
POV SANDI
Flasback
Saat Maya mengirim pesan pada Sandi, Sandi sedang bekerja. Dan saat Sandi beristirahat, Sandi membuka phonselnya ternyata banyak pesan Maya.
Sandi membacanya dan terkejut. Segera Sandi meminta izin pada atasannya untuk pulang cepat karena ada urusan yang penting. Dan untung saja atasannya mengizinkan.
Setelah itu Sandi pulang kerumah mengambil pakaian dan meminta izin pada ibunya untuk ke Jogja menemui Maya. Dengan segera Sandi berangkat naik pesawat. Sandi mengumpulkan gajinya selama bulan-bulan ini. Dan gajinya cukup untuk naik pesawat dan uang sakunya.
Selama diperjalanan, tak henti-hentinya Sandi menghubungi Maya. Tapi apalah daya Maya tidak menjawab, nomor Maya sudah tidak aktif.
Sampai diJogja, Sandi menuju ke Bandara. Mencari-cari Maya. Sandi menanyakan kemanakah pesawat yang baru meluncur itu? Pihak bandara menjawab Pesawat itu menuju NewYork dan tak ada pesawat jurusan luar negeri lagi selain itu.
Sandi berfikir, Kok NewYork bukankah Maya dari Singapur.Aahh namanya juga orang kaya.
Tanpa berfikir panjang, Sandi memutuskan untuk menghampiri rumah tantenya sebelumnya Maya pernah cerita kalau rumah tantenya besar sebelah ada butik milik tantenya dekat pasar Beringharjo.
Dengan menaiki kendaraan umum Sandi menuju rumah tante Maya. Diperjalanan Sandi mendapat pesan dari Maya. Bukan Maya yang mengirim, tapi tante Maya yang berinisiatif mengambil nomer Maya yang ada diphonsel pecah tapi.
Klunting...
"San...ini tantenya Maya!"
Dengan cepat Sandi membalas
"Iya tan, Sandi sudah tau kabar tentang Maya, Sandi berniat menghampiri Maya tapi Maya sudah berangkat. Sekarang Sandi mau menuju rumah tante."
"Tante tunggu San... Sekalian tante mau menjelaskan semua yang terjadi."
Tanpa diminta, tantenya Maya mengirim lokasi rumahnya.
Akhirnya Sandi pun sampai dirumah tantenya Maya tanpa kesasar. Benar aja, rumah tantenya Maya sangat besar dan lengkap fasilitasnya. Depan rumah, langsung disambut oleh tante.
Tantenya Maya :"Sandi kan? Sini nak masuk !
Sandi :"Assalamualaikum...?" (Mengulurkan tangannya)
Tante :"Waalaikumsalama.Hhmmm pantesan Maya tergila-gila sama kamu San... Kamu anak yang sholeh tampan pula."
Sandi :"Hehehe...Biasa aja tan mujinya Sandi jadi malu."
Tantenya Maya :"Langsung saja ya San, sebelumnya tante minta maaf karena tidak bisa menahan Maya. Tante tak berhak karena yang lebih berhak orang tua Maya."
Sandi :"Tidak apa-apa tan. Kenapa tan, Maya tiba-tiba pindah ke luar negeri? Bagaimana dengan kuliahnya?"
Tantenya Maya :"Berawal dari masalah keluarga Maya yang papanya memiliki hutang milyaran pada Arman. Arman itu orang terkaya sekarang. Karena papa Maya tidak bisa melunasinya,, sebagai jaminannya yaitu Maya."
__ADS_1
Sandi :"Maksudnya tan?Sandi masih belum faham ! Jaminannya Maya apa maksutnya?"
Tantenya Maya :"Arman menginginkan Maya sebagai ganti hutangnya tersebut."
Sandi :"Jadi Maya dinikah paksakan?" (Ekspresi Sandi begitu lesuh dan sedih)
Tante Maya :"Iya...Apakah kamu masih cinta Maya?
Sandi :"Sebenarnya begitu tan, tapi apalah daya, memang Sandi cowok yang tak berguna?" (Memukul-mukul kepalanya)
Tante Maya :"Jika kamu bener-bener cinta, perjuangkan cintamu !"
Sandi :"Bagaimana tan? Sandi sudah tak bisa berbuat apa-apa selain hanya menunggu kedatangan Maya kembali." (Merasa putus asa karena mendengar Maya sudah menikah)
Tante Maya :"Memang benar kamu San, tante juga tidak tahu keberadaan Maya sekarang yang pasti dia dibawa ke NewYork."
Sandi :"Iya tan, tadi Sandi datang ke bandara ternyata pesawat yang menuju NewYork sudah berangkat. Tapi Sandi berjanji, akan tetap setia pada Maya dan mempertahankan cinta ini tan."
