
Mengingat keadaan yang terjadi sekarang, orang tua Maya kembali ke indonesia setelah pernikahan Maya selesai. Keadaan Papa Maya saat ini sering sakit-sakitan. Apalagi jika memikirkan istrinya yang sering kluyuran gak jelas. Sering pulang pagi, tak tau apa yang dilakukan oleh mamanya Maya diluar sana. Iya readers, Mama Maya menjadi orang nakal dalam artian suka berkumpul diclub-club. Papa Maya yang sakit jantung, tak ada yang merawat, hanya satu orang yang setia merawat papa Maya, yaitu bik itis/siti (pembantu saat dirumah megah itu, dan sekarang rumah megah itu milik Arman). Meskipun rumah megah itu milik Arman, trtapi Arman tak mengijinkan mereka tinggal disitu, Arman hanya membelikah sepetak rumah sederhana disebuah kampung A. Hhmmm syukurin deh ya...mungkin itu azab bagi orang yang sombong.
#Maya
Sambil menunggu sang bodyguard kembali dengan membawa banyak camilan untuk Maya, Arman membersihkan badannya tak lupa Arman menelpon pihak restaurant untuk menyiapkan semua menu yang enak untuk Arman dan Maya.
tit..tit..tit..tit...tit..tit...
Restaurant clerk: "Good morning sir, is there anything I can help you with?"
Arman: "Delicious fast food menu in this restaurant!"
Restaurant clerk: "Yes sir, we will soon provide this, sir."
***artinya****
Pegawai restoran :"Selamat pagi pak, apa ada yang bisa saya bantu?"
Arman :"Cepat sediakan menu makanan yang terfavorit direstaurant ini!"
Pegawai restorat : "Baik tuan, akan segera kami sediakan untuk tuan."
tut....tut....tut...tut...tut....(menutup telpon)
Maya :"Mas, aku pengen walking-walking daerah sekitar sini!"
Arman:"Iya, selesai makan kita akan jalan-jalan, aku mau mandi dulu."
Maya:"Hmm..."
Maya mulai suka sama Arman?
Tentu saja itu tidak mungkin, Maya hanya berprilaku biasa saja tanpa ada rasa sedikitpun ke Arman.Maya hanya ingin menghabiskan uang Arman, dan setelah habis, Maya meninggalkan Arman. Maya selicik itu? Iya hanya berusaha mendapatkan semua aset-aset milik papanya yang telah dikuasai oleh Arman dengan cara yang licik juga. Jadi licik dibalas dengan licik.
Bodyguard pun datang membawa banyak camilan. Ya,kira-kira 4 keranjang dorong. Maya yang menghabiskan semua? Tentu saja tidak. Maya berencana membagikan camilan itu kepada anak-anak miskin jalanan. Makanan pesanan Arman sudah datang. Mereka makan dengan pengawasan para bodyguard.
Kalau gue jadi bodyguardnya nih, bakal gue util tuh makanan, masak suruh dampingin aja. Para bodyguard hanya bisa telen ludah🤤.
Eehhmmm...eehhhmmm....eehhmmm...kaciiaaannn...😀
__ADS_1
Arman :"Kamu yakin menghabiskan semua camilan itu?"
Maya:"Emangnha kenapa?Maya gak boleh kah jika minta itu semua?" (masang wajah cemberut ala anak manja)
Arman:"Iya bukan begitu, tentu saja boleh. semua permintaan kamu aku akan kasih." (sambil mencolek dagu Maya)
Maya:"Tapi itu kan yang ngasih pak bodyguard!"(mencoba mengejek Arman)
Arman:"Aku yang ngasih, itu pake duit aku, aku aja yang nyuruh mereka membelikannya untukmu". (wajah kesel karena tak dianggap)
Maya:"Tetap saja buka mas yang ngasih ke aku!"
Arman:"Ok... sekarang kamu ingin apalagi? Aku sendiri yang akan melakukannya tanpa mengutus bodyguard."
Maya:"Maya mau jalan-jalan sambil membawa camilan itu semua!"
Arman:"Ok tidak terlalu sulit hanya membawa camilan itu".
Makan pun selesai, mereka bersiap-siap untuk pergi walking-walking yang kali ini tidak didampingi para bodyguard. Karena menurut Maya, bodyguard itu hanya bikin risih.
Mobil berjalan santai tanpa terucap kata sedikitpun, tiba-tiba Maya menghentikan disuatu tempat berkumpulnya para anak jalanan. Ingat ya para readers, mereka masih berada dikota NewYork.
Maya :"Stop....!"
Arman:"Ada apa?"
