Cinta maya

Cinta maya
Bab 10


__ADS_3

Karena Maya mengabaikan mimpi buruknya itu dan Maya lebih fokus pada kuliahnya dengan mengerjakan semua tugas yang telah diberikannya berharap akan segera lulus.


Semenjak tinggal bersama tante, Maya jarang sekali komunikasi dengan mama papanya. Tante yang bisa ngasih kabar Maya kepada mama dan papa.


Tak terasa Maya sudah tinggal diJogja selama 3 bulan. Dan bulan ini Maya mau membeli buku tak lupa ambil uang dulu diATM. Setelah di cek beberapa saat , saldo yang ada diATM nya kosong tak ada sepeserpun. kok bisa gitu. Terakhir dicek 2 bulan yang lalu masih banyak. Apa papa belum transfer ke Maya ya. Sementara pi jam uang tante dulu deh, nanti biar papa yang ngasih ke tante.


Sesampainya dirumah tante, Maya sangat terkejut karena tumbenan ada papa mama disitu dan ada banyak koper disitu. Apa yang akan terjadi, mengapa semuanya terlihat sedih dan gundah. Dan kenapa mama nangis dipelukan tante. Aku masih tak habis fikir dan diam menatap tante, mama dan papa dengan tatapan penuh tanda tanya dan bingung. Setelah lama berdiri didepan pintu tantepun melihat Maya dan menyuruh Maya masuk dan duduk. Membicarakan apa yang sedang terjadi pada keluarganya itu.


Maya :"Apa yang sudah terjadi tan? Kenapa banyak koper dan ini barang-barang Maya mau dibawa kemana?" Dengan wajah bertanya-tanya dan berkaca-kaca


Tante :"Kamu ikutlah bersama orang tuamu, tinggallah bersama mereka !"


Sahut tante karena papa dan mama masih tak sanggup berbicara dan tak berani menatap Maya. Karena mereka sangat tidak mau anak semata wayangnya harus memiliki takdir seperti ini. Iya... Apa yang diimpikan Maya satu bulan yang lalu sekarang menjadi benar-benar nyata.


Maya : "Kita akan kemana Ma, Pa? Ke luar negeri? Terus bagaimana dengan kuliah Maya?"


Tak sedikitpun dijawab dan hanya dinawab oleh tante.


Tante :"Udah ahh...Jangan cerewet dan banyak tanya, sekarang ganti pakaianmu segera ikut orang tuamu."


Maya :"Tante ngusir Maya?"(Sambil menangis)

__ADS_1


Tante :"Eehhh...Kok nangis, tante buka ngusir kamu sayang. Tapi apakah kamu tidah senang tinggal bersama mama papamu di luar negeri? Cepat siap-siap !"


Maya pun berlari kekamar dan masih duduk termenung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi kenapa mendadak mama papa ngajak pindah ke luar negeri lagi.


Tante masih berusaha menenangkan mama. Orang yang dulunya sangat sombong sudah menerima azab. Sekarang hanya bisa menyesali perbuatannya.


"Aku masih tak menyangka bakal jadi seperti ini...hiiikkhiiikkkhiikk..." (Ucap Mama Maya)


"Sudah...Sudah...Ini semua sudah takdir, tidak bisa disalahkan dan kita harus menerimanya dengan ikhlas meskipun iya tidak seperti apa yang kita inginkan."(Jawab tante)


"Aku bener-bener kasihan kepada anakku, dia yang bakal menanggung semua ini, anak kesayanganku..Anak semata wayangku..."(Lagi-lagi menangis)


"Sudah, aku ke atas dulu lihat Maya srkalian membujuknya!"


"Tante masuk ya May!"(Ucap tante dengan membuka pintu kamar)


Melihat Maya yang masih duduk termenung dengan baju yang sama sepertinya dia belum bersiap sama sekali.


"Loo...Kok belum siap-siap?Kenapa kamu sedih, yang harus sedih kan tante, tante yang kamu tinggal dan sendirian lagi deh "(Ucap tante merayu Maya)


Maya :"Maya masih bingung tan..kenapa mendadak pergi ke luar negeri apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


Tante :"Kamu akan tau jika sudah siap-siap dan ikut dengan mama papa kamu. Tante tunggu dibawah ya!"


Maya menganggukkan kepalanya dengan pasrah karena Maya belum siap dengan semua ini dan belum siap meninggalkan kuliahnya. Setelah bersiap-siap tak lupa dia mengabari Sandi bahwa dia harus ikut mama papa ke luar negeri. Banyak pesan yang dikirimkan keSandi satupun tak ada yang dibalas karena Sandi sedang bekerja dan Maya belum mengetahuinya.


Maya akhirnya turun dengan pakaian simple nya. Celana jeans dan kaos polos lengkap dengan jaket jeans ditangan serta rambut panjang yang terurai membuat Maya terlihat tetap cantik meskipun dengan wajah cemberutnya.


Maya turun langsung disambut hangat papa dan mama. Berpamitan dengan tante,rasanya berat banget meninggalkan tante karena tante selama ini sudah baik dan sabar banget.


Maya :"Tan...Hiikkkhiikkk...Maya pamit iya! Maafin Maya selama ini Maya sudah merepoti tante!" (Sambil memeluk tante)


Tante :"Tante malah seneng ada Maya disini , tapi tante sekarang sedih Maya ninggalin tante...(mewek)...Maya harus janji,tetap hubungi tante kasih kabar dan jaga diri Maya baik-baik ya!" Melepaskan pelukan Maya dan menautkan jari kelingking Maya ke jari kelingking tante.


Maya :"Janji...Pasti Maya akan selalu hubungi tante.."


Papa : "Udah ayo buruan waktunya tidak banyak kita disini! (Seru papa sambil membawa koper dan menggandeng tangan Maya dengan kasar yang sontak membuat HP Maya jatuh dan pecah seribu)


Maya :"Paa...Sakit jangan keras-keras!HP Maya paaa....!"


Papa : "Ada yang lebih penting lagi daripada HP kamu itu, nanti bisa beli lagi."


Maya :(Melambaikan tangan ke arah tante sambil masuk mobil) "Daa.. Tante...Kiss.."(Memonyongkan mulutnya)

__ADS_1


Melihat tingkah lucu Maya rasanya tante tidak tega melihatnya. Dia tidak tahu apa-apa tapi dia yang harus menanggung semuanya. Bagaimana nasib Maya kedepannya. Apa mungkin dia bisa bahagia dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai itu.


Tante berdoa agar kamu mendapatkan jalan terbaik dari setiap masalah yang sedang kamu hadapi saat ini nduk.


__ADS_2