Tante :"Tante bangga sama kamu, kamu yang sabar ya nak, pasti ada jalan disetiap masalah ini. Tante berharap semoga disana Maya baik-baik saja."
Sandi :"Aaammmiinn... Sandi mau pamit pulang ya tan, sudah malam!"
Tante :"Sudah malam ini nak, kamu nginap disini saja besok pagi kamu boleh pulang, kalau sekarang kamu pulang, tante khawatir."
Sandi :"Baik lah tan, terimakasih. Sandi akan menurut apa kata tante. Sandi bersyukur karena sudah tante tolong.Omong-omong kok nomor Maya ada ditante?"
Sandi :"Iya tan, Sandi khawatir terjadi apa-apa dengan Maya, Sandi fikir Sandi ingin bertemu Maya terakhir ini saja ternyata itu semua tidak bisa lagi."
Tante :"Sabar ya nak.... Sebelum tidur kamu makan dulu, sudah disiapkan pembantu tante."
Sandi :"Baik tan, terimakasih banyak tan..."(Mengeluarkan senyum manis ala Sandi)
Mereka pun makan malam bersama.Selesai makan, tante Maya dan Sandi tidur karena pagi-pagi Sandi harus berangkat ke Jakarta. Sandi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya itu meskipun Sandi hanya berprofesi sebagai Cleaning service.
Pagi hari yang ditunggu Sandipun tiba. Sandi segera beberes dan berangkat. Tetapi sampai ditangga Sandi dihalangi tantenya Maya. Tentu saja, Sandi tidak bisa pergi tanpa sarapan dulu. Memang tantenya Maya orang yang sangat baik. Sandipun sarapan sambil berbincang-bincang. Tantenya Maya merasa nyaman saat ngobrol dengan Sandi. Karena Sandi anak yang baik dan juga fer.
Sandi :"Tan...Sandi sudah selesai makan, bolehkah Sandi undur diri?"
Tante :"Hemmm...."
Saat Sandi melangkahkan kakinya keluar tiba - tiba...
Tante :"Sandi... Tunggu sebentar !"
Tantenya Maya ingin jika Sandi menjadi anak angkatnya.
Tante :"Bisakah kau tetap disini dan jadi anak angkatku?
__ADS_1
Sandi merasa bingung, bagaimana dengan ibunya dan juga pekerjaannya. Sandi juga menjaga perasaan ibunya disana, apakah ibu setuju? Sandi terdiam.
Tante :"Kau tak perlu menghawatirkan ibumu, bawa sekalian ke sini jemput dia kesini dan aku akan kuliahkan kamu ! Tante harap kamu tidak menolaknya Sandi !"
Tante :"Semakin lama tante semakin tua, tak ada siapa-siapa selain pembantu dan tante inginkan kamu melanjutkan usaha tante nanti setelah kau selesai kuliah."
Sandi :"Sandi sangat mau tante. Tapi... Apakah Sandi pantas menerima semua itu dari tante, melihat Sandi anak orang miskin dan tante juga baru kenal Sandi. Apakah secepat itu tan?"
Tante :Tante sudah kenal kamu dari Maya dan setelah tante lihat dan tante fikir-fikir tante sudah mantap. Kamu anak yang baik dan tak mungkin berkhianat."
Sandi :"Astaghfirulloh...Alloh sangat membenci orang berkhianat dan insyaAlloh Sandi tidak akan melakukan itu. Bolehkah Sandi berfikir dulu tan dan membicarakan ini pada ibu Sandi?
Tante :"Tentu saja. Pulanglah dan jika kamu bersedia segeralah kembali, pintu rumah tante selalu terbuka untukmu nak Sandi." (Sambil mengelus rambut kepala Sandi)
Sandi :"Terimakasih banyak tante.Sandi pulang dulu ! Assalamualaikum..."
Tante :"Hati-hati dijalan nak Sandi. Waalaikum salam." (Melambaikan tangannya)
Sandi pulang menaiki kereta api. Untung uang Sandi masih cukup untuk sampai rumah dan tak lupa membeli sedikit oleh-oleh untuk ibu kesayangannya.
Dengan batin bertanya-tanya.
Memang tante baik tapi Sandi yang seperti ini kok jadi anak angkat tante, pantaskah Sandi? Jika menolak makin gak enak sama tante! jika menerima ! YaAlloh berilah petunjukmu ! jika memang ini jalan Sandi, Sandi akan menerimanya.
π
π
π
π
π
π
π
π
π
π
BERSAMBUNG.....
Nb : Maaf jika typo berantakan dalam pengetika dan bahasa.π
__ADS_1
TERIMAKASIHπ