Maya :"Kamu ambil 1 keranjang itu dan bagikan pada para anak yang ada disana!"(menunjuk kearah kumpulan anak kumuh)
Arman :"Haaahhh....Apa? Aku yang berpakaian rapi kek gini masak disuru kesampah itu?"
Maya:"Ok...ceraikan aku saja kalau gak mau nurutin lermintaanku!"
Arman:"Ok..ok...ok... Kamu tunggu disini aku akan melakulannya untukmu sayang."(Mau mencium Maya tetapi Maya mengelak).
Arman turun mobil dan segera mengikuti apa kata Maya. Memberikan 1 keranjang camilan kepada para anak jalanan. Semua terlihat nampak bahagia mendapat makanan. Hal itu mengingatkan Maya kepada Sandi, meskipun dia kekurangan tetapi jika Sandi memiliki makanan pasti diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Lamunan Maya sekejap hilang dengan kedatangan Arman.
Arman:"(Dengan nafas tersengal-sengal)Sudah aku kasihkan semuanya kepada mereka, sekarang kamu inginkan apalagi?" (Nampak menahan amarah)
Maya :"Kita lanjut jalan!"
__ADS_1
Arman :"Ok..."
Arman menyalakan mobil mewahnya dan melanjutkan perjalanan. Setelah 5 menit perjalanan Maya menyuruh menghentikan mobilnya disebuah rumah sakit jiwa.
Arman:"Jangan bilang kalo aku suruh turun lagi?"
Maya:"Iya pasti lah? Mas mau kita cerai ya?"
Arman:"Iya ndak lah. Aku cintanya sama kamu aja."
Maya:"Tadi maskan bilang kalau akan memenuhi apapun yang Maya inginkan!"
Arman:"Iya deh".(Dengan nada sangat marah).
Arman pun turun dan membawa sekeranjang camilan, sontak disambut bahagia dan rebutan oleh para penghuni RSJ. Membuat Arman acak-acakan dan berantakan. Meletakkan keranjangnya dan lari terbirit-birit karena dikejar oleh belasan penghuni rsj. Sungguh pemandangan yang amat langka. Seorang pengusaha terkaya sedang dikejar oleh belasan penghuni rsj.Membuat Maya tak berhenti tertawa sampai membuat wajah Maya merah. Setelah berhasil lolos keluar pagar, wajah Arman nampak cemberut dan sangat marah. Tanpa basa-basi naik mobil dan ngegas mobil kencang, membuat Maya kaget bukan main.
Waktu sore telah tiba. Arman menghentikan mobilnya disebuah pusat perbelanjaan seperti mall mewah.Untuk membelikan Maya pakaian yang lebih bagus.
Maya :"Untuk apa kita kesini? Maya ingin pulang!"
Arman : "Gak usah banyak tanya, turun dan ikuti aku!"
Maya berjalan dibelakang Arman. Mengikuti langkah Arman dan sampailah ditempat baju-baju branded. Arman memilih baju-baju yang seksi yang cocok untuk Maya. Arman tertarik membeli 2 mini dress dengan warna peach dan army yang kalem. Arman langsung membawanya pada casier. Armanpun juga tertarik pada sebuah lingeria yang terpasang dimanekin sebelah casier itu. Pikiran nakal Arman tiba-tiba muncul dibenaknya dan membelinya juga tanpa diketahui oleh Maya. Karena saat Arman membayarnya Maya pakaian itu.
Tanpa sengaja, Maya melihat iphone yang terjajar disebelah tempat pakaian. Maya sangat ingin membelinya, mengingat Iphone nya yang dulu rusak pecah seribu. Maya memandang dengan penuh harap sebuah Iphone 11 warna gold. Arman selesai bayar dan keluar mencari Maya. Melihat Maya yang terus memandangi Iphone 11 gold tadi , tanpa basa-basi Arman membisikkan pada pegawai toko itu meminta pegawai toko itu untuk membungkus apa yang dilihat oleh Maya dengan rapi.
Arman: "I want to buy an Iphone 11 gold, constantly being attended by that woman!"(Saya ingin beli Iphone 11 gold, persis yang dihadapan wanita itu !)
Shop clerk: "Excuse me miss! Do you want to be bought?"
Maya: "No ... No ..."
Shop clerk: "Then I'll take it!"
****Artinya****
Pegawai toko : "Permisi nona! Apakah nona mau membelinya?"
Maya :" Tidak...Tidak..."
__ADS_1
Pegawai toko :" Kalau begitu saya ambil !"
Membuat Maya layu, karena Iphone 11 gold nya sudah dimiliki orang lain. Lagi pula itu pasti mahal. Lain kali saja belinya kalau udah di Indonesia. Arman menarik tangan Maya membawanya keluar mall itu.