
Selama perjalanan pulang, Sandi terus memikirkan ucapan tantenya Maya. Sampai dirumah pukul 9.30 dan Sandi segera bersiap siap untuk menuju kekantornya. Sandi pamit pada ibunya dan segera kekantor karena Sandi sudah telat. Dengan buru-buru dan cemas memikirkan pekerjaannya. Hati Sandi tidak karuan setelah mendengar bahwa Maya dinikahpaksakan dan ucapan tantenya Maya juga sedang menghantui pikirannya.
Sampai dikantor, Sandi langsung melakukan pekerjaan seperti biasa. Membersihkan toilet dan membersihkan ruangan-ruangan. Saat membereskan dapur Sandi dihampiri oleh sang managernya. Sandi tak merasa bahwa sejak dia datang dia diawasi oleh sang manager dari pantauan CCTV diruangan itu. Agar lebih memperketat dalam pekerjaan dan berharap kantor itu bisa semakin sukses. Untuk itu sang manager membuat peraturan yang tegas dan tak seorangpun bisa membangkangnya.
Manager :Berdehem "Hhemm..."
Sandi : "Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?" (Dengan nada merinding)
Manager :"Kenapa datang terlambat?" (Suara tegas)
Sandi :"Maaf pak, saya baru sampai kemarin dari jenguk keluarga yang diJogja." (Sambil nunduk)
Manager :"Mulai besok gak usah datang ke kantor !"
Sandi :"Tap...tapiii... Pak saya membutuhkan lekerjaan ini ! Tolong jangan pecat saya, pak !" (Menyatukan kedua tangan๐)
Manager :(Memberikan sebuah amplop) "Ini gaji kamu dan silahkan bereskan barangmu, saya gak suka ada karyawan malas."
Sandi :"Baiklah pak. Terimakasih atas kebaikan bapak selama ini..." (Nada pasrah)
Ucapan Sandi tak dihiraukan oleh sang Manager. Manager lebih memilih meninggalkan Sandi yang tertunduk pasrah dengan keadaan semuanya. Sandi pun membereskan barang-barangnya. Padahal Sandi anak yang pekerja keras dan aktif. Tapi karena satu kesalahannya dia jadi dipecat.
Tio teman baik Sandi langsung menghampiri Sandi yang tengah membereskan barang, setelah mendengar bahwa Sandi dipecat Tio juga merasakan kesedihan Sandi.
Tio :"Sabar ya bro, kamu anak yang baik. Pasti diluar sana masih ada orang yang membantumu." (Menepuk bahu Sandi)
Sandi :"Makasih ya bro, selama ini sudah mau jadi temanku. Aku mau pamit dulu, jaga dirimu baik-baik dan jangan tinggalkan solat!"
Tio :"InsyaAlloh, kamu juga jaga diri baik baik, jangan kau lupakan temanmu ini. Semoga sukses Sandi. " (Mengacungkan kedua jempol )
Sandi :"Assalamualaikum..."
Tio : "Waalaikumsalam..."(Memeluk Sandi)
Semoga diluar kau segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik San. Kau orang yang sangat baik. Jarang kutemui. Memang pekerjaan ini tidak cocok untuk dirimu yang tampan itu. (Dalam batin Tio yang sedang mengamati kepergian Sandi sampai tak terlihat).
Diperjalanan Sandi terlihat murung.
" Mau mencari oekerjaan dimana lagi ya? Aku harus tetap semangat berjuang, mencari rizki untuk membantu ibu. Semangat Sandi...Semangat...." (Ucap Sandi menyemangati dirinya)
Mencoba melamar pekerjaan kesana kemari tak kunjung dapat. Semua lowongan tutup.
"Apa ini semua udah takdirku menerima permintaan tantenya Maya? Tapi aku sadar diri, aku bukan siapa-siapa aku hanya orang lain. Tapi bagaimana dengan tante. Mungkin jalan ini yang meyakinkanku untuk menerima ajakan tantenya Maya. Ok Sandi tarik nafas dalam dalam dan keluarkan ! Hhhmmm agak enakan."
Sandi pun memutuskan untuk pulang kerumah dan membicarakan pada ibunya. Sandi berharap semoga dengan jalan ini bisa merubah kehidupannya jadi lebih baik dan sekalian juga membantu tantenya Maya.
Sampai dirumah....
__ADS_1
Sandi :"Assalamualaikum bu..." (Mencium punggung tangan ibu Ina)
Ibu Ina : "Waalaikumsalam nak. Udah pulang?"
