Cinta maya

Cinta maya
Bab 12


__ADS_3

Ketika dalam perjalanan Maya terus menanyakan mengapa mendadak pindah ke liar negeri dan kita mau kemana. Lagi-lagi pertanyaan itu tidak dijawab oleh ma pa nya. Keduanya hanya diam seribu bahasa. Maya pun memilih diam dan mengikuti alirnya saja sampai tujuan. Selama perjalanan yang difikirkan hanya ponsel, Sandi dan kuliahnya. Bagaimana kedepannya Maya tidak tahu dan apa yang terjadi 1 jam kedepan pun Maya masih bingung dan bertanya-tanya dalam benaknya yang paling dalam. Sampai dibandara tujuan yaitu NewYork city. Depan bandarapun sudah ada pihak yang menunggu, tentu saja Maya tidak heran karena hal itu sudah biasa terjadi dan Maya pun berfikiran yang biasa. Fikiran Maya akan tinggal disebuah apartemen ayahnya yang baru mungkin begitu. Setelah 30 menit perjalanan sampailah Maya beserta rombongannya sampai didepan hotel mewah. Maya pun kaget kenapa tidak langsung ke apartemen mengapa harus nginap dihotel dulu. Dan lagi-lagi didepan hotel sudah ada 4 bodyguard yang menanti kedatangan keluarga Maya dan menyambutnya. Maya pun mengikutinya dengan hati heran dan penuh pertanyaan. 2 Bodyguard itu menunjukkan Maya dan Mamanya kamar yang bertuliskan VIP 115 dan 2 bodyguard yang lain menunjukkan jalan papa Maya menuju gedung pertemuan dimana pernikahan dadakan yang mewah itu dilaksanakan.


Maya sedikit ragu saat memasuki kamar hotel itu dan lagi-lagi mama Maya hanya menarik paksa tangan Maya untuk masuk kamar. Mungkin semua udah dirancang jaub-jauh hari, karena terlihat semua sudah siap. Di dalam kamar sudah ada pihal WO dengan persiapan makeup yang bener-bener lengkap beserta gaun-gaun yang cantik dan mewah.


Maya :"Siapa mah yang mau nikah, jangan bilang kalau Maya yang akan dinikah paksakan ?" Tanyanya dengan geram.


Mama Maya : "Sudah kamu jangan banyak tanya, nurut saja apa kata mama!" (ucapnya dengan nada keras)


Maya :"Tapi Ma..." Tak melanjutkan karena Mamanya sudah melotot tajam hampir jatoh tuh bola matanya.


Perias :"Aaadduuuhh...Cantiknya mempelai wanitanya! Duduk disini cantik biar akoh make up biar makin cantik.." (biasa nada perias waria)


Maya :"Saya gak tau lo om kalau saya mau dinikahkan.." Ucap maya kepada perias yang lagi buka koper makeup dengar dipanggil om kopernya ditutup dengan keras. Bruuaakk..


Perias :"Om..Omm...Omm... Panggil saya tante Mira...Adduuhh cantik gini dibilang om. (ala waria lebay)

__ADS_1


Maya :Maaf Om... eeehh salah Tante Mira.


Perias :"Iiihhh...gak papa lagi cantik, kamu dinikah paksakan dengan pria yang tepat tajir mlintir tante aja pengen banget tanpa nolak."


Maya :"Tapi om kan laki-laki, masak nikah juga sama laki-laki."


Perias :"Jangan banyak omong nanti hasilnya jelek, udah diem saja kamu. Kalau gak karena Arman gue udah coret-coret wajah lo".(dengan nada keras)


Maya :"Wkwkwkw...Lucu deh."


Setelah 10 menit merias wajah dan memakaikan gaun cantik, Maya digandeng oleh perias waria atau tante Mira menuju gedung dimana akad nikah dilangsungkan. Tampak disebelah kanan Maya juga digandeng oleh mama Maya yang sekarang tampak bahagia karena bentar lagi dia tidak jadi miskin lagi dan tetap kaya karena memiliki menantu yang tajir melintir. Maya duduk disebelah Mamanya mendengarkan ijab qobulnya dengan tangisan yang tak henti-henti. Karena Maya gak maunerima pria tua itu meskipun dia terlihat masih cakep tapi Maya terus mengingat Sandi dan dihati Maya masih ada Sandi yang tak bisa tergantikan oleh siapapun. Ijab kobul berlangsung dengan lancar.


