Cinta maya

Cinta maya
Bab 6


__ADS_3

Berjam-jam didalam kamar membuat Maya merasa begitu bosan dan dia memutuskan untuk menghampiri rumah Sandi dan menjelaskan semuanya.Tanpa berpamitan Maya pergi meninggalkan rumah naik pedmot(sepedah motornya) karena Mamanya pergi arisan dan papanya diperusahaannya. Setelah sampai ternyata apa yang dilihat Maya begitu terkejut sampai dia bener-bener marah. Ternyata papanya tidak main-main dengan pembicaraannya. Papa Maya mendatangi langsung dan mengusir Sandi sekeluarga dari rumahnya dengan memberi uang puluhan juta agar menjauh dari Maya. Karena papanya sudah berencana menjodohkan Maya dengan anak teman sepengusahanya juga yang tentu pasti keluarga terpandang.


Dari kejauhan Maya berteriak dan menghampiri merangkul ibu Ina (ibu Sandi).


"STOOOPPP...PA...!"


"Papa bener-bener sudah keterlaluan, Papa tega dengan Maya, ternyata papa Maya adalah orang sejahat sedunia.Jangan mentang-mentang papa orang kaya dan berlaku seenaknya. Ingat ya pa..! Papa juga dulu pernah miskin kek mereka dan hanya dengan jalan Alloh papa bisa sukses ini." Ucap Maya tanpa henti menangis.


Dan Sandi sekeluarga hanya terdiam tanpa bisa melakukan apapun karena sadar diri mereka orang tak punya.


"Apa-apaan kamu? Pulang sana kalau gak..."


"Kalau gak apa pa? Papa mau ngusir Maya juga. Usir saja pa. Maya lebih senang.Dan Maya gak akan pulang jika papa tetap mengusir keluarga Sandi." Ucap Maya menekan


"Ok... Papa tidak akan mengusir cowok kutu ini asalkan kamu mau nurut syarat papa!"


"Syarat apa pa...?Demi mereka Maya mau asalakan mereka tetap tinggal disini dan papa tidak boleh mengganggu mereka lagi!"


"Kamu papa kuliahkan ke Jogja dan selesai kuliah kamu saya jodohkan dengan teman papa..! sekarang kamu pulang !" Ucap papa Maya dengan tegas dengan berjalan menuju mobilnya.


"Tapi maya hanya mencintai Sandi pa. Maya sayang sama Sandi."

__ADS_1


Ucap Maya membuat papanya berhenti dengan tatapan tajam dan Sandi pun melongo. (gue juga cinta dan sayang sama lo May. Batin Sandi)


"Maafkan papa Maya ya bu?" ucap Maya dengan nada melas.


"Tidak apa-apa nak, sudah nasib kami orang tak punya. Sekarang pulanglah kamu! bukan maksut ibu mengusirmu tapi ntar makin besar emosi papa kamu." Ucap ibu Ina dengan nada pelan.


"Bener kalian gak apa-apa?"


"Kami tidak apa-apa Maya. Pergilah May nanta lo akan kena papa lo." Ucap Sandi yang sebenarnya juga berat melepaskan Maya karena menurutnya terakhir ini Sandi bisa melihat Maya karena bentar lagi Maya harus ke Jogja untuk kuliah.


"Saann..."Ucap Maya dengan mata berlinang air mata.


"Beneran San, lo juga cinta sayang gue?"


"Iya sebenarnya gue mau mengatakan perasaan gue kemarin pulang ujian tapi.."


"Tapi kamu dihampirin papa dan kamu disuruh menjauh dari gue kan? Ingat San... Gua gak akan mencintai laki-laki lain selain lo. Meskipun gue mau dijodohin tapi gue bener-bener gak suka.Tunggu kedatangan gue ya San!" Ucap Maya dengan berdiri untuk pulang.


"Gua akan setia menanti lo May."


Mereka bertatapan dengan senyum gembira iya walaupun tanpa restu orang tua mereka tetap saling mencintai dan menyayangi melalui jarak jauh.

__ADS_1


Sesampai dirumah lagi-lagi Maya mengurung diri dikamarnya. Malampun tiba dan papanya mengetuk pintu kamar Maya.Menyuruh Maya mengemasi barang-barangnya karena malam itu juga papanya mengantar Maya kuliah ke Jogja. Sebegitu mudahnya ya gaes. Enak jadi orang kaya yang hanya tinggal perintah sana sini.


Siapa nih yang ingin bercita-cita menjadi orang kaya kayak papa Maya.


Oohh jangan deh...kenapa?


Soalnya papa Maya orang yang jahat sedunia juga orang sombongnya selangit. Bener gak? Seperti itulah anaknya mengatakan papanya sendiri.


.


.


.


.


.


TUNGGU SELANJUTNYA IYA GAES, SOALNYA CERITANYA MASIH PAAAANNNJJJAAANG X LEBAR X TINGGI.


HEHEHEHE....😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2