatan yang lebih tinggi dari jabatannya sekarang di BAF Inc. namun Ellen menolak dengan alasan dia sudah senng berkerja di sana, dan malam pun berlalu dengan cerita masa lalu.
***
hari mulai pagi Ellen segera memulai semua aktivitas nya seperti biasa, pagi itu terlihat berbeda bagi Ellen, mungkin karena kini dia sudah menemukan Kevin sahabat kecilnya ,
Ellen mulai belajar banyak hal tentang perusahaan milik almarhum ayahnya, Ellen ingin perusahaan tersebut lebih berkembang lagi, tapi begitulah kehidupan pasti ada yang suka dan tidak suka, begitu juga dengan Ellen , di perusahaan tempatnya bekerja pun, ada yang suka dengan kinerja Ellen ada juga yang tidak suka karena Ellen termasuk cepat dalam beradaptasi,
__ADS_1
om Arif selalu memantau perkembangan perkerjaan Ellen, dan om Arif merasa bangga ternyata darah bisnis Bagus mengalir di tubuh Ellen.
dan waktupun berlalu begitu cepat , Ellen sudah 1th berkerja di perusahaan milik almarhum ayahnya, dan kini jabatan Ellen sudah lebih bagus berkat kinerja dan promosi prestasi yang dia miliki,
begitupun dengan hubungannya dengan Dante, sejak mengetahui bahwa Dante adalah Kevin , Ellen dan Dante selalu berbagi cerita, mereka bukan hanya sahabat di waktu kecil, melainkan mereka sahabat di waktu sudah dewasa.
Ellen merasa hidupnya kini lebih baik, bahkan kadang senyum itu mulai muncul di bibir mungil Ellen.
***
pagi itu Shinta berunding tentang saham perusahaan kepada Feri suaminya,
Shinta ingin saham perusahaan di alih namakan menjadi Dante, karena Shinta merasa Dante adalah tempat dia menaruh semua harapan di masa tuanya nanti
Feri mulai mencari cara, agar harta itu tidak jatuh kepada Dante, dirinya tidak rela jika tidak mendapatkan apa-apa.
"sayang aku setuju dengan pemikiran mu" ucap Feri sambil memeluk Shinta dari belakang.
"tapi semakin Dante sibuk, kita akan semakin kesepian" ucapnya lagi.
"bagaiman lalu kita mencarikan calon istri untuk Dante?" ucap Feri
__ADS_1
Shinta tersenyum mendengar ucapan Feri, dia pun merasa ucapan itu tidak ada salahnya, sehingga rumah mereka akan lebih ramai nantinya.
"baiklah mas nanti malam ,aku akan mengatakan pada Dante kalau kita ingin dia segera menikah." sahut Shinta bahagia.
****
malam pun telah tiba, Dante pulang lebih awal karena Shinta tadi menghubunginya agar Dante makan malam di rumah , dengan alasan Shinta rindu dengan Dante.
kini Dante , Feri dan Shinta makan malam bersama,
"sayang bagaimana perkerjaan mu?" ucap Shinta membuka pembicaraan.
"Alhamdulillah ma, baik?" sahut Dante.
"sayang, mama dan papa semakin tua, apa kau tak ingin memberikan kami menantu?" tanya Shinta setelah itu.
Dante terkejut dengan ucapan Shinta, namun Dante diam tak menjawab pertanyaan Shinta.
"jika kau masih belum punya kekasih, biar mama sama papa yang mencarikan untukmu."ucap Shinta lagi.
Dante tambah terkejut dengan ucapan Shinta, bagi Dante pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan sekali seumur hidup. Dante ingin hidup dengan wanita yang dia cintai,
__ADS_1
"mama tidak perlu mencarikan Dante calon istri, karena Dante sudah punya calon sendiri." sahut Dante.
ucapan Dante membuat Feri menjadi terkejut, siapkah wanita yang di maksud Dante, jika Dante menikah bukan dengan pilihannya maka rencananya akan gagal lagi .