Arman :"Saya terima nikah dan kawinnya Maya Sanjaya binti Sanjaya dengan maskawin tersebut dibayar dengan tunai"


Penghulu : Para saksi sah...!

__ADS_1


Semua undangan serentak : SAAAHHH.....(dengan lantang)


Tak memikirkan Maya yang sedari tadi terhisak-hisak karena menahan air matanya yang tak bisa terbendung lagi dan terus mengalir deras karena Maya masih terkejut heran tak menyangka. Mamanya yang tak menghiraukan Maya tetap menyuruh Maya menghampiri Arman yang sekarang sudah resmi dan sah menurut agama dan negara. Dengan terpaksa Maya menghampiri Arman dan menjabat tangan Arman. Arman pun terlihat sangat bahagia mendapat istri yang cantik dan muda. Tak menghiraukan tangisan Maya. Arman anggap sebagai tangisan haru bahagia mendapat suami seperti dia yang tajir melintir. Dengan penuh semangat 45 Arman mencium tangan Maya memberikan serangkai bunga mawar yang cantik dan mencium kening Maya yang dibalas Maya dengan elakan tapi kepalanya di pegang erat oleh Arman jadi ciuman itu tak bisa dihindari Maya. Acara selanjutnya ucapan selamat para tamu undangan yang hadir dilanjutkan makan-makan sampai pukul 11 malam. Rasa bosan dan gelisah memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam membuatnya tidak merasakan kantuk. Hanya rasa khawatir dan takut yang teramat dirasakan oleh Maya.


Arman :"Hey...Cantikku...Kenapa bengong mulu, mari menikmati pesta yang meriah ini..(sambil minum-minum mabuk yang dibalas dengan elakan tangan Maya)


Maya hanya terdiam seribu bahasa dengan duduk dikursi tamu. Armanpun menghampirinya.


Arman :"Sabar ya istriku...Aku mau lanjut minum dulu ntar kita kekamar kalau aku selesai minum 1 botol ini saj terakhir..Ok(menunjulkan jemarinya 👌)


Mayapun tak menghiraukan dan dia memilih untuk makan saja karena sejak siang dia tidak makan sesuap nasipun. Lagi asyik mengambil makanan tiba-tiba Arman menghampiri dan merangkul pundak Maya dan membawanya menuju kamar VIP 115 tadi. Sama sekali tidak sopan, Maya lapar mau makan tapi dipaksa kekamar. Mayapun embujuk agar kembali kepesta saja untuk menghindari malam pertamanya yang tak diinginkan itu.


Maya :"Mau kemana om? Maya belum makan sama sekali dan Maya lapar om, kita kembali ke pesta lagi ya!"(Pinta Maya)


Arman :"Kamu mau menghindar dari malam pertama yang indah ini dengan alasanmu itu? Tentu saja kamu tidak akan bisa menghindarinya!"

__ADS_1


Membuat Maya tertegun dengan ucapannya itu dan rasanya Maya tidak bisa menelan ludahnya. Kali ini mimpinya benar-benar nyata dan tak bisa dihindari lagi.


Dengan jalannya yang sempoyongan sambil merangkul pundak Maya, Maya berfikir untuk kabur, tapi apalah daya karena dibelakangnya sudah ada bodyguard yang sedia menjaga sepanjang hari sepanjang malam agar Maya tidak bisa kabur. Yang hanya bisa dilakukan oleh Maya sekarang adalah menahan matanya agar tidak tertidur. Kalau sampai dia tertidur Maya tidak akan tau apa yang dilakukan pria tua ini dan hal yang tidak diinginkan semoga tidak terjadi. Sampailah dikamar VIP 115. Arman membukanya dan segera masuk kamar membaringkan tubuhnya yang mabuk akibat minuman tadi.Dibalik itu, Maya hanya duduk terdiam dipojok ranjang. Tak lama kemudian pihak hotel datang membawakan banyak menu makanan dan minuman.


__ADS_2