Sandi :"Sandi dipecat buk..." (Menekuk wajahnya)
Ibu Ina :"Udah gak usah sedih-sedih lagi, sabar saja nak, Alloh pasti akan memberikan yang terbaik daripada ini. Kita sabar saja. Terus berdoa dan tetap berusaha smampu kita." (Memeluk Sandi)
Sandi : "Sandi ingin membantu meringankan beban ibu, tetapi Sandi malah menyusahkan ibu."
Ibu Ina :"Bicara apa kamu nak? Ibu ini orang tuamu jadi kan memang ibu yang harus membiayai kamu, kamu gak bisa kuliah gara-gara ibu kan? Sudah gak usah dibahas ! Ohh iya, Ibu belum tanya soal kemarin, bagaimana dengan Maya? Apakah dia baik-baik saja?" (melepas pelukannya)
Sandi :"Kemarin Sandi tidak berhasih bertemu dengan Maya buk, Maya dan keluarganya pergi keluar negeri."
Ibu Ina :"Lho,,,,bagaimana bisa begitu nak? Terus dengan kuliahnya nak Maya?"
Sandi :"Sandi kemarin datang kerumah tantenya Maya, dia cerita bahwa Maya dinikah paksakan oleh orang tuanya karena papanya memiliki hutang yang cukup banyak pada orang kaya itu."
Ibu Ina :"Astaghfurullohaladzim...Ternyata belum tobat juga orang tua Maya, ibu kasian sama nak Maya, bagaimana nasibnya sekarang?Semoga nak Maya tetap dalam perlindungan Alloh."
Sandi :"Aammiinn buk. Sandi sekarang bingung buk, apa yang harus Sandi lakukan?Sandi merasa tak ada tujuan hidup lagi."
Ibu Ina :"Jangan mudah menyerah soal percintaan, kuatkan hati kamu nak. Ikhlaskan apa yang sudah jadi takdir Alloh. Kalau kau masih berjodoh mungkin suatu saat pasti akan dipertemukan kembali dengan nak Maya."
Sandi :"Baik buk.. Terimakasih sudah jadi malaikat buat Sandi." (Mencium pipi ibunya) "Oohh... iya bu.. Sandi kemarin kan kerumah tantenya Maya, dia meminta Sandi untuk tinggal bersama dengan ibu disana !"
Sandi :"Ibu jangan tersinggung ya !"
Ibu Ina :"Bicaralah jangan buat ibu penasaran!"
Sandi :"Sandi diminta untuk maangajak ibuj tinggal dirumah tantenya Maya, dan Sandi ingin dijadikan anak angkatnya tante. Apakah ibu mau pergi sama Sandi?"
Ibu Ina :"Nak kita baru kenal sama tantenya nak Maya, mengapa dia begitu percaya dengan kita?"
Sandi :"Tante sudah tau Sandi lewat Maya bu, Maya sering bercerita pada tantenya soal Sandi. Dan begitu Sandi mau pamit pulang, tante mencegah, dan meminta Sandi untuk mau jadi anak angkatnya. Sandi juga akan dikuliahkan tante jika Sandi mau menerima."
Ibu Ina :"Sungguh baik sekali orang itu nak, pergilah ! Ibu mengijinkan kamu !"
Sandi :"Sandi perginya sama ibu, ibu juga tinggal disana, Tante memang selama ini tinggal sendirian dan mengurus usahanya sendirian buk. Tante juga kelihatannya belum pernah punya anak makanya Sandi mau diangkat jadi anak angkatnya."
Ibu Ina :"Baiklah nak, kita akan menerima permintaan tantenya Maya. Sekalian ibu bisa jadi pembantunya dirumah ituagar tidak merepotkan tantenya nak Maya."
Sandi :"Iya bu, Sandi juga mau nyari pekerjaan disana sambil kuliah."
Malam itu juga mereka bersiap siap pergi ke Jogja. Tak lupa Sandi menghubungi tantenya Maya kalau dia bersedia menerimanya dan malam ini akan berangkat ke Jogja dengan naik bus. Tantenya Maya sangat senang mendengarnya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
*** ~FLASHBACK OFF~ ***
NB : **MAAF JIKA TYPO ACAK ACAKAN DALAM PENULISANNYA. EFEK JENUH DIRUMAH KARENA LOCKDOWN ๐
TAK LUPA TERIMAKASIH KEPADA PEMBACA SETIA NOVEL YANG BERJUDUL "CINTA MAYA".
AGAR CERITA INI BISA SEMAKIN SUKSES, MOHON DUKUNGANNYA YA READERS KU.
MINTA VOTE NYA๐๐
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sampai bertemu diepisode berikutnya.
__ADS_1