Cinta Mawar Hitam

Cinta Mawar Hitam
Keluarga om Arif


__ADS_3

Kini Ellen dan pria yang tidak di kenal itu sudah berada di dalam rumah milik Ellen,


pria itu mengganti baju Ellen yang sudah basah karena hujan, dan mengobati beberapa luka di tubuh mungil itu.


Ellen hanya diam, pikirannya masih bingung,


"bagaimana dengan ayah ibuku,apakah mereka masih hidup? dan siapakah om ini?" gumam Ellen dalam hatinya.


setelah mengganti baju Ellen dan membersihkan beberapa luka di tubuh Ellen, pria itu mulai mencari sesuatu,


Ellen pun tidak tau apa yang sedan pria itu cari , Ellen hanya menatap kembali foto kecil dirinya bersama kedua orang tuanya,


air mata itu mulai menetes lagi.


tak lama kemudian pria itu telah kembali dengan beberapa berkas di tangannya, pria itu kembali menggendong tubuh Ellen dan pergi meninggalkan rumah itu.


kini Ellen berada di dalam rumah yang lebih kecil dari rumahnya,


Ellen di sambut hangat oleh wanita yang usianya sedikit lebih tua dari ibunya, disana juga ada dua anak kecil yang usianya tidak jauh beda dari Ellen.


malam itu Ellen menginap di rumah itu, dan Ellen tidur di temani oleh wanita itu.

__ADS_1


"Ellen tidur ya sayang" ucap wanita itu sambil memasangkan selimut di tubuh Ellen .


Ellen mulai berfikir darimana dia tau namanya,


"apa saya mengenal Tante"ucap Ellen dengan sangat sopan.


"kau memang tidak mengenalku, tapi aku sudah mengenal kedua orang tuamu sudah cukup lama"ucap wanita itu.


"perkenalkan aku Tante Sari, dan om yang tadi itu adalah om Arif," ucap wanita itu yang mengaku bernama Sari.


"om Arif, adalah pengacara keluarga ayahmu, nanti jika sudah waktunya kau akan mengerti sayang" ucap Tante Sari.


"sekarang tidur dulu ya"ucapnya lagi.


malam itu pun berlalu dengan angan Ellen yang takut akan kesendirian.


kini pagi pun telah tiba ,Tante Sari telah menyiapkan sarapan untuk om Arif dan kedua anaknya, juga untuk Ellen, yang sejak semalam berada di rumah mereka.


Tante Sari mulai menyuapi makanan ke pada ke dua anaknya itu. Ellen hanya memandang apa yang di lakukan Tante Sari .


Ellen ingat betul , ibunya Ani selalu berusaha menyuapi dirinya, walau Ellen menolak dengan alasan sudah besar,

__ADS_1


namun entah mengapa, hari ini Ellen menyesal kerena telah menolak untuk d i suapi saat itu,


kini Ellen ingin di suapi oleh ibunya, yang tak tau ,sekarang bagaimana keadaannya,


om Arif sejak tadi hanya memandang Ellen , yang hanya banyak diam, sejak kedatangannya kemarin, om Arif mengerti apa yang tengah Ellen pikirkan ,


om Arif mengambil piring yang sudah berisi makanan, dan mencoba menyuapi Ellen, namun Ellen menolak,


Ellen pun memakan sendiri makanannya.


kini acara sarapan pun telah selesai,


kedua anak om Arif dan Tante Sari yang ternyata bernama Dita dan Danar, mulai mengajak Ellen bermain, namun serasa jiwa Ellen kehilangan semangat nya, Ellen bahkan tidak ingin bermain apapun.


om Arif sesekali melihat ke arah Ellen , om Arif paham betul, apa yang sedang Ellen alami.


"kau harus kuat nak,ini masih awal jalanmu masih panjang," ucap om Arif dalam hatinya, sambil menatap tubuh kecil Ellen .


"kring....kring...." bunyi ponsel om Arif ,


om Arif mengangkat ponsel miliknya, dan setelah menerima telpon , om Arif segera mengganti bajunya dengan pakaian kerja, seperti yang biasa di gunakan oleh Bagus ayah Ellen.

__ADS_1


om Arif berpamitan sebelum berangkat kepada Tante Sari, om Arif juga berpesan agar menjaga Ellen .


__ADS_2